Manusia mahasiswa

Manusia, sudah menjadi sifat dasar bahwa makhluk yang satu ini mempunyai peran ganda, peran sebagai makhluk individu dan peran sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk individu tentunya dia mempunyai hak-hak dasar yang harus diterima sebagai manusia, seperti makan, minum, mendapatkan pendidikan, serta melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menunjang keberlangsungan hidupnya.

Selain untuk pemenuhan hak-haknya, manusia juga bertindak sebagai makhluk sosial tentunya mempunyai kewajiban-kewajiban terhadap sesama, diantara kewajiban seorang manusia yaitu mengerjakan hal yang sudah menjadi tanggung jawabnya, tolong menolong dalam kehidupan sehari-hari, dan sebagainya.

Ada banyak golongan-golongan manusia. Ada orang dewasa, tua, muda, kota, desa, bodoh, berpendidikan, kaya, miskin, beriman, atheis, penyuka binatang, vegetarian dan banyak lagi. Saya akan membahas golongan manusia yang berpendidikan, khususnya yang bergelar sebagai mahasiswa.

Tentunya disini mahasiswa adalah kumpulan orang-orang muda yang tidak hanya mempunyai semangat untuk belajar tapi juga untuk mengabdikan baik ilmu, tenaga, maupun pikirannya untuk bisa disumbangkan kepada masyarakat luas. Sebagai orang-orang muda tentunya mahasiswa akan mempunyai pikiran-pikiran yang lebih terbuka pada perubahan-perubahan, tenaga yang besar dan tentunya semangat untuk berubah.

Hal itu bisa terlihat dalam lembaran-lembaran sejarah dunia, dan Indonesia tentunya. Kita lihat saja, dari zaman kenabian hingga sekarang selalu saja pemuda-pemuda yang berpendidikan baik, dia seakan tidak pernah puas dengan keadaan yang ada.

Ambil contoh di Indonesia, sejak beberapa gerakan pemuda dan mahasiswa pada khususnya telah banyak mengambil peran dalam sejarah bangsa. Angkatan 08, 28, 45, 66, 78, 98 dan sekarang. Tanpa gerakan-gerakan mahasiswa, mungkin bangsa kita sekarang tidak bisa menikmati kebebasan seperti sekarang.

Kondisi zaman memang terus berubah, gerakan-gerakan kemahasiswaan juga dituntut untuk berubah. Setiap masa memiliki cara yang khas yang tidak bisa disamakan, tapi dari perbedaan-perbedaan yang ada, di setiap gerakan mahasiswa mempunyai benang merah yang sama, yaitu kekuatan tenaga dibalut dengan ilmu yang menciptakan idealisme yang besar untuk selalu memerangi hal-hal yang menurutnya tidak sesuai.

Nah, bagaimanakah peran kita sebagai mahasiswa? Apakah hanya bisa menjadi mahasiswa yang menjadi budak-budak ilmu pengetahuan semata, atau mahasiswa yang bisa meramu keilmuanya ditambah dengan tenaga serta idealisme yang besar yang bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik dan menjadi pahlwan-pahlawan bagi keluarga dan masyarakat?

Insan Kamil

Keluarga Mahasiswa Islam

Institut Teknologi Bandung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: