Kecelakaan (lagi)

Senin (18/2/08) pagi, dengan diantar dengan kedua orang tua aku diantar menuju salah satu point Baraya travel di daerah Melawai. Baraya travel memang terkenal dengan travel Bandung-Jakarta yang paling murah. Cuma 35 ribu. Lumayanlah buat kantong mahasiswa. Bahkan beberapa bus pun harganya lebih mahal dari travel ini. Harga yang murah bukan berarti pelayanan tidak memuaskan. Yah memang, kenyamanan dalam kendaraan akan berbeda dengan travel lain yang harganya 50-60 ribu.

Mobil yang aku tumpangi berangkat pukul 06.30. On time. Sebelum jalan aku sempat berdoa dalam untuk keselamatan perjalanan dan doa tidur. Maklumlah, dalam perjalanan jauh seperti ini, apalagi tidak jadi pengemudi biasanya tidur sepanjang perjalanan. Perjalan mobil seperti biasa. Masuk tol dalam kota kemudian tol cikampek. Di KM 57 sempat isi solar, dan beberapa penumpang pergi ke toilet untuk menyelesaikan urusannya masing-masing.

Perjalanan pun dilanjutkan. Tidak jauh dari tempat peristirahatan, mobil kami berbelok ke arah kiri, ke arah Bandung menuju tol Purbalenyi (Cipularang). Saat itu memang terjadi hujan, tidak gerimis, namun tidak juga terlalu lebat. Penumpang di sebelah kanan dan kiri tampak tertidur. Mungkin juga penumpang yang lain tidak begitu memperhatikan jalan. Aku belum sempat tertidur saat itu. Masih asik memikirkan tugas kuantum dan tugas akhir yang tak kunjung selesai.

Sekitar KM 77 tiba-tiba mobil di depan kami kehilangan kendali. Mobil tersebut slip, kemudian berputar 900 dan menghantam pagar pembatas. Mobil tersebut tepat melintang di depan mobil. Saat itu juga aku berpikir pasti akan terjadi kecelakaan. Kuambil posisi bersiap-siap, pasang kuda-kuda, memejamkan mata, berdoa, dan bertahlil.

Aku sempat berfikir, apabila aku meninggal sekarang, maka aku harus ikhlas. Yang aku ingat, aku hanya bisa berucap Tahlil dan pasrah apapun yang terjadi.

Duarrrr….Ssssrrttt…..

Benarlah apa yang kuperkirakan. Alhamdulillah aku masih bisa melihat. Suasana agak kacau. Orang di samping kananku baru saja sadar dari tidurnya. Orang di samping kiri sudah turun dari mobil. Ternyata aku masih dapat berdiri. Aku ikut keluar kendaraan. Kulihat kendaraan kami sudah menabrak sedan tersebut. Dan kudengar orang minta tolong dari dalam sedan itu.
Beberapa mobil berhenti untuk ikut menolong. Saat itu juga aku dengan beberapa orang terebut berusaha untuk mengeluarkan penumpang dan pengemudi sedan. Menarik, mendorong, dan merusak bagian-bagian mobil kami lakukan. Akhirnya penumpang sedan masih dapat di keluarkan dan kemudian di bawa menggunakan mobil pribadi yang berhasil kami stop.

Masih satu pengemudi yang terhimpit kendaraan. Dia tidak bisa kami keluarkan karena posisinya yang sulit. Ternyata pengemudi itu berpangkat kolonel. Tampaknya posisinya sangat sulit dikeluarkan, dan dia perlahan-lahan menghembuskan napas yang terakhir.

Jasa marga, mulai datang. Tak lama kemudian polisi dan ambulan pun datang. Saat itu sudah mulai tenang. Aku kembali ke mobil untuk mencari kaca mata, dan handphone yang terpental entah kemana. Alhamdulillah kedua barang tersebut diketemukan oleh penumpang di kananku yang baru saja bangun. Tampak dia shock sekali dengan kejadian ini.

Kondisi sedannya ini cukup mengerikan. Kaca depan, kaca samping pecah. Airbag sepertinya juga pecah. Bagian kanan sedan yang rusak parah, karena langsung bertabrakan dengan mobil kami. Sedang mobil kami, kaca depan, dan kaca kanan kirinya juga pecah. Setelah aku perhatikan, ternyata itu toyota Camry, sktr thn 2000. Beberapa kali aku mengendarai Toyota Camry jenis ini dengan kecepatan tinggi. Tambah shock waktu itu.

Alhamdulillah semua penumpang dalam mobil kami selamat semua. Yang mungkin agak parah supir dan penumpang paling depan. Beberapa saat kemudian penumpang lain dalam mobil kami sudah dioper ke mobil baraya lain yang kebetulan melintas. Tinggallah kami berlima, laki-laki semua yang tadi sempat membantu mengeluarkan korban bersama supir.

Saat itu barulah terasa, tangan, kaki, punggung dan beberapa bagian lain yang pegal-pegal dan tersa sakit. Setelah ditanya macam-macam oleh polisi, dan pertolongan pertama seadaanya, kami melanjutkan perjalanan ke Bandung dengan mobil baraya yang lewat. Kami memutuskan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut di Bandung saja, supaya aksesnya lebih mudah. Di Bandung, hanya disuntik morfin, kemudian sempat di ronsen dan di beri obat. Alhamdulillah tidak ada luka yang berarti. Ya, butuh istirahat beberapa hari saja. Pihak Baraya travel yang menanggung semua biaya rumah sakit. Bahkan penumpang di sampingku minta di ganti kaca mata yang baru.

Kejadian ini sangatlah berarti bagiku. Setelah kejadian itu, aku banyak berintrospeksi diri. Kematian itu dekat, kita tidak tahu kapan kita akan meninggal. Bisa jadi 1 jam lagi, besok, minggu depan, bulan depan, tahun yang akan datang, atau seperti Pak Harto, yang proses meninggalnya dipersulit. Yang mau kulakukan sekarang ya Taubat, beribadah dan berbuat kebaikan lebih dari sebelumnya.

Semoga dapat menjadi pelajaran..


(aku baru tahu belakangan yang meninggal ternyata itu seorang kolonel. BS Pasaribu. Beberapa waktu lalu, pihak baraya sempat bicara bahwa aku diminta untuk menjadi saksi. Namun mereka belum menghubungi lagi. Berita lain, kalau supirnya sudah di non aktifkan.. Uh.. kasihan dia, padahal menurutku dia tidak bersalah)..

Kamil

4 Comments (+add yours?)

  1. Petty Pasaribu
    Oct 16, 2008 @ 21:49:17

    Pak Kamil, saya putri pertama dari ( ALm ) Kolonel BS Pasaribu. Jujur saat saya membaca tulisan anda ini saya seakan terbawa dan larut pada saat kejadian terjadi. Keluarga kami sangat percaya ini semua rencana dan kehendak Tuhan dalam kehidupan kami. Sebagai orang beriman kami percaya rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera yang selalu akan mendatangkan kebaikan buat orang yang percaya padaNya dan kami sudah merelakan kepergian Ayah tercinta kami. Ayah saya adalah orang yang sangat berhati-hati dalam memutuskan segala sesuatu dan juga dlm bertindak. Begitu juga dlm hal mengemudi, jadi saya rasa saya hanya ingin menegaskan memang bukan kesalahan pengemudi Baraya Travel ( yang sudah kami maafkan di dalam lubuk hati sanubari kami ) akan tetapi saya hanya berandai seandainya kendaraan baraya travel itu tidak mengemudikan kendaraan kencang maka kecelakaan itu bisa saja terhindarkan. Seperti dalam tulisan anda, anda saja mengetahui dan dapat melihat mobil ayah saya menabrak marka jalan ( seharusnya pengemudi juga kan )…harusnya dia bisa saja menghindar. Toh bagaimanapun, walau harga ongkos travel baraya termasuk murah bukan berarti keselamatan penumpang tidak terjamin bukan?? Yahhh akan tetapi jgn anggap email atau comment saya ini sebagai penyesalan ataupun ingin mengungkit kembali berita ini. Saya hanya ingin menegaskan bahwa kecelakaan bisa saja terjadi karena adanya unsur ketidaksengajaan akan tetapi hal itu bukan merupakan pembenaran untuk meniadakan kesalahan. Btw kami juga sudah menarik kasus ini dan pengemudi Baraya Travel tersebut Pak Ridwan sudah dibebaskan dari pihak kepolisian dan sudah kembali berkumpul dengan keluarganya.

    Reply

  2. Multimedia smk n 8 Semarang
    Feb 14, 2009 @ 16:08:19

    Blog anda bagus, silahkan berkunjung ke blog kami di http://www.multimediasmknegeri8semarang.blogspot.com. terima kasih

    Reply

  3. Rizki
    Apr 25, 2015 @ 18:49:10

    Maaf pak saya mau bertanya karena ini bisa jadi bahan skripsi saya . Apakah dari kejadian ini pihak travel mengganti kerugian penumpang ? Baik dari segi materil maupun immateril ? Terimakasih

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: