Nanang+Dwi

Assalamu’alaikum wr wb


Mau cerita sedikit aja, semoga bermanfaat. Punten terlambat posting na.


Hari Jumat, sekitar ba’da Isya sudah keluar rumah untuk pertemuan pekanan. Jam 11 malam janjian dengan Koni (si03) tuk ambil mobil. Kita pakai mobil toyota Camry yang mewah nan boros bensin. Sekitar pukul 12 malam barulah berangkat bersama fahrul (fi01) dan sabeth (kl04) menuju Suryalaya, kab Tasik tempat kediaman Nanang (ms02). arena malam, perjalanan cukup lancar sehingga pukul 3 dini hari sudah berada di kediaman nanang.

Setelah disuguhkan makanan ringan+susu hangat, kami bertiga menuju dunia mimpi yang sangat singkat.Bayangin aja, baru enak-enaknya mimpi tiba-tiba nanang dah teriak Mil bangun Mil.. Subuh. Nanti kita kesiangan!!!

Yah, dengan berat hati bangun, dan sholat subuh. Abis nyubuh agenda dilanjutkan dengan mandiin mobil + ngerias. He he he, mobilnya dah mandi, orangnya belum J. Nyuci mobil baru aja kelar, tiba-tiba penganten dah siap. Wah terpaksa, persiapan+beberes laennya di percepat (tenang aja, kita-kita akhirnya mandi juga kok, emang sih belum sempet sarapan).

Jam 7 an kita berangkat rombongan kira-kira 7 mobil, dari kediaman nanang menuju tempat akad nikah. Tempat akad nikah di kota tasik, sekitar 1 jam perjalanan dari rumah nanang. Ini kali kedua nyupir mobil penganten lho. Mudah-mudahan barakahnya tertular.

Akad nikah berlangsung hidmat, tertib, dan cepat.. (lha wong sambil ketiduran, saking ngantuknya). Tapi sempet ngeliat sih, nanang dan istrinya sama-sama menangis. Mungkin menangis terharu, sedih, dan tentunya bercampur senang. (jomblo-jomblo yang menyaksikan pada ngiri tuh he he he..)

Setelah akad pindah ke gedung yang letaknya tidak terlalu jauh untuk melaksanakan walimatul ursy. Oh iya, ternyata dari pihak penganten wanita juga menyiapkan mobil penganten, jadi deh mobil kita di isi orang tua nanang aja. Sedangkan nanang+istri barunya di mobil yang laen.

Gedung tempat pernikahan tidak terlalu besar, sedangkan tamu yang hadir cukup banyak. Beberapa rombongan yang datang antara lain dari Salman, Mesin, Tekim, KM, adk 02, dan aktivis-aktivis lainnya. Tapi tenang aja, supply makanannya aman, jadi tamu-tamu yang datang belakangan tidak perlu was-was (kayak bencana aja).

Setelah puas foto-foto, ngobrol-ngobrol, makan-makan, becanda-becanda dan memastikan sudah tidak ada lagi yang dikerjakan di sana, sekitar pukul 13an kita mohon diri untuk segera pulang ke Bandung.

foto1.jpg

Pulangnya dapet tambahan 1 personel lagi, dede (pas salman). Jadi lah kita berempat pulang. Iseng, bunga+riasan mobil pengantin tidak dicopot ketika perjalan menuju bandung. Iseng juga, kita pulang tidak lewat jalur biasa, namun muter sedikit lewat Singaparna berlanjut ke Garut.

Perjalanan pulang cukup lancar, namun lebih padat dibandingkan dengan perjalanan malam. Sekitar jam 4an di daerah garut, kita dapet telpon dari anam (el01). Beliau mengabarkan bahwa dwi (tk02) dan yogi (tg02) kecelakaan motor di nagrek, dan sekarang berada di puskesmas di daerah garut.

Memang, ALLAH sudah menunjukkan kebesarannya kepada kita. Kebetulan kita di daerah garut. Kebetulan kita bersama dede yang orang garut, kebetulan yogi tidak mengalami luka serius, kebetulan juga yogi masih punya pulsa untuk menghubungi kita, kebetulan ada sedikit uang untuk di rumah sakit, dan masih banyak kebetulan-kebetulan lainnya.

Kita ketemu dwi dan yogi di puskesmas di daerah garut. Ternyata perlengkapan di sana tidak lengkap, dwi harus di rujuk ke RSUD garut yg terletak 13 km dari sana. Jadilah mobil penganten yg masih terpasang bunga+riasan itu menjadi mobil ambulan dadakan. Sepanjang perjalanan menuju RSUD, dwi sudah setengah sadar.

Di RSUD, barulah dwi mendapatkan pertolongan kedua yang cukup memadai, lukanya dibersihkan, di beri obat anti tetanus, dan anti nyeri. Bahkan sempet di ronsen. Dari hasil pengamatan sang dokter memberi tahu bahwa luka yg dialami oleh dwi harus segera di operasi dan mendapatkan perawatan intensif. (tendon badan kakinya putus, wah pokoknya ga bisa dedefinisikan deh.. ngeliatnya ngeri…)

Hm… setelah dipikir-pikir dan dirundingkan dengan sang dokter, akhirnya kita sepakat untuk membawa saja dwi ke RS Hasan Sadikin di bandung. Alasannya di RSHS lebih dekat ke bandung, peralatan lebih lengkap, dokternya lebih keren2, dll. Ya wes, akhirnya Camry yang biasanya dipakai oleh bos-bos itu jadi mobil pengantar orang sakit.

Di nagrek sempat berhenti sebentar tuk ngecek motor, dan menitipkannya pada penduduk sekitar. Sambil jalan dwi dan yogi menceritakan kronologis kecelakaan. Singkat cerita : Dwi dan yogi baru saja dari tempat nanang, dari arah tasik. Pas lagi di daerah nagrek, entah siapa yang salah mereka bertabrakan dengan mobil dari arah bandung yang kemungkinan mau ke daerah garut. Nagrek memang tempat yang cukup rawan kecelakaan. Topografi jalanan yang turunan, berbelok dan bercabang itulah penyebabnya. Sudah banyak korban, namun pihak yang terkait tampaknya tidak sigap terhadap hal tersebut. Dwi dan yogi bercerita bahwa tidak ada 1 pun polisi yang bertugas saat kecelakaan terjadi. Udah gitu, jarak rumah sakit terdekat yaitu RSUD garut berjarak lebih dari 25km. Tanda-tanda lalu lintas juga sangat minim!!

Sepanjang perjalan pulang, kita sudah kontak2an dengan rekan-rekan di bandung untuk menyiapkan dana yang cukup besar untuk biaya rumah sakit. Dan benar!! Di RSHS, kita menurunkan dwi dan membawanya ke UGD. Apa yang pertama kali dikatakan oleh penjaga?? “Silahkan anda daftar dulu ke bagian pendaftaran, baru kita layani.” Apa orang dalam keadaan sekarat saja masih diharuskan mendaftar??

Jelas-jelas kita datang dengan Camry. Masih saja di suruh mendaftar..Apa yang terjadi dengan bangsa ini? Bagaimana orang yang datang ke rumah sakit tanpa membawa uang sepeser pun. Gelandangan, atau pengemis, atau sekedar orang yang kecelakaan namun kebetulan tidak membawa uang yang berlebih. Matilah ia! Udah sekarat, butuh bantuan medis masih disuruh mendaftar terlebih dahulu. Itu di RSHS. Rumah sakit punya negara. Jangan tanya rs swasta.

Emang bener apa yang ditulis oleh Eko Prasetio, Orang Miskin Dilarang Sakit. Ya.. Orang yang miskin ga boleh sakit, langsung aja mati. Masih inget, ini masih kejadian dwi. Di RSUD garut, dia udah di ronsen + obat macem2. Tapi di RSHS masih juga di ronsen lagi. Udah gitu ga kira-kira ngasih obatnya. Seingat saya dua kali beli obat masing-masing harganya 350ribu. Belum lagi biaya operasi+perawatan selanjutnya. Mungkin kalau ini terjadi pada orang miskin, dia mendingan pasrah tidak usah diobati sekalian.

Malam itu belum selesai, setelah di cek sana-sini ternyata ruang operasi di RSHS penuh. Dokter menyarankan untuk pindah saja ke RS Halmahera. Ya, lagi-lagi Camry dengan setianya menjadi mobil ambulan untuk pindah dari RSHS ke RS Halmahera.

Kejadian di RS Halmahera juga mengecewakan. Masuk ke UGD, tidak ada petugas yang siaga untuk menerima pasien. Akhirnya kita-kita lagi yang sibuk angkat-angkat..Ketika pemeriksaan, lagi-lagi dwi di ronsen sana-sini, di kasih macem-macem seakan tidak percaya dengan data dari 2 rumah sakit sebelumnya.

Akhirnya malam itu selesai. Saya tepar dengan selamat di bangku rumah sakit di temani dengan teman-teman semobil yang merasakan nasib yang sama..

foto2.jpg

Kesimpulan

1. Bagi teman-teman yang sudah siap untuk menikah, maka segeralah!

2. Jadilah orang kaya, hidup di negara kita memang butuh uang banyak untuk dapat hidup layak

3. Jangan biarkan HP tidak berpulsa dan berbaterei.

4. Jaga hubungan dengan teman-teman. Merekalah yang pertama kali membantu apabila terjadi sesuatu hal

Akhir kata,

Barakallahu buat Nanang dan Istri

Dan

Syafakallahu buat Dwi

Wassalamu’alaikum wr wb

Insan Kamil

08188-kamil

https://bangkamil.wordpress.com

1 Comment (+add yours?)

  1. lukman
    Jun 17, 2008 @ 19:48:52

    aku cuman numpang dikit ternyata kisah inih awalnya manis eh ahirnya menyedihkan nah itulah manusia kerna manusia tidak duduk di satu martabat dengan konsep al Quran watilkal ayaamu nudawiluhaa baee nanas,yg artinya itu kehidupan manusia gerak gerik manusia tidak duduk di satu tempat/ conto misalnya ada senang ada juga sedih ada sehat adajuga sakit, kira2 seperti itu hidup manusia walowpun kita kaya belum tentu kita senang walowpun kita kaya belum tentu kita bisa ketawa walaupun kita kaya belum tentu cukup untuk di dunia ini.sekian mudah2han adahikmah di balik teragedi/ kajadian ini kita ambil hikmah nya aja coba kita tengok apa di balik semua ini ada hikmahnya atau ga psti ada sebab tidak mungkin allah menempatkan satu perkara bukan di tempatnya wasalam

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: