Menjelang pemilu, banyak parpol mengumbar janji-janji manis. Begitu pula dengan para calon presiden. Kali ini, saya mengajak kawan-kawan tuk melihat janji-janji capres terhadap penggunaan energi nuklir.
Di bawah beberapa berita terkait dengan pernyataan para calon presiden terhadap kemungkinan penggunaan PLTN sebagai sumber energi..
Pak Jusuf Kalla ternyata menolak penggunaan nuklir
(http://pemilu.antara.co.id/view/?tl=kalla-golkar-tak-setuju-kembangkan-energi-nuklir&id=1234774784 , http://www.tekmira.esdm.go.id/currentissues/?p=1693 )
Begitu pula dengan Pak SBY
(http://www.detiknews.com/read/2009/04/05/110012/1110409/10/kampanye-ala-obama-sby,-blt-&-nuklir-jadi-bahan-pertanyaan , http://www.republika.co.id/berita/42174/Listrik_Nuklir_Pilihan_Terakhir )
Sama juga dengan Pak Prabowo, yang menganggap opsi nuklir bukan pilihan yang utama dalam memecahkan masalah energi di Indonesia
(http://www.mail-archive.com/forum-pembaca-kompas@yahoogroups.com/msg70324.html )
Malahan Gus Dur sempat tertidur ketika PM Korea Selatan menawarkan nuklir.
Melihat berita-berita di atas, tampaknya para calon pemimpin bangsa kita belum terlalu serius dalam mengambil opsi penggunaan reaktor nuklir sebagai salah satu sumber energi yang baik untuk pemenuhan kebutuhan energi di Indonesia, paling tidak untuk 5 tahun mendatang.
Sampai kapan kita menunggu para pemimpin ini sadar bahwa reaktor nuklir ini merupakan sumber energi yang memiliki daya yang besar dan sangatlah aman. Tidak ada negara maju yang tidak menggunakan nuklir sebagai sumber energinya.
Sampai kapan teman-temanku yang sudah bersusah payah riset tentang nuklir, bahkan banyak yang sampai ke luar negri sana harus gigit jari ketika pulang ke Indonesia belum mendapatkan kepastian pekerjaan karena PLTN nya belum ada… (he he he, asli paragraph yg ini Cuma becanda lho peace ^_^.)
Salam
Kamil
April 12, 2009 at 8:18 am
jadi .. nuklir apa sembako??
April 12, 2009 at 11:06 pm
Both of them Teh..
Masih mencari jati diri nih..
April 15, 2009 at 11:31 am
nuklir aja…
May 2, 2009 at 1:32 pm
“Sampai kapan kita menunggu para pemimpin ini sadar…”
Why do we have to wait?
Why don’t we just take the lead of our great nation? no need to worry of them, simply replace their position.. =D
May 5, 2009 at 9:23 am
Iya bos.. Tunggulah beberapa tahun lagi, sehingga aye jadi pejabat he he he