Ketika terjadi gempa Padang (7/10/09), beberapa orang kemudian mengaitkan waktu terjadinya gempa dengan surat dan ayat pada Al Quran.

Esok harinya (8/10/09) juga terjadi gempa di Jambi, Papua, dan Gorontalo. Saya akhirnya penasaran untuk mencocokkan jam terjadinya gempa dengan surat dan ayat pada Al Quran.

Apakah ini merupakan suatu kebetulan belaka, ataukah petunjuk yang nyata. Kalau kita amati ternyata, isinya cukup mengagetkan, isi ayat-ayat tersebut merupakan ancaman Allah SWT bagi orang yang kufur nikmat.

Banyak orang yang mengaitkan hal ini dengan pelantikan anggota DPR yang mewah-mewahan ditengah kemiskinan rakyat.

Gempa Padang

17.16 : Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu, maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (hukuman Kami), kemudian Kami binasakan sama sekali (negeri itu).

17.38 : Semua itu (larangan-larangan Tuhan) kejahatan sangat dibenci di sisi Tuhanmu.

Gempa Jambi

08.52 : (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan pengikut Fir’aun, dan orang-orang sebelum mereka. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sungguh, Allah Maha Kuat lagi sangat keras siksa-Nya

Gempa Papua

10.36 : Dan kebanyakan mereka hanya mengikuti dugaan. Sesungguhnya dugaan itu tidak sedikitpun berguna untuk melawan kebenaran. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

Gempa Gorontalo

10.60 : Dan apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari kiamat? Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur.

Bagaimanapun juga, gempa ini merupakan cobaan, dan peringatan Allah yang nyata.

Wallahu alam

Insan Kamil

Nb :

  • Waktu terjadinya gempa tersebut diambil dari kompas.com & detik.com yang merunut pada bmkg.
  • Gempa gorontalo terjadi pada pukul 11.00, jadi karena tidak ayat 0, saya merujuk pada ayat 10.60

Menghisap sebatang lisong
Melihat Indonesia Raya
Mendengar 130 juta rakyat
Dan di langit
Dua tiga cukong mengangkang
Berak di atas kepala mereka.

Matahari terbit
Fajar tiba
dan aku melihat delapan juta kanak-kanak
Tanpa pendidikan

Aku bertanya
Tetapi pertanyaan-pertanya anku
Membentur meja kekuasaan yang macet,
Dan papan tulis-papan tulis para pendidik
Yang terlepas dari persoalan kehidupan

Delapan juta kanak-kanak
Menghadapi satu jalan panjang,
Tanpa pilihan,
Tanpa pepohonan,
Tanpa danau persinggahan,
Tanpa ada bayangan ujungnya.
…………………….

Menghisap udara
Yang disemprot deodoran,
Aku melihat sarjana-sarjana menganggur
Berpeluh di jalan raya;
Aku melihat wanita bunting
Antri uang pensiunan.

Dan di langit;
Para teknokrat berkata:

Bahwa bangsa kita adalah malas,
Bahwa bangsa mesti dibangun,
Mesti di-up-grade
Disesuaikan dengan teknologi yang diimpor

Gunung-gunung menjulang
Langit pesta warna di dalam senjakala
Dan aku melihat
Protes-protes yang terpendam
Terhimpit dibawah tilam

Aku bertanya,
Tetapi pertanyaanku
Membentur jidat penyair-penyair salon,
Yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
Sementara ketidakadilan terjadi disampingnya,
Dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan
Termangu-mangu di kaki dewi kesenian.

Bunga-bunga bangsa tahun depan
Berkunang-kunang pandang matanya,
Di bawah iklan berlampu neon.
Berjuta-juta harapan ibu dan bapak
Menjadi gemalau suara yang kacau,
Menjadi karang di bawah muka samodra.
……………………….

Kita mesti berhenti membeli rumus-rumus asing.
Diktat-diktat hanya boleh memberi metode,
Tetapi kia sendiri harus merumuskan keadaan.
Kita mesti keluar ke jalan raya,
Keluar ke desa-desa,
Mencatat sendiri semua gejala,
Dan menghayati persoalan yang nyata.

Inilah sajakku.
Pamplet masa darurat.
Apakah artinya kesenian,
Bila terpisah dari derita lingkungan.
Apakah artinya berpikir,
Bila terpisah dari masalah kehidupan.

19 agustus 1977, lapangan basket ITB Bandung

In Memeriom : WS Rendra..

Dalam suatu kisah terdapat dua orang yang telah dipastikan masuk surga setelah melalui proses penimbangan amal-amal perbuatannya di dunia. Orang yang satu adalah seorang pengemudi metromini sedangkan yang satunya lagi adalah seorang juru ceramah.

Malaikat pun mula-mula bertanya kepada pengemudi metromini,”Sewaktu di dunia bapak bekerja sebagai apa ?”. “Saya seorang pengemudi metromini, pak”, jawab si pengemudi tersebut. Tak lama kemudian, malaikat pun mempersilahkan pengemudi tersebut memasuki suatu ruangan yang di dalamnya berisi peralatan dapur terbuat dari emas dengan aneka makanan di dalamnya.

Setelah itu, malaikat bertanya kepada juru ceramah,”Apa pekerjaan bapak di dunia ?”.”Saya seorang juru ceramah, pak”, jawab si juru ceramah tersebut. Tak lama kemudian, malaikat pun mempersilahkan pengemudi tersebut memasuki suatu ruangan yang di dalamnya berisi peralatan dapur terbuat dari kayu dengan aneka makanan di dalamnya.

Si juru ceramah itu lalu protes kepada malaikat. “Pak, mengapa saya yang juru ceramah kok mendapatkan peralatan dapur terbuat dari kayu sedangkan sopir metromini itu mendapatkan peralatan dapur terbuat dari emas”, protesnya.

Dengan tenang malaikat pun menjawab,” Sabar dulu pak, biar saya jelaskan terlebih dulu”. Bapak mendapatkan peralatan dapur dari kayu karena ketika memberikan ceramah, bapak membuat orang tertidur sehingga membuat lupa banyak orang akan Tuhannya. Sedangkan sopir metromini tersebut mendapatkan peralatan dari emas karena ketika ia mengendarai metromini dengan sangat kebutnya, ia telah membuat para penumpang di dalamnya berdo’a kepada Tuhannya agar selamat.”

Tulisan di bawah ini merupakan hasil jalan-jalan dan diskusi dengan berbagai teman dari berbagai universitas ketika menjadi mahasiswa dulu.

Teman-teman pasti tahukan, ITB singkatan dari Intitut Teknologi Bandung, UI yaitu Universitas Indonesia, dan IPB pastilah Institut Pertanian Bogor.. Tapi, tahukah anda kepanjangan dari UNS dan ITS??

Tebakan biasanya UNS = Universitas Negeri Solo, atau Universitas Negri Surakarta, dan ITS = Institut Teknologi Surabaya. Namun yang benar adalah UNS = Universitas Sebelas Maret, dan ITS = Institut Teknologi Sepuluh November. Ya, penamaan kedua kampus itu ada latar belakang masing-masing.

Terkadang, nama kampuspun dijadikan plesetan. IPB misalnya, sering disebut Insitut Perbankan Bogor. ITB pun sering menjadi plesetan, yang paling asik sih: Institut Terbaik Bangsa. Terkadang disebut juga Institut Tani Bandung, atau Institut Ternak Bandung. Maklumlah, banyak alumni ITB yang akhirya berkarya di bidang agro industri. Kadang juga disebut Insitut Teologi Bandung, dan anak-anak tarbiyah nyebutnya : Institut Tarbiyah Bandung..

Temanku yang mahasiswa Universitas Gunadarma, sebuah kampus swasta di bilangan Depok juga kadang menyebut nama kampusnya UGM : Universitas Gunadarma Margonda, atau UNDIP : Universitas Depan UI Persis…

Kalo UI dalam bahasa Inggris jadi University of Indonesia, ITB jadi Bandung Institute of Technology.. Coba kalau Universitas Negeri Malang.. Ada teman yang bilang “Unlucky State University” he he he…..

Akhir kata, semoga menjadi sedikit hiburan di tengah peta politik yang semakin ruwet ini…

Malem-malem enaknya makan sate
Makin enak ditemenin si die
Kalo ada ni aye sale-sale kate
Bolehlah abang & mpok maapin aye

Cheers,
Kamil

April 9 2009 is a big day for Indonesia. At that time, Indonesian people vote their representative for parliament.

The final result in TPS 31 :

Partai Demokrat in the first position, followed by Partai Keadilan Sejahtera. Partai Golkar only in the third position, and followed by Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Here the pictures of the election

p-ngeliat-nama-caleg

Picture of the representative

p-tps-31

My TPS, place for the election. About 200 peoples vote here.

p-persiapan

Preparation before the election..

p-sumpah

Taking the pledge by the official of TPS

p-penjelasan

Official of TPS explain the election process to the voters..

p-pencontrengan

Marking process.

p-masukin-k-kotak

Put on the box

p-nandain-di-tangan

Dipping the finger into ink. People cannot vote two times, because there is a sign if they have vote

p-calculation

Calculation process. I become one of the watch in this TPS

p-di-kecamatan

In vote center, Jagakarsa district. Very crowded. For about 550 TPS collected here..

Menjelang pemilu, banyak parpol mengumbar janji-janji manis. Begitu pula dengan para calon presiden. Kali ini, saya mengajak kawan-kawan tuk melihat janji-janji capres terhadap penggunaan energi nuklir.

Di bawah beberapa berita terkait dengan pernyataan para calon presiden terhadap kemungkinan penggunaan PLTN sebagai sumber energi..

Pak Jusuf Kalla ternyata menolak penggunaan nuklir

(http://pemilu.antara.co.id/view/?tl=kalla-golkar-tak-setuju-kembangkan-energi-nuklir&id=1234774784 , http://www.tekmira.esdm.go.id/currentissues/?p=1693 )

Begitu pula dengan Pak SBY

(http://www.detiknews.com/read/2009/04/05/110012/1110409/10/kampanye-ala-obama-sby,-blt-&-nuklir-jadi-bahan-pertanyaan , http://www.republika.co.id/berita/42174/Listrik_Nuklir_Pilihan_Terakhir )

Sama juga dengan Pak Prabowo, yang menganggap opsi nuklir bukan pilihan yang utama dalam memecahkan masalah energi di Indonesia

(http://www.mail-archive.com/forum-pembaca-kompas@yahoogroups.com/msg70324.html )

Malahan Gus Dur sempat tertidur ketika PM Korea Selatan menawarkan nuklir.

(http://www.surya.co.id/web/Berita-Utama/Di-Balik-Layar-Tingkah-Laku-Para-Presiden-RI-Megawati-Lebih-Bersemangat-Bicara-Soal-%E2%80%98Shopping%E2%80%98.html )

Melihat berita-berita di atas, tampaknya para calon pemimpin bangsa kita belum terlalu serius dalam mengambil opsi penggunaan reaktor nuklir sebagai salah satu sumber energi yang baik untuk pemenuhan kebutuhan energi di Indonesia, paling tidak untuk 5 tahun mendatang.

Sampai kapan kita menunggu para pemimpin ini sadar bahwa reaktor nuklir ini merupakan sumber energi yang memiliki daya yang besar dan sangatlah aman. Tidak ada negara maju yang tidak menggunakan nuklir sebagai sumber energinya.

Sampai kapan teman-temanku yang sudah bersusah payah riset tentang nuklir, bahkan banyak yang sampai ke luar negri sana harus gigit jari ketika pulang ke Indonesia belum mendapatkan kepastian pekerjaan karena PLTN nya belum ada… (he he he, asli paragraph yg ini Cuma becanda lho peace ^_^.)

Salam

Kamil

Teh…

Paijo : Man, aku lagi buat minuman nih, kamu mau ga?

Maman : Iya, boleh-boleh

Paijo : Mau teh apa kopi?

Maman : Oh, teh aja, yang putih pake kacamata…

Paijo : &*%+*@#!!!

Taraje

Suatu siang di jaman belon ade pompa air, asep lagi menimba aer. Tiba-tiba dia jatuh ke sumur. Teriak lah dia. Kebetulan ada Udin yang asli betawi lewat..

Asep : Taraje.. Taraje !!!

Udin : Ah apaan??

Asep : Din, Taraje Din.. Tolong taraje…

Udin : Tar aje, tar aje… Ude kecebur entar aje.. ya udah, gw jalan dulu dah…

Asep : *&^$%@#!!

Taraje = tangga

Nasi se’ep

Budi dan Anto yang asli orang Jawa datang ke Bandung. Mereka udah lapar berat ga makan semaleman. Datanglah mereka ke tukang nasi

Budi : Pagi Bu..

Ibu : Oh, pagi Sep..

Anto : Maaf Bu, nama saya Anto, teman saya ini Budi, bukan Asep Bu…

Ibu : (Kebingungan) Iya-iya, mo makan apa?

Budi : Nasi kuning Bu, 2 porsi.

Ibu : Hm.. Nasi se’ep Sep.

Anto : Ya udah deh Bu, nasi se’ep juga ga pa pa kok…

Ibu : (Makin bingung) @%#^$&

Se’ep = habis

Plesetan

A : Hoi, kita maen pleesetan yuk…

B : Boleh, emang kalo maen pleesetan di tempat ente, sejamnya berapa?

C : Emang, sejamnya ibu kandung, lebih sejam ibu tiri…

A : Ah elu, dari pada gitu, mendingan kita download ibu dah.

B : Lagian, udah ga muksin begituan,

C : Betul, orang sekarang muksin hujan kok

A :Iya tuh, hujan jadi banjir, gara-gara hutan pada di terbang sih.

B : Dari pada mikirin banjir, mendingan naek perawat terbang, enak, cepet sampenya.

C : Emang bisa, punya duit cepek ceng naek perawat terbang??

B : Cepek deh…

Parpol Gagal

Berikut ini list partai pemilu yang ditdak diijinkan dalam pemilu 2009

  • Partai Gerakan Moral (GERMO)
  • Partai Cina Kota Buruh dan Tani (CINTABUTA)
  • Partai Pensiunan Ingin Kerja Untuk Negara (PIKUN)
  • Partai Barisan Nasional Bela Keadilan Sosial (BANBEKAS)
  • Partai Kaum Muda Kader Andalan (KAMUKADAL)
  • Partai Koalisi Indonesia Untuk Kebangkitan Indonesia Raya (KIKIR)
  • Partai Bekas Birokrat Edan Kekuasaan (BEBEK)
  • Partai Edan Dikira Setan dan Siluman (EDITANSIL)
  • Partai Kami Paling Senang Salaman (KAPALSELAM)
  • Partai Persatuan Korban Sindikat Anarki (PERKOSA)
  • Partai Koalisi Partai Jalanan (KOPAJA)
  • Partai Ikatan Putra-Putri Serdadu (PIPIS)
  • Partai Anti Nabung Utang (PANU)
  • Partai Lewat Lobang Penuh Goyangan (PALELOPEYANG)
  • Partai Untuk Rekonsiliasi (PUREK)
  • Partai Nasional Sosialis (PNS)
  • Partai Uang Seribu (PUSER)
  • Partai Nasionalkan Semba Rakyat (PANSER)

Minta Naik Upah

Dear Bo$$,
A$ all of u$ have read from the new$paper$, the $ingapore economy ha$ come
out of the rece$$ion.

In thi$ life, we all need $ome thing mo$t de$perately. I think you $hould be
under$tanding of the need$ of u$ worker$ who have given $o much $upport
including $weat and $ervice to your company.
I am $ure you will gue$$ what I mean and re$pond $oon.

Your$ $incerely,
Norman $oh

The next day, the employee received this letter of reply:

Dear NOrman,
I kNOw you have been working very hard. NOwadays, NOthing much has changed.
You must have NOticed that our company is NOt doing NOticeably well as yet.
NOw the newspaper are saying the world’s leading ecoNOmists are NOt sure if
the United States may go into aNOther recession. After the NOvember
presidential elections things may turn bad.
I have NOthing more to add NOw. You kNOw what I mean.

Yours truly,
Manager

Kungfu Papa

kungfupapa

(Source : pengalaman pribadi, teman, dan www.myquran.org)

Jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu.
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu.

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya.
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya.

Sepenggal kisah hidupku dilalui dengan mengeyam di salah satu SMA favorit di bilangan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ya tepat, SMA 28. Lulus dari SMP 41, seperti pindahan sekolah, kamipun pindah ke SMA 28.

Ketika itu SMA 28 mempunyai peringkat yang cukup baik, yah, bisa dibilang salah satu unggulan Jakarta Selatan. Namun kini katanya, SMA 28 ini termasuk salah satu SMA unggulan Jakarta. Orang-orang pandai berebut ingin masuk sekolah ini. Bersyukurlah kala itu aku bisa menjadi bagian dari SMA favorit ini.

Di 28, aku mulai mengenal aktivitas luar akademik. Aku bergabung dengan ekstrakulikuler OSIS, dan ROHIS. Di situ aku di tempa menjdi seorang yang mempunyai skill leadership, kerjasama, dan mulai memiliki visi untuk menempuh kehidupan selanjutnya.

Cukup menyenangkan sekolah di SMA 28, teman-teman yang asik, berkomitmen, serta selalu ringan tangan untuk membantu. Pun dengan guru-guru yang selalu welcome terhadap murid-muridnya. Mungkin faktor itulah yang menjadikan sekolah kami menjadi sekolah favorit, dan bisa menjadi unggulan.

Kelas 3 adalah saat-saat fokus terhadap pelajaran, maklum saja, inilah momen yang paling menenetukan masa depan hidup kami. Kami berjuang sepenuh hati belajar, mengejar ketertinggalan/mengulang pelajaran untuk menghadapi ujian masuk perguruan tinggi negri.

Alhamdulillah aku akhirnya keterima di ITB, yang kata orang Institut Terbaik Bangsa, ya, walaupun namanya sedikit tercoreng dengan kasus meninggalnya salah satu mahasiswa karena OSPEK, tapi toh tetap tidak menyurutkan kebanggaan ku terhadap ITB!!

Back to topic, aku mau cerita tentang keunikan atau suatu kebetulan. Pernah suatu ketika, aku di utus oleh GAMAIS ITB ke suatu acara di Samarinda, Kalimantan Timur. Aku menjadi moderator suatu seminar. Ketika membaca biodata orang tersebut, ternyata beliau alumni SMA 28. Bayangkan, betapa senangnya bertemu dengan alumni 28, di luar pulau Jawa, dan kita duduk bersama mengisi suatu seminar.

Cerita lain, aku pernah jadi relawan kemanusiaan di Jogja pasca kejadian gempa Jogja. Kita akan mengadakan pengobatan gratis, kita undanglah teman-teman kedokteran UNS yang tergabung dalam Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI). Lagi-lagi, ternyata salah satu dokternya alumni 28. Senang sekali bisa ketemu dengan pa dokter di Jogja yang ternyata satu almamater SMA.

Tidak lama setelah lulus kuliah, setelah gagal keterima di suatu lembaga penelitian, dan belum berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah, aku memutuskan untuk memulai usaha. Aku dikenalkan oleh ayahku dengan salah seorang temannya yang berprofesi sebagai dosen hukum di UI untuk menjadi rekan usaha. Setalah ngobrol panjang, ternyata orang itu juga alumni 28. Wah, kaget juga mendengarnya. Beliau sempat cerita, bahwa beliau merupakan salah satu angkatan ketiga di SMA 28. Kala itu SMA 28 benar-benar seperti di hutan. Di sekeliling sekolah merupakan kebon penelitian Dept Pertanian. Masih sepi sekali. Itu sekitar tahun 73an.. (he he he, jadul bangetlah)

Sekarang aku mulai mengembangkan usaha. Ayahku lagi-lagi mengenalkanku ke salah seorang temannya, pemilik suatu warung sederhana di daerah Ciganjur. Lagi-lagi kaget, setelah ngobrol macam-macam, ternyata beliau juga alumni 28..

Memang benar pribahasa, dunia tidak selebar daun kelor. Kita tidak pernah bertemu sebelumnya, tiba-tiba bisa menjadi akrab. Ya, salah satunya karena kita satu almamater, alumni SMA 28 tercinta.

Kamil

16 Februari 2009

Bismillah..

Tulisan ini sudah di upload pula di facebook.

Cerita kehidupan 1

Beberapa waktu yang lalu, aku bertandang ke tempat bu Yuni. Bu Yuni ini anak seorang letkol, yang menghabiskan masa kecil di jalan Cendana, yah, mungkin tetangganya Pa Harto lah. Kemudian sempat mengenyam pendidikan di Amerika selama sekitar 17 tahun. Mempunyai suami tentara juga (ga tau deh pangkatnya apaan), serta 3 anak yang sudah pada menikah.

Kegiatan beliau sekarang mengelola sebuah yayasan di rumahnya di bilangan Cilandak. Yayasan tersebut bernama Merah Putih, bergerak di bidang pendidikan tuk anak-anak kurang mampu. Banyak juga murid-muridnya, sampai ratusan. Selain membina murid-murid yang putus sekolah, gelandangan, pengamen, sampai psk, yayasan tersebut juga sering membina keluarganya, dan mengadakan pengobatan gratis. Bahkan konser kemanusiaan pun digelar. Tanggal 8 Februari nanti, beliau bekerja sama dengan beberapa artis ibukota kan menggelar konsernya di tempat Dik Doang… Salut untuk Ibu Yuni dan keluarga. Beliau juga menawarkan bagi teman-teman yang memiliki waktu luang untuk dapat berpartisipasi. Macem-macem deh solusinya.

Selain hal tersebut, Bu Yuni menyampaikan 2 pesan yang menarik untuk diperhatikan. Pesan pertama, bahwa dengan berbuat baik kepada dhuafa, maka yakinlah ALLAH akan senantiasa memberikan keberkahan dalam kehidupan, rizki yang berlimpah, dan kebahagiaan yang tiada tara. Tidak mungkin ALLAH akan pelit terhadap hambaNya yang dermawan. Tidak bisa menyumbangkan harta, ya sumbanglah tenaga. Seperti dalam surat At Taubah 41: Dan berjihadlah di Jalan ALLAH dengan harta dan jiwamu.

Kemudian pembicaraan berlanjut ke masalah rumah tangga. Dia berkata, kamu kalau mencari istri ambillah 2 syarat, berjiwa sosial dan sayang kepada ibumu. (Tentunya ini diluar yang 4 itu loh, Agamanya, Keturunannya, Hartanya, dan Kecantikannya). Kemudian beliau menjelaskan. Seseorang yang berjiwa sosial, dia pasti dermawan. Dia akan paham kalau kamu banyak aktivitas di luar menjalani kegiatan-kegiatan sosial.

Syarat kedua adalah dia mencintai ibumu, sama seperti mencintai ibunya. Kenapa seperti itu? Karena itulah salah satu kunci dari rumah tangga. Karena ibumu yang akan menasihati kamu, dan kamu pasti menurut sama ibumu. Misal: Kamu dan istrimu sedang bermasalah, dan mungkin menuju perpisahan. Kalau ibumu sayang terhadap istrimu, pasti ibumu akan membela supaya rumah tanggamu tetap langgeng, tetapi kebalikannya kalau ibumu tidak suka dengan istrimu, maka yakinlah ibumu tidak akan ikut campur.

Ini adalah tentang ilmu kehidupan. Ilmu yang tidak akan didapatkan di sekolah atau pendidikan formal..Semoga bermanfaat

Kamil, 28 Januari 2009

————————————————————————————————————————–

Cerita kehidupan II

Baru saja tadi siang aku bertemu dengan Bapak Sarjito, aku memanggil beliau Om Jito. Dia teman baik ayahku semasa kuliah hingga sekarang. Beliau seorang dosen UI yang cukup idealis, dan tergolong nyentrik. Pernah kuliah di Belanda, berlatang belakang nasio, mobilnya mobil jaman dulu, mungkin mobil tahun 80an, rumahnya membelakangi jalan utama, halamannya sering dilalui orang yang lalu lalang, karena tidak berpagar dan itu merupakan jalan potong..

Tujuanku datang ke sana untuk berbicara masalah bisnis, bisnis telur. Namun aku tidak akan berbicara telur disini. Yang aku bicarakan adalah tentang pembicaraan kami sebelum dan setelah perbincangan tentang bisnis telur.

Diawal perbincangan, setelah memperkenalkan dirinya (seperti yang diatas aku tulis), dia bertanya kepadaku. San, apa cita-citamu? Aku jawab: Sekarang aku ingin belajar berwirausaha Om, tapi selain itu juga ingin mengaplikasikan ilmu fisika, mungkin dengan ngajar bimbel ato privat. Dia hanya mengangguk.

Kamu tahu, teman saya membeli kamus di Washington seharga 99 dolar Amerika, tapi saya membeli kamus yang sama, hanya berbeda di sampul depannya di Taipe hanya seharga 5 dolar Amerika. Buku lainnya di beli di London seharga 200 poundsterling, tapi harga di India hanya 50 rupee!!!. Dia bilang, dosennya di Belanda suatu saat pergi ke Cina untuk berlibur. Ternyata dosen beliau berlibur ke Cina untuk menghabiskan royaltinya.

Jadi, di negara-negara yang ingin rakyatnya maju, sangat ketat dalam mengawal pendidikan. Harga buku bisa sebegitu murah, namun bukan buku bajakan. Buku resmi, artinya pemerintah membayar royalti kepada penerbitnya. Selain itu harga kertas dan tinta yang luar biasa murah. Jadilah harga buku bisa sangat murah.

Negara seperti Cina menerapkan, penjulan buku yang ditulis oleh asing, hanya 10% keuntungan yang bisa di bawa keluar Cina, 90% royalti harus dihabiskan di Cina. Mangkanya dosen Om Jito yang orang Belanda itu pergi ke Cina untuk menghabiskan royaltinya yang tidak boleh dibawa keluar negri.

Kemudian perbincangan berlanjut ke masalah yang lain, yaitu masalah industri. Dia tanya, San, kamu tau ada 1 hal pokok yang menjadikan negara kita tertinggal dari negara lain dalam bidang industri. Kamu tahu apa itu? Aku jawab : kebijakan politik, inovasi, SDM, ato…. Ternyata saya masih salah. Dia jawab industri logam dasar dan industri kimia dasar kuncinya. Kita lihat, negara-negara yang maju pasti menguasai kedua industri tersebut.

Memang, pemerintahan memegang pernanan penting dalam 2 bidang tersbut. Bidang pendidikan dan bidang pengembangan industri. Tidak hanya dibutuhkan hanya orang pintar dalam pemerintahan, tetapi orang pintar yang ingin membangun negaranya dengan ikhlas.

Kamil, 29 Januari 2009

Next Page »