<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Tentang Mahasiswa ITB Yang Meninggal Karena Ospek</title>
	<atom:link href="http://bangkamil.wordpress.com/2009/02/13/tentang-mahasiswa-itb-yang-meninggal-karena-ospek/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bangkamil.wordpress.com/2009/02/13/tentang-mahasiswa-itb-yang-meninggal-karena-ospek/</link>
	<description>Bagaimana si Kamil bercerita tentang lingkungannya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Dec 2009 03:50:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: bangkamil</title>
		<link>http://bangkamil.wordpress.com/2009/02/13/tentang-mahasiswa-itb-yang-meninggal-karena-ospek/#comment-56</link>
		<dc:creator>bangkamil</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 02:58:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bangkamil.wordpress.com/?p=189#comment-56</guid>
		<description>Ya memang, kejadian ini merupakan tamparan keras pendidikan di Indonesia. Banyak pihak yang introspeksi atas kejadian ini.
Menurut saya pihak kampus ITB yang paling bertanggung jawab terhadap kejadian ini. Seharusnya mereka bisa lebih &quot;concern&quot; terhadap masalah kemahasiswaan, tidak hanya fokus terhadap masalah akademik seperti sekarang ini.
Memang, ini menjadi ujian berat bagi ITB yang akan menyongsong ulang tahun emasnya yang ke-50...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya memang, kejadian ini merupakan tamparan keras pendidikan di Indonesia. Banyak pihak yang introspeksi atas kejadian ini.<br />
Menurut saya pihak kampus ITB yang paling bertanggung jawab terhadap kejadian ini. Seharusnya mereka bisa lebih &#8220;concern&#8221; terhadap masalah kemahasiswaan, tidak hanya fokus terhadap masalah akademik seperti sekarang ini.<br />
Memang, ini menjadi ujian berat bagi ITB yang akan menyongsong ulang tahun emasnya yang ke-50&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bintangcomp</title>
		<link>http://bangkamil.wordpress.com/2009/02/13/tentang-mahasiswa-itb-yang-meninggal-karena-ospek/#comment-54</link>
		<dc:creator>bintangcomp</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 02:10:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bangkamil.wordpress.com/?p=189#comment-54</guid>
		<description>ATAS NAMA PENDIDIKAN

Putih kapas dapat dilihat, putih hati berkeadaan. Demikianlah keadaanku kini, terbujur kaku di pusaran pembaringan dengan taburan do’a di atasnya. Ya.. memang… aku telah mati!! aku harap… Janganlah engkau terkejut karenanya… aku adalah mayat korban kekerasan atas nama pendidikan.

Tahun 2008… aku putuskan untuk memulai perjalanan panjangku. Teknik Geodesi ITB menjadi pijakan utamaku. ITB.. salah satu Universitas besar… Impianku, ku mulai dari sana. 

Berjuta harapan dan terpaung jelas di kampus itu, menjadi orang besar di Indonesia… Menjadi orang berguna. Tujuanku satu, dapat mengarungi maghligai bahagia di masa mendatang.

Setelah beberapa lama…

Rencana tinggalah rencana. Semua sia-sia belaka… Kala ku tahu kekerasan menjadi legalitas disana. Dengan sangat terpaksa, satu persatu mimpi indahku terpaksa ku tanggalkan. Mimpiku membuatku terluka. Mimpiku membuat aku menderita. Aku kecewa… kecewa… sungguh kecewa…

Di ITB, aku hanyalah sansak hidup yang berada dalam arena tinju pendidikan Universitas. Mereka bebas menamparku, meraka bebas menginjakku, mereka bebas memukulku, mereka meludahiku… mereka bebas melakukan kekerasan… semua demi nama pendidikan…

Feb 2009… dengan berat hati, aku mengakhiri perjalananku. Ku tutup mataku… Ku hembuskan nafas terakhirku… Karena pendidikan mengajarkan kekarasan. 

sumber:http://www.asyiknyaduniakita.blogspot.com/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ATAS NAMA PENDIDIKAN</p>
<p>Putih kapas dapat dilihat, putih hati berkeadaan. Demikianlah keadaanku kini, terbujur kaku di pusaran pembaringan dengan taburan do’a di atasnya. Ya.. memang… aku telah mati!! aku harap… Janganlah engkau terkejut karenanya… aku adalah mayat korban kekerasan atas nama pendidikan.</p>
<p>Tahun 2008… aku putuskan untuk memulai perjalanan panjangku. Teknik Geodesi ITB menjadi pijakan utamaku. ITB.. salah satu Universitas besar… Impianku, ku mulai dari sana. </p>
<p>Berjuta harapan dan terpaung jelas di kampus itu, menjadi orang besar di Indonesia… Menjadi orang berguna. Tujuanku satu, dapat mengarungi maghligai bahagia di masa mendatang.</p>
<p>Setelah beberapa lama…</p>
<p>Rencana tinggalah rencana. Semua sia-sia belaka… Kala ku tahu kekerasan menjadi legalitas disana. Dengan sangat terpaksa, satu persatu mimpi indahku terpaksa ku tanggalkan. Mimpiku membuatku terluka. Mimpiku membuat aku menderita. Aku kecewa… kecewa… sungguh kecewa…</p>
<p>Di ITB, aku hanyalah sansak hidup yang berada dalam arena tinju pendidikan Universitas. Mereka bebas menamparku, meraka bebas menginjakku, mereka bebas memukulku, mereka meludahiku… mereka bebas melakukan kekerasan… semua demi nama pendidikan…</p>
<p>Feb 2009… dengan berat hati, aku mengakhiri perjalananku. Ku tutup mataku… Ku hembuskan nafas terakhirku… Karena pendidikan mengajarkan kekarasan. </p>
<p>sumber:http://www.asyiknyaduniakita.blogspot.com/</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: iBnu</title>
		<link>http://bangkamil.wordpress.com/2009/02/13/tentang-mahasiswa-itb-yang-meninggal-karena-ospek/#comment-53</link>
		<dc:creator>iBnu</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 01:33:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bangkamil.wordpress.com/?p=189#comment-53</guid>
		<description>ATAS NAMA PENDIDIKAN
Putih kapas dapat dilihat, putih hati berkeadaan. Demikianlah keadaanku kini, terbujur kaku di pusaran pembaringan dengan taburan do&#039;a di atasnya. Ya.. memang... aku telah mati!! aku harap... Janganlah engkau terkejut karenanya... aku adalah mayat korban kekerasan atas nama pendidikan.


Tahun 2008... aku putuskan untuk memulai perjalanan panjangku. Teknik Geodesi ITB menjadi pijakan utamaku. ITB.. salah satu Universitas besar... Impianku, ku mulai dari sana.


Berjuta harapan dan terpaung jelas di kampus itu, menjadi orang besar di Indonesia... Menjadi orang berguna. Tujuanku satu, dapat mengarungi maghligai bahagia di masa mendatang.


Setelah beberapa lama...

Rencana tinggalah rencana. Semua sia-sia belaka... Kala ku tahu kekerasan menjadi legalitas disana. Dengan sangat terpaksa, satu persatu mimpi indahku terpaksa ku tanggalkan. Mimpiku membuatku terluka. Mimpiku membuat aku menderita. Aku kecewa... kecewa... sungguh kecewa...

Di ITB, aku hanyalah sansak hidup yang berada dalam arena tinju pendidikan Universitas. Mereka bebas menamparku, meraka bebas menginjakku, mereka bebas memukulku, mereka meludahiku... mereka bebas melakukan kekerasan... semua demi nama pendidikan...


Feb 2009... dengan berat hati, aku mengakhiri perjalananku. Ku tutup mataku... Ku hembuskan nafas terakhirku... Karena pendidikan mengajarkan kekerasan. 


sumber: http://www.asyiknyaduniakita.blogspot.com/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ATAS NAMA PENDIDIKAN<br />
Putih kapas dapat dilihat, putih hati berkeadaan. Demikianlah keadaanku kini, terbujur kaku di pusaran pembaringan dengan taburan do&#8217;a di atasnya. Ya.. memang&#8230; aku telah mati!! aku harap&#8230; Janganlah engkau terkejut karenanya&#8230; aku adalah mayat korban kekerasan atas nama pendidikan.</p>
<p>Tahun 2008&#8230; aku putuskan untuk memulai perjalanan panjangku. Teknik Geodesi ITB menjadi pijakan utamaku. ITB.. salah satu Universitas besar&#8230; Impianku, ku mulai dari sana.</p>
<p>Berjuta harapan dan terpaung jelas di kampus itu, menjadi orang besar di Indonesia&#8230; Menjadi orang berguna. Tujuanku satu, dapat mengarungi maghligai bahagia di masa mendatang.</p>
<p>Setelah beberapa lama&#8230;</p>
<p>Rencana tinggalah rencana. Semua sia-sia belaka&#8230; Kala ku tahu kekerasan menjadi legalitas disana. Dengan sangat terpaksa, satu persatu mimpi indahku terpaksa ku tanggalkan. Mimpiku membuatku terluka. Mimpiku membuat aku menderita. Aku kecewa&#8230; kecewa&#8230; sungguh kecewa&#8230;</p>
<p>Di ITB, aku hanyalah sansak hidup yang berada dalam arena tinju pendidikan Universitas. Mereka bebas menamparku, meraka bebas menginjakku, mereka bebas memukulku, mereka meludahiku&#8230; mereka bebas melakukan kekerasan&#8230; semua demi nama pendidikan&#8230;</p>
<p>Feb 2009&#8230; dengan berat hati, aku mengakhiri perjalananku. Ku tutup mataku&#8230; Ku hembuskan nafas terakhirku&#8230; Karena pendidikan mengajarkan kekerasan. </p>
<p>sumber: <a href="http://www.asyiknyaduniakita.blogspot.com/" rel="nofollow">http://www.asyiknyaduniakita.blogspot.com/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
