SRAC installation manual

The SRAC is a code system applicable to neutronics analysis of a variety of reactor types. Since
the publication of the second version of the users manual (JAERI-1305) in 1986 for the SRAC system,
a number of additions and modifications to the functions and the library data have been made to
establish a comprehensive neutronics code system.

In this text, you will find SRAC intallation guide in a linux based computer. This text write in Indonesian. If you need help, you can contact me by email.

http://nuklir.fi.itb.ac.id/files/itb_|_nrp-lab_3193866020_instalasi_srac.pdf

Advertisements

Harapanku

Harapanku :

– Lulus kuliah tahun ini dengan ipk 3,0…

– Bisa menjalankan bisnis yang sudah dirancang

– Olahraga semakin teratur

– Menjaga pola makan sehat

– Menikah, hm… belumlah..

Yah, aku ingin segera lulus dari kampus tercinta. sudah lama rasanya aku ini kuliah. Hampir 5 tahun. Memang belum berapa lama di banding teman-teman aktivis jaman dulu yang bisa kuliah sampai 8 – 10 tahun. Zaman udah berubah cing…

Hampir tiap malem nginep di lab. Ngerjain tugas, skripsi, ngerunning program, chating, liat2 blog orang.. Yah kerjaan hampir rutin.. Gile man, hampir tiap hari di depan komputer lebih dari 12 jam.. Semoga bisa beres, dan diberi kemudahan. Semoga juga ilmunya bermanfaat, baik bagi diri, temen2 lab, nusa dan bangsa.. Amin..

Aku punya impian bisa membangun bisnis bersama rekan-rekan.. Yang sudah akan jalan tour.. Yang sedang di rancang AC. Mimpi ke depan bisnis teknologi, agri industri, dan properti.

Menjaga kesehatan tampak menjadi harapan yang baru. Tingkat stress yang tinggi. Kebiasaan buruk, tidur sembarangan, dll harus diimbangi dengan olahraga teratur. Aku ingin tetap bugar dan fit hingga tua. Aku ingin tidak lagi banyak penyakit dalam tubuhku.. Jalan pagi, berenang, sesekali futsal adalah pilihan tepat.

Makan teratur, tidak terlalu banyak, tidak terlalu sedikit. Jaga kolesterol.  hm.. tampaknya aku dah overweight.. hayo kamil, jaga makanmu!! Inget, kamu dah pernah tipes lebih dari 5 kali, maag, bahkan sampai operasi usus buntu..

Menikah… ha ha ha… ini isu sensitif. Hampir tiap saat, entah di lab, entah di salman, entah di asrama, entah ketemu temen baru, temen lama, entah ketemu sodara, entah ketemu dosen, entah dll… selalu berbicara masalah menikah..

Ayah bilang, hidupmu masih panjang. Tundalah menikah barang 2-3 tahun. Berkaryalah dulu. Bersenang-senanglah dulu.. Nanti kalau sudah punya “buntut” bakalan repot.. Ngurus istri, ngurus anak. belum lagi kalo anaknya bandel he he he…

Ya ALLAH, berilah aku kemudahan dalam setiap gerak dan langkahku. berilah aku petunjuk supaya dapat menjalani hidup ini tanpa salah arah. Pease..

Nulis, sambil ngerjain Tugas Manajemen Proyek (in English), sama skripsi yang entah kapan selesainya.

Kamil, Lab Nuklir.. 00.53. 26 Mei 2008