Nanang+Dwi

Assalamu’alaikum wr wb


Mau cerita sedikit aja, semoga bermanfaat. Punten terlambat posting na.


Hari Jumat, sekitar ba’da Isya sudah keluar rumah untuk pertemuan pekanan. Jam 11 malam janjian dengan Koni (si03) tuk ambil mobil. Kita pakai mobil toyota Camry yang mewah nan boros bensin. Sekitar pukul 12 malam barulah berangkat bersama fahrul (fi01) dan sabeth (kl04) menuju Suryalaya, kab Tasik tempat kediaman Nanang (ms02). arena malam, perjalanan cukup lancar sehingga pukul 3 dini hari sudah berada di kediaman nanang.

Setelah disuguhkan makanan ringan+susu hangat, kami bertiga menuju dunia mimpi yang sangat singkat.Bayangin aja, baru enak-enaknya mimpi tiba-tiba nanang dah teriak Mil bangun Mil.. Subuh. Nanti kita kesiangan!!!

Yah, dengan berat hati bangun, dan sholat subuh. Abis nyubuh agenda dilanjutkan dengan mandiin mobil + ngerias. He he he, mobilnya dah mandi, orangnya belum J. Nyuci mobil baru aja kelar, tiba-tiba penganten dah siap. Wah terpaksa, persiapan+beberes laennya di percepat (tenang aja, kita-kita akhirnya mandi juga kok, emang sih belum sempet sarapan).

Jam 7 an kita berangkat rombongan kira-kira 7 mobil, dari kediaman nanang menuju tempat akad nikah. Tempat akad nikah di kota tasik, sekitar 1 jam perjalanan dari rumah nanang. Ini kali kedua nyupir mobil penganten lho. Mudah-mudahan barakahnya tertular.

Akad nikah berlangsung hidmat, tertib, dan cepat.. (lha wong sambil ketiduran, saking ngantuknya). Tapi sempet ngeliat sih, nanang dan istrinya sama-sama menangis. Mungkin menangis terharu, sedih, dan tentunya bercampur senang. (jomblo-jomblo yang menyaksikan pada ngiri tuh he he he..)

Setelah akad pindah ke gedung yang letaknya tidak terlalu jauh untuk melaksanakan walimatul ursy. Oh iya, ternyata dari pihak penganten wanita juga menyiapkan mobil penganten, jadi deh mobil kita di isi orang tua nanang aja. Sedangkan nanang+istri barunya di mobil yang laen.

Gedung tempat pernikahan tidak terlalu besar, sedangkan tamu yang hadir cukup banyak. Beberapa rombongan yang datang antara lain dari Salman, Mesin, Tekim, KM, adk 02, dan aktivis-aktivis lainnya. Tapi tenang aja, supply makanannya aman, jadi tamu-tamu yang datang belakangan tidak perlu was-was (kayak bencana aja).

Setelah puas foto-foto, ngobrol-ngobrol, makan-makan, becanda-becanda dan memastikan sudah tidak ada lagi yang dikerjakan di sana, sekitar pukul 13an kita mohon diri untuk segera pulang ke Bandung.

foto1.jpg

Pulangnya dapet tambahan 1 personel lagi, dede (pas salman). Jadi lah kita berempat pulang. Iseng, bunga+riasan mobil pengantin tidak dicopot ketika perjalan menuju bandung. Iseng juga, kita pulang tidak lewat jalur biasa, namun muter sedikit lewat Singaparna berlanjut ke Garut.

Perjalanan pulang cukup lancar, namun lebih padat dibandingkan dengan perjalanan malam. Sekitar jam 4an di daerah garut, kita dapet telpon dari anam (el01). Beliau mengabarkan bahwa dwi (tk02) dan yogi (tg02) kecelakaan motor di nagrek, dan sekarang berada di puskesmas di daerah garut.

Memang, ALLAH sudah menunjukkan kebesarannya kepada kita. Kebetulan kita di daerah garut. Kebetulan kita bersama dede yang orang garut, kebetulan yogi tidak mengalami luka serius, kebetulan juga yogi masih punya pulsa untuk menghubungi kita, kebetulan ada sedikit uang untuk di rumah sakit, dan masih banyak kebetulan-kebetulan lainnya.

Kita ketemu dwi dan yogi di puskesmas di daerah garut. Ternyata perlengkapan di sana tidak lengkap, dwi harus di rujuk ke RSUD garut yg terletak 13 km dari sana. Jadilah mobil penganten yg masih terpasang bunga+riasan itu menjadi mobil ambulan dadakan. Sepanjang perjalanan menuju RSUD, dwi sudah setengah sadar.

Di RSUD, barulah dwi mendapatkan pertolongan kedua yang cukup memadai, lukanya dibersihkan, di beri obat anti tetanus, dan anti nyeri. Bahkan sempet di ronsen. Dari hasil pengamatan sang dokter memberi tahu bahwa luka yg dialami oleh dwi harus segera di operasi dan mendapatkan perawatan intensif. (tendon badan kakinya putus, wah pokoknya ga bisa dedefinisikan deh.. ngeliatnya ngeri…)

Hm… setelah dipikir-pikir dan dirundingkan dengan sang dokter, akhirnya kita sepakat untuk membawa saja dwi ke RS Hasan Sadikin di bandung. Alasannya di RSHS lebih dekat ke bandung, peralatan lebih lengkap, dokternya lebih keren2, dll. Ya wes, akhirnya Camry yang biasanya dipakai oleh bos-bos itu jadi mobil pengantar orang sakit.

Di nagrek sempat berhenti sebentar tuk ngecek motor, dan menitipkannya pada penduduk sekitar. Sambil jalan dwi dan yogi menceritakan kronologis kecelakaan. Singkat cerita : Dwi dan yogi baru saja dari tempat nanang, dari arah tasik. Pas lagi di daerah nagrek, entah siapa yang salah mereka bertabrakan dengan mobil dari arah bandung yang kemungkinan mau ke daerah garut. Nagrek memang tempat yang cukup rawan kecelakaan. Topografi jalanan yang turunan, berbelok dan bercabang itulah penyebabnya. Sudah banyak korban, namun pihak yang terkait tampaknya tidak sigap terhadap hal tersebut. Dwi dan yogi bercerita bahwa tidak ada 1 pun polisi yang bertugas saat kecelakaan terjadi. Udah gitu, jarak rumah sakit terdekat yaitu RSUD garut berjarak lebih dari 25km. Tanda-tanda lalu lintas juga sangat minim!!

Sepanjang perjalan pulang, kita sudah kontak2an dengan rekan-rekan di bandung untuk menyiapkan dana yang cukup besar untuk biaya rumah sakit. Dan benar!! Di RSHS, kita menurunkan dwi dan membawanya ke UGD. Apa yang pertama kali dikatakan oleh penjaga?? “Silahkan anda daftar dulu ke bagian pendaftaran, baru kita layani.” Apa orang dalam keadaan sekarat saja masih diharuskan mendaftar??

Jelas-jelas kita datang dengan Camry. Masih saja di suruh mendaftar..Apa yang terjadi dengan bangsa ini? Bagaimana orang yang datang ke rumah sakit tanpa membawa uang sepeser pun. Gelandangan, atau pengemis, atau sekedar orang yang kecelakaan namun kebetulan tidak membawa uang yang berlebih. Matilah ia! Udah sekarat, butuh bantuan medis masih disuruh mendaftar terlebih dahulu. Itu di RSHS. Rumah sakit punya negara. Jangan tanya rs swasta.

Emang bener apa yang ditulis oleh Eko Prasetio, Orang Miskin Dilarang Sakit. Ya.. Orang yang miskin ga boleh sakit, langsung aja mati. Masih inget, ini masih kejadian dwi. Di RSUD garut, dia udah di ronsen + obat macem2. Tapi di RSHS masih juga di ronsen lagi. Udah gitu ga kira-kira ngasih obatnya. Seingat saya dua kali beli obat masing-masing harganya 350ribu. Belum lagi biaya operasi+perawatan selanjutnya. Mungkin kalau ini terjadi pada orang miskin, dia mendingan pasrah tidak usah diobati sekalian.

Malam itu belum selesai, setelah di cek sana-sini ternyata ruang operasi di RSHS penuh. Dokter menyarankan untuk pindah saja ke RS Halmahera. Ya, lagi-lagi Camry dengan setianya menjadi mobil ambulan untuk pindah dari RSHS ke RS Halmahera.

Kejadian di RS Halmahera juga mengecewakan. Masuk ke UGD, tidak ada petugas yang siaga untuk menerima pasien. Akhirnya kita-kita lagi yang sibuk angkat-angkat..Ketika pemeriksaan, lagi-lagi dwi di ronsen sana-sini, di kasih macem-macem seakan tidak percaya dengan data dari 2 rumah sakit sebelumnya.

Akhirnya malam itu selesai. Saya tepar dengan selamat di bangku rumah sakit di temani dengan teman-teman semobil yang merasakan nasib yang sama..

foto2.jpg

Kesimpulan

1. Bagi teman-teman yang sudah siap untuk menikah, maka segeralah!

2. Jadilah orang kaya, hidup di negara kita memang butuh uang banyak untuk dapat hidup layak

3. Jangan biarkan HP tidak berpulsa dan berbaterei.

4. Jaga hubungan dengan teman-teman. Merekalah yang pertama kali membantu apabila terjadi sesuatu hal

Akhir kata,

Barakallahu buat Nanang dan Istri

Dan

Syafakallahu buat Dwi

Wassalamu’alaikum wr wb

Insan Kamil

08188-kamil

https://bangkamil.wordpress.com

Rahasia Dalam Laut

laut.jpg

Allah Ta’ala berfirman: Dia membiarkan dua buah laut mengalir, kemudian keduanya bertemu; diantara keduanya ada batas yang tidak bisa dilampaui oleh masing-masingnya; maka nikmat Rabb-mu manakah yang kalian dustakan?; dari keduanya keluar mutiara dan marjan. (Q.S. Ar-Rahmaan)

Maksudnya adalah bahwa kedua laut itu adalah asin. Sebab, ayat-ayat di atas berbicara tentang laut dan apa yang keluar dari salah satu laut berupa marjan dan dari laut lainnya lagi berupa mutiara. Laut yang pertama rasanya asin, demikian juga yang kedua. Dan kapan manusia mengetahui bahwa laut yang asin itu berbeda-beda, dan bukannya laut yang memiliki kandungan sama. Hal ini tidak diketahui oleh manusia kecuali setelah mereka memasuki tahun 1942. Pada tahun 1873 manusia mengetahui bahwa ada tempat tertentu di dalam laut yang kandungan airnya berbeda-beda.

Ketika para peselancar melakukan selancar dan mengelilingi lautan dunia selama 3 tahun dengan menggunakan kapal, maka ini menjadi tonggak pembatas antara ilmu kelautan kuno, penuh dengan khurafat, dengan penelitian mendalam yang didasarkan kepada penelaahan atas fakta laut tersebut. Dan ini merupakan awal dari gelombang kemajuan ilmu pengetahuan bahwa laut yang asin memiliki kandungan air yang berbeda-beda. Dan sudah pernah dilakukan penelitian dan evaluasi terhadap penelitian ini bahwa air laut berbeda-beda kadar panas, berat jenis (BJ air), kandungan oksigen.

Dan pada tahun 1942, muncul untuk yang pertama kalinya sebuah hasil penelitian yang sangat panjang. Penelitian ini dilakukan oleh ratusan para peneliti dasar laut, dan mereka menemukan bahwa samudera atlantik bukanlah laut yang hanya merupakan satu lautan, akan tetapi samudera atlantik ternyata terdiri atas beberapa laut yang masing-masing berbeda. Masing-masing peneliti menemukan perbedaan dari masing-masing air laut yang mereka temui. Air laut di sebelah sana memiliki keistimewaan dan karakteristik tersendiri, demikian juga air laut bagian lainnya; masing-masing berbeda kadar suhu, BJ air, oksigennya, semuanya bersatu dalam satu samudera, altlantik……

Apalagi dengan laut-laut lain yang berbeda dan kemudian bertemu, seperti laut tengah, laut merah, laut atlantik, dan seperti laut merah dan teluk ‘adn juga bertemu di satu tempat yang sempit.
Maka pada tahun 1942, untuk pertama kalinya kita mengetahui ada satu laut yang masing-masing bagian laut tersebut memiliki perbedaan dalam kandungan dan sifat-sifatnya, dan
bertemu pada satu tempat tertentu.

Pada pakar kelautan (oceanolog) mengatakan bahwa sifat yang paling kentara dari laut dan airnya adalah bahwa laut dan airnya tidak pernah tetap … tidak pernah tenang, dan hal yang paling terlihat adalah ia selalu bergerak, … panjangnya, dan lebarnya, dan gelombang airnya, arah pergerakannya adalah diantara faktor-faktor yang sangat banyak yang mempengaruhi keadaan air laut.

Dari sini ada satu pertanyaan: Bila memang demikian keadaannya, maka kenapa air-air yang berbeda itu tidak bercampur dan tidak menyatu (melebur) menjadi satu jenis?” maka mereka pun mempelajari, meneliti, dan menelahnya. Dan akhirnya pun mereka menemukan jawabannya, yaitu bahwa ada “dinding air pembatas” yang memisahkan setiap pertemuan dua laut dalam satu tempat, baik di dasar samudera atau pun di dalam palung (jurang di dalam lautan). Tempat inilah yang ternyata memisahkan antara laut yang satu dengan laut yang lainnya. Akhirnya mereka pun dapat mengetahui batas laut ini dan bagaimana karakteristiknya. Akan tetepi dengan apakah mereka bisa mengetahuinya ? Apakah dengan kedua mata kita …? Tidak, … akan tetapi dengan meneliti secara mendetail dan rinci terhadap kandungan kadar garam, kadar suhu, BJ air. Dan hal-hal inilah yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang.

( Rabu, 24 Ramadhan 1424H/19112003M )

Diambil dari ebook

Ikhwan atau Bakwan

Oh…. Ikhwan

Apa bedanya dengan si Marwan

Si Ali, Paijo atau si Iwan

Oh ternyata cuma sebutan

 

Oh…. Ikhwan

Walaupun tidak rupawan

Alias modal tampang pas-pasan

Tetep aja tebar senyuman

 

Oh…. Ikhwan

Gayanya sih bisa ketebak & kelihatan

Jenggot melambai,baju koko & sendal jepit usang

Sesekali komat-kamit

sambil jalan

 

Oh…. Ikhwan

Nyarinya susah-susah gampang

Kadang di masjid, kampus or sekolahan

Mungkin juga lagi nyari sampingan

Nggak taunya buat biaya walimahan 🙂

 

Oh…. Ikhwan

Ngomonginnya masalah aksi dan kepartaian Juga

Liqo’an and hapalan Kata

orang “Nggak ada bahasan yang lain, wan ?”

 

Oh…. Ikhwan

Anehnya kalo lagi jalan

Ngukurin tanah apa ngitung lantai sih, wan?

Oh….. ternyata dia jaga pandangan !!!

 

Ikhwan… Ikhwan…

Lucunya kalo akhwat sedang berpapasan

Langsung minggir, acuh tak acuh kaya’ musuhan

(Gubrak…!!!!! apaan tuh, wan?) Eh…. dia jatuh, kagak ngeliat ada selokan J )

 

Oh…. Ikhwan, apa semuanya begitu, wan ?

Ada nggak yang masih tebar pesona & jelalatan ?

Berarti itu bukan ikhwan, (kan cuma sebutan ?!!) Nah

para akhwat, hati-hati mungkin dia nyari pasangan

 

 

(he2, cuma intermezzo, jangan pade marah lo, wan)

Kalo kata teman saya,

Ikhwan yang model di itu sih udah ga ada lagi tuh.. itu mah 10 tahun yang lalu….kan

udah zaman keterbukaan…

Ikhwan yang sekarang kayaknya profesional – cepat aksi, ga NATO

Ikhwan yang sekarang, banyak bertebaran di DPR, departemen, gedung-gedung pencakar langit, ga kalah bersaing…yang penting PERCAYA DIRI..tuh bagian dari da’wah juga..

Ikhwan yang sekarang, pengertian, tidak mudah menuduh dan luas pandangan…

Ikhwan yang sekarang… OK BANGET GITU LOH

Yup, begitulah ikhwan zaman sekarang, mengikuti perkembangan zaman. Pegangannya laptop, pda, HP 3G. Sudah ga lagi pakai sandal jepit kemana-mana. Walaupun pembicaraan tidak lepas dari da’wah, tapi tidak lupa akan kejadian yang terjadi di sekitar.

Selamat berjuang para ikhwan.

Dapet dari suatu milis

sujud.jpg

Abdus Salam : Fisikawan Muslim Wakil Tiga Dunia

HINGGA kini kesan atas negara berpenduduk mayoritas muslim identik dengan keterbelakangan dan kemiskinan. Bahkan ditambah dengan stereotip produsen teroris dan aksi kekerasan. Diperlukan upaya yang amat keras untuk mengubah kondisi dan pandangan ini. Abdul Salam adalah salah satu yang telah berjuang untuk itu.

Abdus Salam adalah fisikawan muslim yang paling menonjol di abad ke-20. Dan satu dari beberapa muslim yang mendapat hadiah nobel seperti Presiden Mesir Anwar Sadat (Nobel Perdamaian 1978), Naguib Mahfoud (Nobel Sastra 1988), Presiden Palestina Yasser Arafat (bersama dua rekannya dari Israel, Nobel Perdamaian 1995).

Bersama dengan Sheldon Lee Glashow dan Steven Weinberg, Salam mendapatkan nobel fisika tahun 1979 untuk kontribusinya dalam menyatukan gaya elektromagnetik dan gaya nuklir lemah yang dinamakan teori elektrolemah (electroweak theory). Teori ini menjadi pijakan pengembangan teori penyatuan mahaagung (grand unification theory) dengan menyatukannya dengan gaya inti (gaya kuat). Dalam perkembangannya teori ini menjadi inti penting dalam pengembangan model standar (standard model) fisika partikel.

DI alam semesta ini terdapat lima gaya dasar yang berperan yaitu gaya listrik dan gaya magnet bergabung dalam elektromagnetik yang bertanggung jawab mengikatkan elektron-elektron pada inti atom dalam sebuah atom zat, gaya gravitasi, gaya kuat yang mengikat proton dan neutron dalam inti, dan gaya lemah untuk peluruhan radioaktif. Ratusan tahun kelima gaya itu dipahami secara terpisah sesuai kerangka dalil dan postulatnya.

Di tahun 1967, tiga sekawan di atas mengumumkan teori “Unifying the Forces” bahwa arus lemah dalam inti atom diageni oleh tiga partikel yang masing-masing memancarkan arus atau gaya kuat. Keberadaan tiga partikel itu telah dibuktikan tahun 1983 oleh tim peneliti di CERN (Cetre Europeen de Recherche Nucleaire) di Jenewa, Swiss yang dipimpin Carlo Rubia (Italia) dan Simon van der Meer (Belanda) melalui Superprotosynchrotron dengan penemuan partikel W+, W- dan Z. Keduanya lantas mendapat nobel fisika tahun 1984.

Lebih jauh, teori mengimbas pada pengembangan teori-teori kosmologi mutakhir seperti Grand Theory (GT) dan Theory of Everything (TOE). Ambisinya adalah menjelaskan rahasia penciptaan alam semesta dalam satu teori tunggal yang utuh.

Agama dan sains

Upaya penyatuan lain dilakukan Salam yaitu mengompromikan antara sains dan agama. Sains dan agama terpisah secara tegas setelah revolusi renaissance di Eropa pada abad pertengahan. Dalam perkembangan sains modern, sains menjauhkan diri bahkan bertentangan dari agama. Kedua bidang ini berada dalam dua dunia yang berbeda.

Seperti dituturkan dalam tulisannya berjudul “Faith and Science”, Salam berpendapat bahwa pemahaman sains tidak bertentangan dengan pemikiran metafisika dalam agama. Lebih tegas lagi dikatakan bahwa konsep kosmologi modern untuk memahami penciptaan alam semesta bisa dipahami melalui konsep penciptaan yang tertulis dalam Alquran. Tulisan-tulisan ilmiah populernya pun banyak mengutip ayat-ayat Alquran.

Bahkan dalam pidato penerimaan hadiah nobel, Abdus Salam mengawalinya dengan ucapan basmalah dan mengemukakan bahwa penelitian yang dilakukan didasari oleh keyakinan terhadap kalimah tauhid. “Saya berharap Unifying the Forces dapat memberi landasan ilmiah terhadap keyakinan adanya Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Untuk negara berkembang

Sumbangan Salam yang tidak kalah penting adalah upayanya dalam memajukan sains terutama di negara-negara berkembang. Meskipun sedikitnya kesempatan dan kekurangan sumber daya, tidak menutup pintu bagi negara berkembang untuk berkontribusi dalam bidang sains, bahkan pada taraf internasional. Dalam berbagai forum internasional, seperti PBB, dengan jelas Salam memaparkan visinya dalam memajukan bidang sains di negara berkembang dan bagaimana membuatnya sehingga bisa sejajar dengan negara maju.

Wujud nyata adalah didirikannya ICTP (International Center for Theoritical Physics) di Trieste, Italia, atas bantuan PBB khususnya Lembaga Energi Atom Internasional, pada tahun 1964. Secara reguler lembaga ini dikunjungi para ilmuwan dari 50-an negara berkembang dan merupakan sumbangan sangat besar bagi komunitas fisikawan. Hingga kini ICTP telah dikunjungi lebih 60.000 ilmuwan dari 150 negara. Lembaga lain yang didirikan Salam The Third World Academy of Sciences dan The Third World Network of Scientific Organization sekaligus sebagai presidennya yang pertama.

Abdus Salam lahir di Jhang, Lahore, Pakistan pada 29 Januari 1926 di keluarga dengan tradisi pendidikan kuat. Ayahnya pegawai Departemen Pendidikan di daerah pertanian miskin. Dalam usia remaja, bakatnya dalam bidang sains sudah terlihat. Rekor nilai tertinggi untuk ujian matrikulasi di Universitas Punjab dicapainya. Berbagai beasiswa diraih. Lulus dari Universitas Punjab, Salam meneruskan belajar ke St. John’s College, Inggris, lulus tahun 1949 untuk dua bidang sekaligus yaitu matematika dengan nilai rata-rata 10 dan fisika.

Gelar Ph.D. diraihnya pada usia 26 tahun untuk fisika teori dari University of Cambrigde dengan tesis tentang elektrodinamika kuantum . Tesis ini dipublikasikan tahun 1951 dan membuatnya terkenal serta bereputasi internasional.

Tawaran mengajar dan riset dari almamater ditolak dan Salam memilih pulang ke Pakistan Profesor di Government College, Lahore sekaligus Kepala Departemen Matematika Universitas Punjab. Sayangnya, kemampuannya kurang dihargai di negerinya. Akhirnya Salam memutuskan kembali ke Inggris dan menjadi Professor di Imperial College. Di sinilah prestasi internasional Salam mencapai puncaknya.

Berbagai jabatan di lembaga internasional disandangnya seperti sekjen di bidang sains untuk konferensi penggunaan damai energi atom, Geneva (1955 dan 1958) dan ketua komisi penasihat bidang sains dan teknologi (1971-1972), Vice President dari International Union of Pure and Applied Phyusics (IUPAP) (1972-78), dan penasihat presiden Pakistan untuk bidang sains (1961-1974).

Lebih dari 39 gelar doktor honoris causa dari berbagai universitas di dunia serta anggota kehormatan Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional 35 negara di Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika. Demikian halnya penghargaan internasional dalam bidang perdamaian dan kerjasama iptek internasional.

Prof. Abdus Salam meninggal hari Kamis 21 Nov 1996 dalam usia 70 tahun setelah cukup lama menderita Parkinson di Oxford, Inggris. Ia meninggalkan seorang istri serta enam anak (dua laki-laki dan empat perempuan). Salam dimakamkan di Rabwa, Punjab.

Upayanya yang tak kenal lelah dalam riset fisika dan pengembangan tradisi ilmiah di negara berkembang patut diteladani. Abdus Salam adalah fisikawan muslim yang berhasil menjadi duta dari tiga dunia: Islam, fisika teori dan kerja sama internasional terutama bagi negara berkembang.***

Taufiq (Klub Astronomi Bondowoso (kLab))

Sumber : Pikiran Rakyat (4 Agustus 2005)

 

KISAH SEKANTONG KUE

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada Beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara lalu menemukan tempat untuk duduk.

Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itupun sempat berpikir: (“Kalau aku bukan orang baik sudah kutonjok dia!”) Setiap ia mengambil satu kue, Si lelaki juga mengambil satu.

Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir (“Ya ampun orang ini berani sekali”), dan ia juga kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih. Belum pernah rasanya ia begitu kesal. Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan. Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si “Pencuri tak tahu terima kasih!”.

Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget. Disitu ada kantong kuenya, di depan matanya!! Koq milikku ada di sini? erangnya dengan patah hati. Jadi kue tadi adalah milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi dengannya. Terlambat untuk minta maaf, … dan ia tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya dia sendirilah yang kasar, tak tahu terima kasih dan dialah pencuri kue itu.

Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri (subjektif) serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya Orang lainlah yang selalu salah, orang lainlah yang patut disingkirkan, orang lainlah yang tak tahu diri, orang lainlah yang berdosa, orang lainlah yang selalu bikin masalah orang lainlah yang pantas diberi pelajaran. Padahal kita sendiri yang mencuri kue tadi, padahal kita sendiri yang tidak tahu. Kita sering mempengaruhi, mengomentari, mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lain sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.

*dapat dari suatu milis

PENGUKURAN RADIOAKTIF MENGGUNAKAN DETEKTOR NaI, Studi Kasus Lumpur Lapindo

Abstrak

Pengukuran radioaktif dengan metode scintillation menggunakan detektor NaI untuk mendeteksi intensitas sinar gamma dari bahan radioaktif. Setiap bahan radioaktif memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam hal memancarkan sinar gamma. Hasil percobaan akan ditampilkan melalui osiloskop serta hasil olahan melalui alat quantum Multi Channel Analyzer.

Kata  kunci : radioaktif, detektor

pengukuran-radioaktif-menggunakan-detektor-nai-studi-kasus-lumpur-lapindo.pdf

Pernikahan

Mengingat nikah, ternyata aku merupakan salah satu orang yang paling sering datang ke tempat nikah, maupun jadi panitia nikah, baik di dalam maupun luar kota. Berikut ini cerita-cerita tentang pengalamanku datang ke suatu nikahan, baik sebagai undangan biasa, maupun menjadi panitianya

 

Sebelum kuliah, aku sudah sering diminta oleh keluarga untuk menjadi panitia nikah. Entah yang disuruh memakai pakaian resmi, ataupun sekedar mengambil gambar. Waktu kecil, beberapa kali memakai pakaian adat Jawa, lengkap dengan kerisnya. Jadilah aku dan saudara-saudara yang lain memakai keris itu untuk main perang-perangan.

 

Ketika SMU, aku dipercaya oleh teman-teman menjadi manajer tim nasyid THE SHOW. Tim nasyid ini beberapa kali diminta mengisi untuk pernikahan alumni-alumni SMU kami (yang ku ingat pernikahan Bang Bahtiar, Bang Faruk). 3 bulan kuliah di ITB, belum kenal Bandung, lagi senang-senangnya jalan-jalan, aku sudah diminta oleh alumni SMU ku (Bang Uut Ar97) menjadi panitia. Yah, inilah pertama kali aku menjadi panitia nikah di Bandung.

 

Ada hal yang, lucu. Di Jakarta, biasanya adat pernikahan diselenggarakan dalam adat jawa. Aku pun sudah kenal dengan pakaian adat tersebut. Sehingga ketika disuruh pakaian adat Sunda, akupun menurut saja. Barang terakhir yang dipakai yaitu blangkon. Lho.., kok teman-teman tertawa melihat blangkon yang aku kenakan. Oh, ternyata cara memakai blangkon adat Jawa itu berkebalikan dengan adat Sunda.

 

Sejak itulah aku mulai sering menjadi panitia nikahan maupun datan teman-teman, alumni, dan saudara, baik dalam dan luar kota. Beberapa nikahan teman yang aku ingat: Faisal Ta01, Jemi Ta01-Teh Lia Ki00, Mas Tomi ITS-Mbak Dina UI, Kang Egi Tg99, Kang Dedi Fa01-Mbak Dini Ki01, Intan Ma03, Rohmad Si04, Mahfud Tk02, Kang Arif UPI-Teh Eus Ma02, Mas Ab STT Telkom-Mbak Rohmah ITS, Teh Feni Fi99, Danu Fi03, Teh Achi UI, Kang Andi&his brother Satgana Salman, Teh Mahda Fi00, Kang Fauzi El00, dll (lupa, abis banyak euy). Kalau yang nikah keluarga jangan di tanya, aku pasti dapat tugas khusus.

 

Pernikahan Islami

 

Sebagian besar pasangan di atas merupakan aktivis da’wah. Mereka menginginkan acara pernikahan yang dilangsungkan secara Islami. Dari mulai akad nikah hingga walimah. Ketika akad nikah, pengantin wanita duduk tidak disandingkan dengan pengantin pria, karena ketika pengucapan akad nikah, kan pasangan tersebut belum sah menjadi suami istri. Pasangan baru disandingkan ketika ijab kabul selesai dibacakan.

 

Pada walimatul ursy, tamu pria dan tamu wanita diberi penghalang (hijab). Biasanya, hijab tersebut dibuat dari tanaman-tanaman yang diatur secara khusus. Jumlah kursi yang disediakan pun relatif banyak, sehingga tamu yang hadir dapat makan dengan duduk, tidak berdiri (biasa dikenal dengan standing party).

 

Gamelan, atau musik tradisional yang biasa mengiringi acara walimah pun diganti dengan para munsyid yang menyanyikan lagu-lagu Islami. Dengan adanya lagu-lagu tersebut biasanya akan menambah meriah acara pernikahan.

 

Namun pernikahan Islami seperti itu nampaknya membawa pro dan kontra. Pernah suatu saat, dimalam sebelum acara, diadakan pertemuan antara keluarga pria, keluarga wanita, dan panita. Panitia memaparkan tentang agenda acara pernikahan Islami yang telah di susun. Merasa aneh dengan apa yang telah di paparkan oleh panitia, pihak keluarga tiba-tiba tidak setuju dengan usulan panitia.

 

Mereka menganggap kita bagian dari aliran sesat lah, tidak menghormati budaya lah, di luar kebiasaan umum lah, dlll. Memang, pernikahan Islami sudah mulai banyak di kota-kota besar, namun di daerah pernikahan Islami masih sangat jarang. Dengan mulai banyaknya pernikahan Islami, mudahan-mudahan masyarakat akan sadar dengan sendirinya.

 

Akhir kata,

 

Semoga menjadi pasangan yang berbahagia selamanya.

Semoga yang menulis juga cepat tertular.. Amin

 

Gerlong, 01.26PM.

Bebeberapa hari ini hujan, baju susah kering

Nikahnya Rohmad Si04

Previous Older Entries