Dalam suatu kisah terdapat dua orang yang telah dipastikan masuk surga setelah melalui proses penimbangan amal-amal perbuatannya di dunia. Orang yang satu adalah seorang pengemudi metromini sedangkan yang satunya lagi adalah seorang juru ceramah.
Malaikat pun mula-mula bertanya kepada pengemudi metromini,”Sewaktu di dunia bapak bekerja sebagai apa ?”. “Saya seorang pengemudi metromini, pak”, jawab si pengemudi tersebut. Tak lama kemudian, malaikat pun mempersilahkan pengemudi tersebut memasuki suatu ruangan yang di dalamnya berisi peralatan dapur terbuat dari emas dengan aneka makanan di dalamnya.
Setelah itu, malaikat bertanya kepada juru ceramah,”Apa pekerjaan bapak di dunia ?”.”Saya seorang juru ceramah, pak”, jawab si juru ceramah tersebut. Tak lama kemudian, malaikat pun mempersilahkan pengemudi tersebut memasuki suatu ruangan yang di dalamnya berisi peralatan dapur terbuat dari kayu dengan aneka makanan di dalamnya.
Si juru ceramah itu lalu protes kepada malaikat. “Pak, mengapa saya yang juru ceramah kok mendapatkan peralatan dapur terbuat dari kayu sedangkan sopir metromini itu mendapatkan peralatan dapur terbuat dari emas”, protesnya.
Dengan tenang malaikat pun menjawab,” Sabar dulu pak, biar saya jelaskan terlebih dulu”. Bapak mendapatkan peralatan dapur dari kayu karena ketika memberikan ceramah, bapak membuat orang tertidur sehingga membuat lupa banyak orang akan Tuhannya. Sedangkan sopir metromini tersebut mendapatkan peralatan dari emas karena ketika ia mengendarai metromini dengan sangat kebutnya, ia telah membuat para penumpang di dalamnya berdo’a kepada Tuhannya agar selamat.”
June 17, 2009 at 7:53 pm
lucu, tp juga miris. padahal banyak juga penceramah yang kreatif n menarik
June 25, 2009 at 8:59 am
sepakat teh..
August 5, 2009 at 11:46 am
Hihihi, kreatif sekali Mil. Sisi lain dari realitas emang menarik