Pernikahan

Mengingat nikah, ternyata aku merupakan salah satu orang yang paling sering datang ke tempat nikah, maupun jadi panitia nikah, baik di dalam maupun luar kota. Berikut ini cerita-cerita tentang pengalamanku datang ke suatu nikahan, baik sebagai undangan biasa, maupun menjadi panitianya

 

Sebelum kuliah, aku sudah sering diminta oleh keluarga untuk menjadi panitia nikah. Entah yang disuruh memakai pakaian resmi, ataupun sekedar mengambil gambar. Waktu kecil, beberapa kali memakai pakaian adat Jawa, lengkap dengan kerisnya. Jadilah aku dan saudara-saudara yang lain memakai keris itu untuk main perang-perangan.

 

Ketika SMU, aku dipercaya oleh teman-teman menjadi manajer tim nasyid THE SHOW. Tim nasyid ini beberapa kali diminta mengisi untuk pernikahan alumni-alumni SMU kami (yang ku ingat pernikahan Bang Bahtiar, Bang Faruk). 3 bulan kuliah di ITB, belum kenal Bandung, lagi senang-senangnya jalan-jalan, aku sudah diminta oleh alumni SMU ku (Bang Uut Ar97) menjadi panitia. Yah, inilah pertama kali aku menjadi panitia nikah di Bandung.

 

Ada hal yang, lucu. Di Jakarta, biasanya adat pernikahan diselenggarakan dalam adat jawa. Aku pun sudah kenal dengan pakaian adat tersebut. Sehingga ketika disuruh pakaian adat Sunda, akupun menurut saja. Barang terakhir yang dipakai yaitu blangkon. Lho.., kok teman-teman tertawa melihat blangkon yang aku kenakan. Oh, ternyata cara memakai blangkon adat Jawa itu berkebalikan dengan adat Sunda.

 

Sejak itulah aku mulai sering menjadi panitia nikahan maupun datan teman-teman, alumni, dan saudara, baik dalam dan luar kota. Beberapa nikahan teman yang aku ingat: Faisal Ta01, Jemi Ta01-Teh Lia Ki00, Mas Tomi ITS-Mbak Dina UI, Kang Egi Tg99, Kang Dedi Fa01-Mbak Dini Ki01, Intan Ma03, Rohmad Si04, Mahfud Tk02, Kang Arif UPI-Teh Eus Ma02, Mas Ab STT Telkom-Mbak Rohmah ITS, Teh Feni Fi99, Danu Fi03, Teh Achi UI, Kang Andi&his brother Satgana Salman, Teh Mahda Fi00, Kang Fauzi El00, dll (lupa, abis banyak euy). Kalau yang nikah keluarga jangan di tanya, aku pasti dapat tugas khusus.

 

Pernikahan Islami

 

Sebagian besar pasangan di atas merupakan aktivis da’wah. Mereka menginginkan acara pernikahan yang dilangsungkan secara Islami. Dari mulai akad nikah hingga walimah. Ketika akad nikah, pengantin wanita duduk tidak disandingkan dengan pengantin pria, karena ketika pengucapan akad nikah, kan pasangan tersebut belum sah menjadi suami istri. Pasangan baru disandingkan ketika ijab kabul selesai dibacakan.

 

Pada walimatul ursy, tamu pria dan tamu wanita diberi penghalang (hijab). Biasanya, hijab tersebut dibuat dari tanaman-tanaman yang diatur secara khusus. Jumlah kursi yang disediakan pun relatif banyak, sehingga tamu yang hadir dapat makan dengan duduk, tidak berdiri (biasa dikenal dengan standing party).

 

Gamelan, atau musik tradisional yang biasa mengiringi acara walimah pun diganti dengan para munsyid yang menyanyikan lagu-lagu Islami. Dengan adanya lagu-lagu tersebut biasanya akan menambah meriah acara pernikahan.

 

Namun pernikahan Islami seperti itu nampaknya membawa pro dan kontra. Pernah suatu saat, dimalam sebelum acara, diadakan pertemuan antara keluarga pria, keluarga wanita, dan panita. Panitia memaparkan tentang agenda acara pernikahan Islami yang telah di susun. Merasa aneh dengan apa yang telah di paparkan oleh panitia, pihak keluarga tiba-tiba tidak setuju dengan usulan panitia.

 

Mereka menganggap kita bagian dari aliran sesat lah, tidak menghormati budaya lah, di luar kebiasaan umum lah, dlll. Memang, pernikahan Islami sudah mulai banyak di kota-kota besar, namun di daerah pernikahan Islami masih sangat jarang. Dengan mulai banyaknya pernikahan Islami, mudahan-mudahan masyarakat akan sadar dengan sendirinya.

 

Akhir kata,

 

Semoga menjadi pasangan yang berbahagia selamanya.

Semoga yang menulis juga cepat tertular.. Amin

 

Gerlong, 01.26PM.

Bebeberapa hari ini hujan, baju susah kering

Nikahnya Rohmad Si04

1 Comment (+add yours?)

  1. umar
    Nov 10, 2010 @ 21:34:06

    yah jangan jadi panitia melulu, ana saranin supaya lebih afdhal antum nikah agar lebih enak.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: