my story


Sepenggal kisah hidupku dilalui dengan mengeyam di salah satu SMA favorit di bilangan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ya tepat, SMA 28. Lulus dari SMP 41, seperti pindahan sekolah, kamipun pindah ke SMA 28.

Ketika itu SMA 28 mempunyai peringkat yang cukup baik, yah, bisa dibilang salah satu unggulan Jakarta Selatan. Namun kini katanya, SMA 28 ini termasuk salah satu SMA unggulan Jakarta. Orang-orang pandai berebut ingin masuk sekolah ini. Bersyukurlah kala itu aku bisa menjadi bagian dari SMA favorit ini.

Di 28, aku mulai mengenal aktivitas luar akademik. Aku bergabung dengan ekstrakulikuler OSIS, dan ROHIS. Di situ aku di tempa menjdi seorang yang mempunyai skill leadership, kerjasama, dan mulai memiliki visi untuk menempuh kehidupan selanjutnya.

Cukup menyenangkan sekolah di SMA 28, teman-teman yang asik, berkomitmen, serta selalu ringan tangan untuk membantu. Pun dengan guru-guru yang selalu welcome terhadap murid-muridnya. Mungkin faktor itulah yang menjadikan sekolah kami menjadi sekolah favorit, dan bisa menjadi unggulan.

Kelas 3 adalah saat-saat fokus terhadap pelajaran, maklum saja, inilah momen yang paling menenetukan masa depan hidup kami. Kami berjuang sepenuh hati belajar, mengejar ketertinggalan/mengulang pelajaran untuk menghadapi ujian masuk perguruan tinggi negri.

Alhamdulillah aku akhirnya keterima di ITB, yang kata orang Institut Terbaik Bangsa, ya, walaupun namanya sedikit tercoreng dengan kasus meninggalnya salah satu mahasiswa karena OSPEK, tapi toh tetap tidak menyurutkan kebanggaan ku terhadap ITB!!

Back to topic, aku mau cerita tentang keunikan atau suatu kebetulan. Pernah suatu ketika, aku di utus oleh GAMAIS ITB ke suatu acara di Samarinda, Kalimantan Timur. Aku menjadi moderator suatu seminar. Ketika membaca biodata orang tersebut, ternyata beliau alumni SMA 28. Bayangkan, betapa senangnya bertemu dengan alumni 28, di luar pulau Jawa, dan kita duduk bersama mengisi suatu seminar.

Cerita lain, aku pernah jadi relawan kemanusiaan di Jogja pasca kejadian gempa Jogja. Kita akan mengadakan pengobatan gratis, kita undanglah teman-teman kedokteran UNS yang tergabung dalam Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI). Lagi-lagi, ternyata salah satu dokternya alumni 28. Senang sekali bisa ketemu dengan pa dokter di Jogja yang ternyata satu almamater SMA.

Tidak lama setelah lulus kuliah, setelah gagal keterima di suatu lembaga penelitian, dan belum berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah, aku memutuskan untuk memulai usaha. Aku dikenalkan oleh ayahku dengan salah seorang temannya yang berprofesi sebagai dosen hukum di UI untuk menjadi rekan usaha. Setalah ngobrol panjang, ternyata orang itu juga alumni 28. Wah, kaget juga mendengarnya. Beliau sempat cerita, bahwa beliau merupakan salah satu angkatan ketiga di SMA 28. Kala itu SMA 28 benar-benar seperti di hutan. Di sekeliling sekolah merupakan kebon penelitian Dept Pertanian. Masih sepi sekali. Itu sekitar tahun 73an.. (he he he, jadul bangetlah)

Sekarang aku mulai mengembangkan usaha. Ayahku lagi-lagi mengenalkanku ke salah seorang temannya, pemilik suatu warung sederhana di daerah Ciganjur. Lagi-lagi kaget, setelah ngobrol macam-macam, ternyata beliau juga alumni 28..

Memang benar pribahasa, dunia tidak selebar daun kelor. Kita tidak pernah bertemu sebelumnya, tiba-tiba bisa menjadi akrab. Ya, salah satunya karena kita satu almamater, alumni SMA 28 tercinta.

Kamil

16 Februari 2009

Bismillah..

Tulisan ini sudah di upload pula di facebook.

Cerita kehidupan 1

Beberapa waktu yang lalu, aku bertandang ke tempat bu Yuni. Bu Yuni ini anak seorang letkol, yang menghabiskan masa kecil di jalan Cendana, yah, mungkin tetangganya Pa Harto lah. Kemudian sempat mengenyam pendidikan di Amerika selama sekitar 17 tahun. Mempunyai suami tentara juga (ga tau deh pangkatnya apaan), serta 3 anak yang sudah pada menikah.

Kegiatan beliau sekarang mengelola sebuah yayasan di rumahnya di bilangan Cilandak. Yayasan tersebut bernama Merah Putih, bergerak di bidang pendidikan tuk anak-anak kurang mampu. Banyak juga murid-muridnya, sampai ratusan. Selain membina murid-murid yang putus sekolah, gelandangan, pengamen, sampai psk, yayasan tersebut juga sering membina keluarganya, dan mengadakan pengobatan gratis. Bahkan konser kemanusiaan pun digelar. Tanggal 8 Februari nanti, beliau bekerja sama dengan beberapa artis ibukota kan menggelar konsernya di tempat Dik Doang… Salut untuk Ibu Yuni dan keluarga. Beliau juga menawarkan bagi teman-teman yang memiliki waktu luang untuk dapat berpartisipasi. Macem-macem deh solusinya.

Selain hal tersebut, Bu Yuni menyampaikan 2 pesan yang menarik untuk diperhatikan. Pesan pertama, bahwa dengan berbuat baik kepada dhuafa, maka yakinlah ALLAH akan senantiasa memberikan keberkahan dalam kehidupan, rizki yang berlimpah, dan kebahagiaan yang tiada tara. Tidak mungkin ALLAH akan pelit terhadap hambaNya yang dermawan. Tidak bisa menyumbangkan harta, ya sumbanglah tenaga. Seperti dalam surat At Taubah 41: Dan berjihadlah di Jalan ALLAH dengan harta dan jiwamu.

Kemudian pembicaraan berlanjut ke masalah rumah tangga. Dia berkata, kamu kalau mencari istri ambillah 2 syarat, berjiwa sosial dan sayang kepada ibumu. (Tentunya ini diluar yang 4 itu loh, Agamanya, Keturunannya, Hartanya, dan Kecantikannya). Kemudian beliau menjelaskan. Seseorang yang berjiwa sosial, dia pasti dermawan. Dia akan paham kalau kamu banyak aktivitas di luar menjalani kegiatan-kegiatan sosial.

Syarat kedua adalah dia mencintai ibumu, sama seperti mencintai ibunya. Kenapa seperti itu? Karena itulah salah satu kunci dari rumah tangga. Karena ibumu yang akan menasihati kamu, dan kamu pasti menurut sama ibumu. Misal: Kamu dan istrimu sedang bermasalah, dan mungkin menuju perpisahan. Kalau ibumu sayang terhadap istrimu, pasti ibumu akan membela supaya rumah tanggamu tetap langgeng, tetapi kebalikannya kalau ibumu tidak suka dengan istrimu, maka yakinlah ibumu tidak akan ikut campur.

Ini adalah tentang ilmu kehidupan. Ilmu yang tidak akan didapatkan di sekolah atau pendidikan formal..Semoga bermanfaat

Kamil, 28 Januari 2009

————————————————————————————————————————–

Cerita kehidupan II

Baru saja tadi siang aku bertemu dengan Bapak Sarjito, aku memanggil beliau Om Jito. Dia teman baik ayahku semasa kuliah hingga sekarang. Beliau seorang dosen UI yang cukup idealis, dan tergolong nyentrik. Pernah kuliah di Belanda, berlatang belakang nasio, mobilnya mobil jaman dulu, mungkin mobil tahun 80an, rumahnya membelakangi jalan utama, halamannya sering dilalui orang yang lalu lalang, karena tidak berpagar dan itu merupakan jalan potong..

Tujuanku datang ke sana untuk berbicara masalah bisnis, bisnis telur. Namun aku tidak akan berbicara telur disini. Yang aku bicarakan adalah tentang pembicaraan kami sebelum dan setelah perbincangan tentang bisnis telur.

Diawal perbincangan, setelah memperkenalkan dirinya (seperti yang diatas aku tulis), dia bertanya kepadaku. San, apa cita-citamu? Aku jawab: Sekarang aku ingin belajar berwirausaha Om, tapi selain itu juga ingin mengaplikasikan ilmu fisika, mungkin dengan ngajar bimbel ato privat. Dia hanya mengangguk.

Kamu tahu, teman saya membeli kamus di Washington seharga 99 dolar Amerika, tapi saya membeli kamus yang sama, hanya berbeda di sampul depannya di Taipe hanya seharga 5 dolar Amerika. Buku lainnya di beli di London seharga 200 poundsterling, tapi harga di India hanya 50 rupee!!!. Dia bilang, dosennya di Belanda suatu saat pergi ke Cina untuk berlibur. Ternyata dosen beliau berlibur ke Cina untuk menghabiskan royaltinya.

Jadi, di negara-negara yang ingin rakyatnya maju, sangat ketat dalam mengawal pendidikan. Harga buku bisa sebegitu murah, namun bukan buku bajakan. Buku resmi, artinya pemerintah membayar royalti kepada penerbitnya. Selain itu harga kertas dan tinta yang luar biasa murah. Jadilah harga buku bisa sangat murah.

Negara seperti Cina menerapkan, penjulan buku yang ditulis oleh asing, hanya 10% keuntungan yang bisa di bawa keluar Cina, 90% royalti harus dihabiskan di Cina. Mangkanya dosen Om Jito yang orang Belanda itu pergi ke Cina untuk menghabiskan royaltinya yang tidak boleh dibawa keluar negri.

Kemudian perbincangan berlanjut ke masalah yang lain, yaitu masalah industri. Dia tanya, San, kamu tau ada 1 hal pokok yang menjadikan negara kita tertinggal dari negara lain dalam bidang industri. Kamu tahu apa itu? Aku jawab : kebijakan politik, inovasi, SDM, ato…. Ternyata saya masih salah. Dia jawab industri logam dasar dan industri kimia dasar kuncinya. Kita lihat, negara-negara yang maju pasti menguasai kedua industri tersebut.

Memang, pemerintahan memegang pernanan penting dalam 2 bidang tersbut. Bidang pendidikan dan bidang pengembangan industri. Tidak hanya dibutuhkan hanya orang pintar dalam pemerintahan, tetapi orang pintar yang ingin membangun negaranya dengan ikhlas.

Kamil, 29 Januari 2009

Final Project

Almost more than 2 months, I stayed almost all of my live in my lovely Lab. It’s call Nuclear And Biophysics Laboratory. My research is about Designing High Temperature Engineering Test Reactor With Plutonium And Minor Actinide As Fuel. I used SRAC-Citation code to calculate neutronic aspect of that reactor.

Presentation

Alhamdulillah, my final project was finished on time. End the end of the final project, I presented my final project on September, 26. There was my supervisor, 2 examiner and my friends in the room. I was sleeped at the night before presentation because it was too tired. I just had little practice in the morning. Just do the best as I can!!

That was unforgettable moment. I felt very happy after finished the presentation. It was Ramadhan, 27. My first target was finished, and the next target was finished my quran reading on that Ramadhan. That day, I only read until juz 15.  Alhamdulillah, until the end of Ramadhan, I finished reading quran until juz 30.

Graduation Day

Graduation day on October, 25.  In my campus, there are a big ceremony in each graduation day.

To Be Continued, with picture..

Yang biasanya ada di acara “tujuh belasan”

Upacara bendera

Beragam atribut merah putih

Lomba balap karung

Lomba panjat pinang

Lomba gotong istri

Lomba makan telor

Yang pasti, Lomba Makan Kerupuk

Alhamdulillah sudah terlaksana daurah nyetiriah untuk pekan ke-1. Ada sekitar 5 peserta yang ikutan dalam kegiatan ini, dan 2 orang trainer. Mangga aja bagi rekan-rekan yang ingin bergabung dalam daurah ini, silahkan langsung menghubungi saya.

Berikut dilampirkan pula petunjuk singkat bagaimana mengendarai mobil.

Kamil

belajar-mobil_kamil_erry

Belakangan ini sibuk dengan Tugas Akhir, tentang pemodelan Reaktor Nuklir Tipe Very High Temperature Reactor. Tipe ini merupakan salah satu tipe reactor masa depan. Para ahli Nuklir menyebutnya Gen-IV reactor. (akan dibahas lebih lanjut)

Kesibukan lain yaitu Pilwakot Kota Bandung. Ada 3 calon yang bertanding di Pilwakot kali ini. Pasangan Dr Taufikurahman-Deni Triesnahadi (TRENDI), pasangan Dada Rosada-Ayi Vivananda (DaI), dan Hudaya-Nahadi (HADI). Pasangan TRENDI diusung oleh PKS, koalisi sapu lidi, ormas Islam, ormas Lingkungan, dan dan organisasi kepemudaan. DaI diusung oleh Golkar,dan PDI-P. HADI mengusung jalur independent. Pertarungan walikota cukup seru.. Rame lah.. Jadilah aku menjadi bagian kecil yang terlibat di dalamnya.

Terakhir sibuk dalam perencanaan bisnis. Beberapa yang sedang di garap bersama teman-teman adalah bagaimana pengolahan limbah batubara. Limbah ini merupakan limbah B3 yang berbahaya bagi lingkungan, tapi ternyata memiliki nilai jual yang lumayan. Bisnis lain yakni menggarap tour bagi anak-anak SMU-SMP. Mudah-mudahan akhir Agustus konsepnya dah beres, dan bisa ditawarkan kepada sekolah-sekolah. Bisnis lain? Masih dalam bayangan, diantaranya jual beli mobil, properti, dsb..

Harapanku :

- Lulus kuliah tahun ini dengan ipk 3,0…

- Bisa menjalankan bisnis yang sudah dirancang

- Olahraga semakin teratur

- Menjaga pola makan sehat

- Menikah, hm… belumlah..

Yah, aku ingin segera lulus dari kampus tercinta. sudah lama rasanya aku ini kuliah. Hampir 5 tahun. Memang belum berapa lama di banding teman-teman aktivis jaman dulu yang bisa kuliah sampai 8 – 10 tahun. Zaman udah berubah cing…

Hampir tiap malem nginep di lab. Ngerjain tugas, skripsi, ngerunning program, chating, liat2 blog orang.. Yah kerjaan hampir rutin.. Gile man, hampir tiap hari di depan komputer lebih dari 12 jam.. Semoga bisa beres, dan diberi kemudahan. Semoga juga ilmunya bermanfaat, baik bagi diri, temen2 lab, nusa dan bangsa.. Amin..

Aku punya impian bisa membangun bisnis bersama rekan-rekan.. Yang sudah akan jalan tour.. Yang sedang di rancang AC. Mimpi ke depan bisnis teknologi, agri industri, dan properti.

Menjaga kesehatan tampak menjadi harapan yang baru. Tingkat stress yang tinggi. Kebiasaan buruk, tidur sembarangan, dll harus diimbangi dengan olahraga teratur. Aku ingin tetap bugar dan fit hingga tua. Aku ingin tidak lagi banyak penyakit dalam tubuhku.. Jalan pagi, berenang, sesekali futsal adalah pilihan tepat.

Makan teratur, tidak terlalu banyak, tidak terlalu sedikit. Jaga kolesterol.  hm.. tampaknya aku dah overweight.. hayo kamil, jaga makanmu!! Inget, kamu dah pernah tipes lebih dari 5 kali, maag, bahkan sampai operasi usus buntu..

Menikah… ha ha ha… ini isu sensitif. Hampir tiap saat, entah di lab, entah di salman, entah di asrama, entah ketemu temen baru, temen lama, entah ketemu sodara, entah ketemu dosen, entah dll… selalu berbicara masalah menikah..

Ayah bilang, hidupmu masih panjang. Tundalah menikah barang 2-3 tahun. Berkaryalah dulu. Bersenang-senanglah dulu.. Nanti kalau sudah punya “buntut” bakalan repot.. Ngurus istri, ngurus anak. belum lagi kalo anaknya bandel he he he…

Ya ALLAH, berilah aku kemudahan dalam setiap gerak dan langkahku. berilah aku petunjuk supaya dapat menjalani hidup ini tanpa salah arah. Pease..

Nulis, sambil ngerjain Tugas Manajemen Proyek (in English), sama skripsi yang entah kapan selesainya.

Kamil, Lab Nuklir.. 00.53. 26 Mei 2008

Assalamu’alaikum ya Akhi ya Ukhti…

Assalamu’alaikum ya Akhi ya Ukhti 2X

Salam-salam hai saudaraku, 

smoga Allah merahmatimu

Salam-salam wahai semua,

smoga hidup jadi bahagia

(Penggalan lagu Opick, Assalamu’alaikum..)

Hari mingu pagi yang cerah, setelah sholat subuh, ngaji, mataku masih tertuju pada laptop. Maklumlah, sudah harus mengejar Tugas Akhir untuk segera menjadi Sarjana ITB. Insya Allah. Topik bahasan masih sama, yakni tentang reaktor nuklir. Pemodelan salah satu jenis reaktor nuklir dengan bahan bakar limbah nuklir. Waktu kali ini sudah menunjukkan pukul 07.15. Aku ada janji dengan salah satu rekanku, Bu Yanti, mahasiswi S3 di Fisika. Dia satu lab denganku di Nuclear Reactor Physics Laboratory. Janji yang ku maksud adalah mengajarkan anaknya berenang. Iya berenang. Salah satu aktivitas yang rutin kulakukan beberapa saat terakhir ini untuk tetap menjaga kebugaranku.  

Dengan menggunakan kendaraan umum, tanpa mandi dahulu –ya iyalah, namanya juga mau berenang, mandi di kolam aja- langsung berangkat dengan membawa perlengkapan seadanya. Angkot Caheum-Ledeng dengan lincahnya membelah jalan setiabudi. Dan pukul 8 kurang 10 pun aku sudah berada di depan kolam renang Sabuga. Ternyata bu Yanti dan anaknya belum kunjung datang.   Wah, sudah lama juga aku tidak datang ke sabuga di hari Ahad. Biasanya berenang hari Sabtu atau hari biasa. Rame sekali. Lapangan lari penuh dengan orang yang berlari atau sekedar berjalan ria. Di tengah lapangan tampak anak-anak klub berlatih sepak bola. Di pinggir lapangan ada panggung yang diisi hiburan yang di sponsori oleh salah satu minuman pembangkit tenaga. Ramelah pokoknya.  Jam 10 lewat sedikit aku bertemu dengan bu Yanti, suaminya, dan anaknya. Ijlal, atau Jilal ya… (lupa euy, besok tanya lagi deh). Langsung aja ke kolam renang. Dasar anak-anak, begitu sampai kolam renang langsung menuju kolam dalam. Hampir aja dia nyebur. Bisa berabe tuh.  Di Sabuga ada kolam untuk anak-anak, jadi lah latihan pertama kita, yaitu berani dengan air.. Ternyata si Ijal bisa ga takut sama sekali dengan air. Pelajaran kedua mengambang dan menyelam.. Emang ga mudah ya ngajarin anak-anak. Butuh kesabaran yang tinggi. Anak-anak itu banyak maunya, tapi giliran dah diturutin. Itu anak malah ga mau.. (mungkin kita juga gitu ya waktu anak-anak he he he…)    

Selama lebih dari 30 menit si Ijal belajar berenang. Yah lumayan lah, sedikit-sedikit sudah mulai bisa ngambang dan nyelam. Si Ijal ga bisa terlalu lama berenang, karena memang dingin banget. Dia udah pelukan aja ama ayahnya, kedinginan..   Pelajaran berenang pertama kali akhirnya selesai juga. Selesai ngajarin si Ijal ngambang sama nyelem, aku pun melanjutkan berenang dengan mengitari beberapa kali kolam renang besar dengan berbagai macam gaya, mulai dari gaya katak, bebas, punggung, sampai kupu-kupu. Untuk yang terakhir ini masih dalam tahap belajar. Si Ijal masih memperhatikanku untuk beberapa saat, sampai tampaknya dia sudah terlalu capai dan akhirnya pulang. Kamipun sepakat untuk bertemu kembali pekan depan.  Berenang bagiku sudah merupakan hobi yang tidak bisa dilepaskan. Bukannya tidak suka dengan olahraga lain, seperti futsal, lari, atau yang lainnya. Tapi berenang inilah yang paling aku sukai sejak kecil. Untung saja aku masih cinta berenang, kalau enggak aku sudah tidak akan olahraga lagi deh. 

Berenang selain untuk olahraga, menggerakkan seluruh otot dan persendian, juga untuk melepaskan penat dalam aktivitas sehari-hari. Setelah berenang biasanya akan merasakan segar yang luar biasa pada tubuh. Juga pada otak. Lumayan bisa menghilangkan stress ketika mengerjakan TA he he he..   Emang benar kata Rasul, Ajarkan anakmu Memanah, Berkuda, dan Berenang. Dengan menguasai salah satu saja dari yang di atas, akan banyak memberikan manfaat bagi diri maupun orang lain..

 
Salam

Kamil

 

Ps: yg mau ikutan belajar renang tinggal japri aja ya

kolam-renang.jpg

Senin (18/2/08) pagi, dengan diantar dengan kedua orang tua aku diantar menuju salah satu point Baraya travel di daerah Melawai. Baraya travel memang terkenal dengan travel Bandung-Jakarta yang paling murah. Cuma 35 ribu. Lumayanlah buat kantong mahasiswa. Bahkan beberapa bus pun harganya lebih mahal dari travel ini. Harga yang murah bukan berarti pelayanan tidak memuaskan. Yah memang, kenyamanan dalam kendaraan akan berbeda dengan travel lain yang harganya 50-60 ribu.

Mobil yang aku tumpangi berangkat pukul 06.30. On time. Sebelum jalan aku sempat berdoa dalam untuk keselamatan perjalanan dan doa tidur. Maklumlah, dalam perjalanan jauh seperti ini, apalagi tidak jadi pengemudi biasanya tidur sepanjang perjalanan. Perjalan mobil seperti biasa. Masuk tol dalam kota kemudian tol cikampek. Di KM 57 sempat isi solar, dan beberapa penumpang pergi ke toilet untuk menyelesaikan urusannya masing-masing.

Perjalanan pun dilanjutkan. Tidak jauh dari tempat peristirahatan, mobil kami berbelok ke arah kiri, ke arah Bandung menuju tol Purbalenyi (Cipularang). Saat itu memang terjadi hujan, tidak gerimis, namun tidak juga terlalu lebat. Penumpang di sebelah kanan dan kiri tampak tertidur. Mungkin juga penumpang yang lain tidak begitu memperhatikan jalan. Aku belum sempat tertidur saat itu. Masih asik memikirkan tugas kuantum dan tugas akhir yang tak kunjung selesai.

Sekitar KM 77 tiba-tiba mobil di depan kami kehilangan kendali. Mobil tersebut slip, kemudian berputar 900 dan menghantam pagar pembatas. Mobil tersebut tepat melintang di depan mobil. Saat itu juga aku berpikir pasti akan terjadi kecelakaan. Kuambil posisi bersiap-siap, pasang kuda-kuda, memejamkan mata, berdoa, dan bertahlil.

Aku sempat berfikir, apabila aku meninggal sekarang, maka aku harus ikhlas. Yang aku ingat, aku hanya bisa berucap Tahlil dan pasrah apapun yang terjadi.

Duarrrr….Ssssrrttt…..

Benarlah apa yang kuperkirakan. Alhamdulillah aku masih bisa melihat. Suasana agak kacau. Orang di samping kananku baru saja sadar dari tidurnya. Orang di samping kiri sudah turun dari mobil. Ternyata aku masih dapat berdiri. Aku ikut keluar kendaraan. Kulihat kendaraan kami sudah menabrak sedan tersebut. Dan kudengar orang minta tolong dari dalam sedan itu.
Beberapa mobil berhenti untuk ikut menolong. Saat itu juga aku dengan beberapa orang terebut berusaha untuk mengeluarkan penumpang dan pengemudi sedan. Menarik, mendorong, dan merusak bagian-bagian mobil kami lakukan. Akhirnya penumpang sedan masih dapat di keluarkan dan kemudian di bawa menggunakan mobil pribadi yang berhasil kami stop.

Masih satu pengemudi yang terhimpit kendaraan. Dia tidak bisa kami keluarkan karena posisinya yang sulit. Ternyata pengemudi itu berpangkat kolonel. Tampaknya posisinya sangat sulit dikeluarkan, dan dia perlahan-lahan menghembuskan napas yang terakhir.

Jasa marga, mulai datang. Tak lama kemudian polisi dan ambulan pun datang. Saat itu sudah mulai tenang. Aku kembali ke mobil untuk mencari kaca mata, dan handphone yang terpental entah kemana. Alhamdulillah kedua barang tersebut diketemukan oleh penumpang di kananku yang baru saja bangun. Tampak dia shock sekali dengan kejadian ini.

Kondisi sedannya ini cukup mengerikan. Kaca depan, kaca samping pecah. Airbag sepertinya juga pecah. Bagian kanan sedan yang rusak parah, karena langsung bertabrakan dengan mobil kami. Sedang mobil kami, kaca depan, dan kaca kanan kirinya juga pecah. Setelah aku perhatikan, ternyata itu toyota Camry, sktr thn 2000. Beberapa kali aku mengendarai Toyota Camry jenis ini dengan kecepatan tinggi. Tambah shock waktu itu.

Alhamdulillah semua penumpang dalam mobil kami selamat semua. Yang mungkin agak parah supir dan penumpang paling depan. Beberapa saat kemudian penumpang lain dalam mobil kami sudah dioper ke mobil baraya lain yang kebetulan melintas. Tinggallah kami berlima, laki-laki semua yang tadi sempat membantu mengeluarkan korban bersama supir.

Saat itu barulah terasa, tangan, kaki, punggung dan beberapa bagian lain yang pegal-pegal dan tersa sakit. Setelah ditanya macam-macam oleh polisi, dan pertolongan pertama seadaanya, kami melanjutkan perjalanan ke Bandung dengan mobil baraya yang lewat. Kami memutuskan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut di Bandung saja, supaya aksesnya lebih mudah. Di Bandung, hanya disuntik morfin, kemudian sempat di ronsen dan di beri obat. Alhamdulillah tidak ada luka yang berarti. Ya, butuh istirahat beberapa hari saja. Pihak Baraya travel yang menanggung semua biaya rumah sakit. Bahkan penumpang di sampingku minta di ganti kaca mata yang baru.

Kejadian ini sangatlah berarti bagiku. Setelah kejadian itu, aku banyak berintrospeksi diri. Kematian itu dekat, kita tidak tahu kapan kita akan meninggal. Bisa jadi 1 jam lagi, besok, minggu depan, bulan depan, tahun yang akan datang, atau seperti Pak Harto, yang proses meninggalnya dipersulit. Yang mau kulakukan sekarang ya Taubat, beribadah dan berbuat kebaikan lebih dari sebelumnya.

Semoga dapat menjadi pelajaran..


(aku baru tahu belakangan yang meninggal ternyata itu seorang kolonel. BS Pasaribu. Beberapa waktu lalu, pihak baraya sempat bicara bahwa aku diminta untuk menjadi saksi. Namun mereka belum menghubungi lagi. Berita lain, kalau supirnya sudah di non aktifkan.. Uh.. kasihan dia, padahal menurutku dia tidak bersalah)..

Kamil

Assalamu’alaikum wr wb


Mau cerita sedikit aja, semoga bermanfaat. Punten terlambat posting na.


Hari Jumat, sekitar ba’da Isya sudah keluar rumah untuk pertemuan pekanan. Jam 11 malam janjian dengan Koni (si03) tuk ambil mobil. Kita pakai mobil toyota Camry yang mewah nan boros bensin. Sekitar pukul 12 malam barulah berangkat bersama fahrul (fi01) dan sabeth (kl04) menuju Suryalaya, kab Tasik tempat kediaman Nanang (ms02). arena malam, perjalanan cukup lancar sehingga pukul 3 dini hari sudah berada di kediaman nanang.

Setelah disuguhkan makanan ringan+susu hangat, kami bertiga menuju dunia mimpi yang sangat singkat.Bayangin aja, baru enak-enaknya mimpi tiba-tiba nanang dah teriak Mil bangun Mil.. Subuh. Nanti kita kesiangan!!!

Yah, dengan berat hati bangun, dan sholat subuh. Abis nyubuh agenda dilanjutkan dengan mandiin mobil + ngerias. He he he, mobilnya dah mandi, orangnya belum J. Nyuci mobil baru aja kelar, tiba-tiba penganten dah siap. Wah terpaksa, persiapan+beberes laennya di percepat (tenang aja, kita-kita akhirnya mandi juga kok, emang sih belum sempet sarapan).

Jam 7 an kita berangkat rombongan kira-kira 7 mobil, dari kediaman nanang menuju tempat akad nikah. Tempat akad nikah di kota tasik, sekitar 1 jam perjalanan dari rumah nanang. Ini kali kedua nyupir mobil penganten lho. Mudah-mudahan barakahnya tertular.

Akad nikah berlangsung hidmat, tertib, dan cepat.. (lha wong sambil ketiduran, saking ngantuknya). Tapi sempet ngeliat sih, nanang dan istrinya sama-sama menangis. Mungkin menangis terharu, sedih, dan tentunya bercampur senang. (jomblo-jomblo yang menyaksikan pada ngiri tuh he he he..)

Setelah akad pindah ke gedung yang letaknya tidak terlalu jauh untuk melaksanakan walimatul ursy. Oh iya, ternyata dari pihak penganten wanita juga menyiapkan mobil penganten, jadi deh mobil kita di isi orang tua nanang aja. Sedangkan nanang+istri barunya di mobil yang laen.

Gedung tempat pernikahan tidak terlalu besar, sedangkan tamu yang hadir cukup banyak. Beberapa rombongan yang datang antara lain dari Salman, Mesin, Tekim, KM, adk 02, dan aktivis-aktivis lainnya. Tapi tenang aja, supply makanannya aman, jadi tamu-tamu yang datang belakangan tidak perlu was-was (kayak bencana aja).

Setelah puas foto-foto, ngobrol-ngobrol, makan-makan, becanda-becanda dan memastikan sudah tidak ada lagi yang dikerjakan di sana, sekitar pukul 13an kita mohon diri untuk segera pulang ke Bandung.

foto1.jpg

Pulangnya dapet tambahan 1 personel lagi, dede (pas salman). Jadi lah kita berempat pulang. Iseng, bunga+riasan mobil pengantin tidak dicopot ketika perjalan menuju bandung. Iseng juga, kita pulang tidak lewat jalur biasa, namun muter sedikit lewat Singaparna berlanjut ke Garut.

Perjalanan pulang cukup lancar, namun lebih padat dibandingkan dengan perjalanan malam. Sekitar jam 4an di daerah garut, kita dapet telpon dari anam (el01). Beliau mengabarkan bahwa dwi (tk02) dan yogi (tg02) kecelakaan motor di nagrek, dan sekarang berada di puskesmas di daerah garut.

Memang, ALLAH sudah menunjukkan kebesarannya kepada kita. Kebetulan kita di daerah garut. Kebetulan kita bersama dede yang orang garut, kebetulan yogi tidak mengalami luka serius, kebetulan juga yogi masih punya pulsa untuk menghubungi kita, kebetulan ada sedikit uang untuk di rumah sakit, dan masih banyak kebetulan-kebetulan lainnya.

Kita ketemu dwi dan yogi di puskesmas di daerah garut. Ternyata perlengkapan di sana tidak lengkap, dwi harus di rujuk ke RSUD garut yg terletak 13 km dari sana. Jadilah mobil penganten yg masih terpasang bunga+riasan itu menjadi mobil ambulan dadakan. Sepanjang perjalanan menuju RSUD, dwi sudah setengah sadar.

Di RSUD, barulah dwi mendapatkan pertolongan kedua yang cukup memadai, lukanya dibersihkan, di beri obat anti tetanus, dan anti nyeri. Bahkan sempet di ronsen. Dari hasil pengamatan sang dokter memberi tahu bahwa luka yg dialami oleh dwi harus segera di operasi dan mendapatkan perawatan intensif. (tendon badan kakinya putus, wah pokoknya ga bisa dedefinisikan deh.. ngeliatnya ngeri…)

Hm… setelah dipikir-pikir dan dirundingkan dengan sang dokter, akhirnya kita sepakat untuk membawa saja dwi ke RS Hasan Sadikin di bandung. Alasannya di RSHS lebih dekat ke bandung, peralatan lebih lengkap, dokternya lebih keren2, dll. Ya wes, akhirnya Camry yang biasanya dipakai oleh bos-bos itu jadi mobil pengantar orang sakit.

Di nagrek sempat berhenti sebentar tuk ngecek motor, dan menitipkannya pada penduduk sekitar. Sambil jalan dwi dan yogi menceritakan kronologis kecelakaan. Singkat cerita : Dwi dan yogi baru saja dari tempat nanang, dari arah tasik. Pas lagi di daerah nagrek, entah siapa yang salah mereka bertabrakan dengan mobil dari arah bandung yang kemungkinan mau ke daerah garut. Nagrek memang tempat yang cukup rawan kecelakaan. Topografi jalanan yang turunan, berbelok dan bercabang itulah penyebabnya. Sudah banyak korban, namun pihak yang terkait tampaknya tidak sigap terhadap hal tersebut. Dwi dan yogi bercerita bahwa tidak ada 1 pun polisi yang bertugas saat kecelakaan terjadi. Udah gitu, jarak rumah sakit terdekat yaitu RSUD garut berjarak lebih dari 25km. Tanda-tanda lalu lintas juga sangat minim!!

Sepanjang perjalan pulang, kita sudah kontak2an dengan rekan-rekan di bandung untuk menyiapkan dana yang cukup besar untuk biaya rumah sakit. Dan benar!! Di RSHS, kita menurunkan dwi dan membawanya ke UGD. Apa yang pertama kali dikatakan oleh penjaga?? “Silahkan anda daftar dulu ke bagian pendaftaran, baru kita layani.” Apa orang dalam keadaan sekarat saja masih diharuskan mendaftar??

Jelas-jelas kita datang dengan Camry. Masih saja di suruh mendaftar..Apa yang terjadi dengan bangsa ini? Bagaimana orang yang datang ke rumah sakit tanpa membawa uang sepeser pun. Gelandangan, atau pengemis, atau sekedar orang yang kecelakaan namun kebetulan tidak membawa uang yang berlebih. Matilah ia! Udah sekarat, butuh bantuan medis masih disuruh mendaftar terlebih dahulu. Itu di RSHS. Rumah sakit punya negara. Jangan tanya rs swasta.

Emang bener apa yang ditulis oleh Eko Prasetio, Orang Miskin Dilarang Sakit. Ya.. Orang yang miskin ga boleh sakit, langsung aja mati. Masih inget, ini masih kejadian dwi. Di RSUD garut, dia udah di ronsen + obat macem2. Tapi di RSHS masih juga di ronsen lagi. Udah gitu ga kira-kira ngasih obatnya. Seingat saya dua kali beli obat masing-masing harganya 350ribu. Belum lagi biaya operasi+perawatan selanjutnya. Mungkin kalau ini terjadi pada orang miskin, dia mendingan pasrah tidak usah diobati sekalian.

Malam itu belum selesai, setelah di cek sana-sini ternyata ruang operasi di RSHS penuh. Dokter menyarankan untuk pindah saja ke RS Halmahera. Ya, lagi-lagi Camry dengan setianya menjadi mobil ambulan untuk pindah dari RSHS ke RS Halmahera.

Kejadian di RS Halmahera juga mengecewakan. Masuk ke UGD, tidak ada petugas yang siaga untuk menerima pasien. Akhirnya kita-kita lagi yang sibuk angkat-angkat..Ketika pemeriksaan, lagi-lagi dwi di ronsen sana-sini, di kasih macem-macem seakan tidak percaya dengan data dari 2 rumah sakit sebelumnya.

Akhirnya malam itu selesai. Saya tepar dengan selamat di bangku rumah sakit di temani dengan teman-teman semobil yang merasakan nasib yang sama..

foto2.jpg

Kesimpulan

1. Bagi teman-teman yang sudah siap untuk menikah, maka segeralah!

2. Jadilah orang kaya, hidup di negara kita memang butuh uang banyak untuk dapat hidup layak

3. Jangan biarkan HP tidak berpulsa dan berbaterei.

4. Jaga hubungan dengan teman-teman. Merekalah yang pertama kali membantu apabila terjadi sesuatu hal

Akhir kata,

Barakallahu buat Nanang dan Istri

Dan

Syafakallahu buat Dwi

Wassalamu’alaikum wr wb

Insan Kamil

08188-kamil

http://bangkamil.wordpress.com

Next Page »