Dershane = tempat belajar
Yah, disinilah aku tinggal. Sudah 2 tahun lebih aku tinggal di dershane. Dershane pertama ku di Cikaso, masuknya lewat Katamso atau Supratman. Aku bisa tinggal di dershane ini karena ajakan Mamal, teman satu jurusan di Fisika. Sempat merasakan tinggal di Dershane di kawasan Bandung selatan, dan sekarang berlokasi di gg H Ridho II no 24 E Geger Kalong, Bandung. Dekat dengan UPI, NHI, dan FT Unpas.Dershane ini merupakan satu dari ratusan dershane lain yang tersebar di seluruh dunia.
Dershane ini seperti asrama seperti umumnya, namun yang membedakan adalah penghuni, dan program asrama. DI dershane yang terakhir, aku tinggal bersama Ibrahim (Turki, guru bahasa inggris), Yusuf (Turki, UPI sem 3), Resul (Turki, Unpas sem 1), Ghani (Magelang, ITB el03), Ade (Tasik, UPI sem3), Andre (Bekasi, UPI sem3). Sungguh luar biasa, kita dari latar belakang yang berbeda bisa bekerja sama dalam satu dershane.
Karena latar belakang yang berbeda, maka dalam keseharian kita, terkadang timbul hal-hal yang menarik. Misalnya bahasa. Di dershane, kita menggunakan bahasa Turki, Inggris, Indonesia, Sunda, dan kadang-kadang Jawa. Pernah juga tinggal di dersane, seorang Turki yang tidak bisa berbahasa Inggris, apalagi bahasa Indonesia. Jadilah kita berkomunikasi dengan beliau dengan bahasa Tarzan. Sesekali bingung dan kemudian kita tertawa bersama.
Agenda rutin kita adalah makan bersama setiap malam. Untuk makan bersama, kita bergantian piket untuk memasak makan malam. Jadi hampir setiap anggota dershane bisa masak. Sehingga ada banyolan di antara kita, kalau saja dibandingkan dengan mahasiswi-mahasiswi yang ngekos, pasti lebih jago kita dalam hal masak memasak nih. Udah banyak juga bukti yang menyatakan keahlian memasak kita, dari teman-teman fisika, Gamais, NF Mampang, tamu dari UI, UPI, UNPAD, mantan presiden KM, sampai-sampai tetangga kita yang berasal dari Somalia-pun pernah merasakan indahnya kebersamaan makan malam ini. (yah betul, kebetulah kita bertetangga dengan beberapa mahasiswa asal Somalia yang sedang kuliah di Unpas. Somalia merupakan salah satu negara di Afrika).
Untuk sarapan tidak rutin dilakukan, tergantung waktu dan kesiapan yang mendapat jatah piket. Kalaupun ada sarapan bersama, paling-paling hanya makan roti (he he he, belajar jadi orang bule ni), beli nasi kuning, lontong kari, ataupun bubur ayam. Namun kebersamaan lah yang menjadi kuncinya.
Agenda rutin lain yakni sholat berjamaah. Subhanallah, keberIslaman teman-teman di dershane patut diacungi jempol. KeberIslaman inilah yang kemudian bisa menyatukan kita. KeberIslaman inilah yang tetap membuat bertahan di dershane.