Tentang Mahasiswa ITB Yang Meninggal Karena Ospek

Bismillah

Ospek ITB terkenal cukup garang. Angkatan saya mungkin yang cukup merasakan hal tersebut. Saya ospek jurusan hampir selama 9 bulan. Bagi saya cukup banyak hal-hal positif yang didapatkan, namun memang tidak sedikit kegiatan-kegiatan yang dilakukan di luar hati nurani.

Beberapa waktu lalu terdengar kabar tidak sedap dari ITB tentang masalah Ospek ini. Berikut ini saya sampaikan berita saya di tulis oleh rekan-rekan..

Dwi Nanto dalam blog nya di sini

Atau email yang saya terima dari milis angkatan ITB

Dod, ini kesaksian adik kelas ku yg malam itu ada di Lokasi:

Kaderisasi IMG sekarang namanya PPAB (Proses Penerimaan Anggota Baru). PPAB ini sudah sama sekali berbeda dengan OSPEK sebelumnya. Sudah tidak ada lagi kontak fisik, bahkan tidak ada fisik sama sekali, seperti push up, scout-jump, jalan jongkok, dll.

Perlu diketahui juga, (seperti yang dibahas di milis IMG), malam sebelum pelantikan ini diselenggarakan rapat sosialisasi di IMG. Beberapa alumni juga ikut hadir. Oleh karena bentuk kaderisasi yang sudah berubah (terdistorsi) dan akhirnya disepakati bahwa pelatikan PPAB 07 bisa dilaksanakan tanpa ada panggilan KAMERAD.

KIta juga menyadari bahwa jaman sudah berubah. Dan OS “Keras” barangkali sudah tidak cocok lagi utk diterapkan. Perlu dicari konsep kaderisasi baru. Utk itu pada pertemuan itu, disepakati juga bahwa kedepannya IMG harus memikirkan metoda kaderisasi baru, yang sesuai dengan jaman mereka. Konsep tersebut akan dikritisi di milis IMG. Apabila akhirnya sudah disepakati konsep baru tersebut, IMG dapat menggunakan lagi panggilan KAMERAD, apabila mau.

Hal tersebut dilakukan, utk membuat mahasiswa sekarang berpikir utk menentukan sendiri konsep kaderisasi. Alumni akan membantu “share” konsep lama OS supaya mereka pun tau esensi OS dan tau mau merubah apa. Dengan demikian diharapkan kedepannya memang tercipta konsep kaderisasi yang baik.

Besoknya, saya dan beberapa teman alumni hadir di acara pelantikan PPAB IMG dengan hanya melihat-lihat dan mengamati sekalian pengen kumpul2 dan reuni. Tidak ada intervensi dari alumni ke acara panitia.

Dari pengamatan saya dan teman2 malam itu, PPAB memang sudah tidak keras lagi. Saya saksikan tidak ada itu yang namanya push up, sit up, jalan jongkok, dan lain2nya. Kegiatannya mobilisasi dari pos ke pos, baris berbaris sambilkan menyanyikan lagu.

Saya dan teman2 alumni datang pas malam, sekitar jam 10an. Disana saya dengar Wisnu sudah dipisahkan dari teman2 nya dan ditempatkan di kelas. Kami waktu itu lgs menuju pasukan elit (begitu istilah kami dahulu). Sampai suatu saat datanglah panitia memberitakan wisnu sudah ingin mundur dan panitia ingin membawa beberapa temannya utk
memotivasi. jadi akhirnya saya dan beberapa teman ikut datang juga melihat kondisinya. Wisnu mengeluh kakinya kram dan kesemutan dan susah utk berjalan. Akhirnya wisnu tidak bisa dimotivasi lagi, panitia memutuskan mengevakuasi Wisnu utk dibawa pulang.

Saya kembali ke tim elit, beberapa saat kemudian kami mendengar Wisnu dalam keadaan kritis dan dibawa ke rumah sakit. Acara pelantikan sudah mau dimulai, kami mengikuti mobilisasi tim elit ke tempat acara akhir. Diperjalanan, kami mendengar bahwa Alm. Wisnu sudah meninggal.

Setelah itu Ketua IMG melaporkan kejadian ini ke Pak Wed dan Pihak Keluarga. Beberapa jam kemudian datang pak Wed dan dosen lain, pihak keluarga, pak widyo beserta orang2 rektorat.

Dari sana, kami mendapat informasi bahwa jenazah langsung dibawa ke bekasi dan tidak ada otopsi.

Pada PPAB 07 ini, seperti juga acara2 kaderisasi tahun-tahun sebelumnya, panitia sudah melakukan cek kesehatan sebelum dibawa ke lapangan. acara dilapangan didampingi tim kesehatan dari AMP (FKU Unpad). Evakuasi Wisnu didampingi tim medis IMG dan tim medis dari AMP.

Demikian, sedikit cerita dari saya. Kronologis lebih jelas sedang disiapkan IMG.

Regards,
Nicko

Catatan

IMG : Ikatan Mahasiswa Geodesi

Semoga dapat memberi penjelasan yang lebih detail tentang peristiwa ini

Salam Perjuangan

7 Comments (+add yours?)

  1. iBnu
    Feb 13, 2009 @ 08:33:51

    ATAS NAMA PENDIDIKAN
    Putih kapas dapat dilihat, putih hati berkeadaan. Demikianlah keadaanku kini, terbujur kaku di pusaran pembaringan dengan taburan do’a di atasnya. Ya.. memang… aku telah mati!! aku harap… Janganlah engkau terkejut karenanya… aku adalah mayat korban kekerasan atas nama pendidikan.

    Tahun 2008… aku putuskan untuk memulai perjalanan panjangku. Teknik Geodesi ITB menjadi pijakan utamaku. ITB.. salah satu Universitas besar… Impianku, ku mulai dari sana.

    Berjuta harapan dan terpaung jelas di kampus itu, menjadi orang besar di Indonesia… Menjadi orang berguna. Tujuanku satu, dapat mengarungi maghligai bahagia di masa mendatang.

    Setelah beberapa lama…

    Rencana tinggalah rencana. Semua sia-sia belaka… Kala ku tahu kekerasan menjadi legalitas disana. Dengan sangat terpaksa, satu persatu mimpi indahku terpaksa ku tanggalkan. Mimpiku membuatku terluka. Mimpiku membuat aku menderita. Aku kecewa… kecewa… sungguh kecewa…

    Di ITB, aku hanyalah sansak hidup yang berada dalam arena tinju pendidikan Universitas. Mereka bebas menamparku, meraka bebas menginjakku, mereka bebas memukulku, mereka meludahiku… mereka bebas melakukan kekerasan… semua demi nama pendidikan…

    Feb 2009… dengan berat hati, aku mengakhiri perjalananku. Ku tutup mataku… Ku hembuskan nafas terakhirku… Karena pendidikan mengajarkan kekerasan.

    sumber: http://www.asyiknyaduniakita.blogspot.com/

    Reply

  2. bintangcomp
    Feb 13, 2009 @ 09:10:50

    ATAS NAMA PENDIDIKAN

    Putih kapas dapat dilihat, putih hati berkeadaan. Demikianlah keadaanku kini, terbujur kaku di pusaran pembaringan dengan taburan do’a di atasnya. Ya.. memang… aku telah mati!! aku harap… Janganlah engkau terkejut karenanya… aku adalah mayat korban kekerasan atas nama pendidikan.

    Tahun 2008… aku putuskan untuk memulai perjalanan panjangku. Teknik Geodesi ITB menjadi pijakan utamaku. ITB.. salah satu Universitas besar… Impianku, ku mulai dari sana.

    Berjuta harapan dan terpaung jelas di kampus itu, menjadi orang besar di Indonesia… Menjadi orang berguna. Tujuanku satu, dapat mengarungi maghligai bahagia di masa mendatang.

    Setelah beberapa lama…

    Rencana tinggalah rencana. Semua sia-sia belaka… Kala ku tahu kekerasan menjadi legalitas disana. Dengan sangat terpaksa, satu persatu mimpi indahku terpaksa ku tanggalkan. Mimpiku membuatku terluka. Mimpiku membuat aku menderita. Aku kecewa… kecewa… sungguh kecewa…

    Di ITB, aku hanyalah sansak hidup yang berada dalam arena tinju pendidikan Universitas. Mereka bebas menamparku, meraka bebas menginjakku, mereka bebas memukulku, mereka meludahiku… mereka bebas melakukan kekerasan… semua demi nama pendidikan…

    Feb 2009… dengan berat hati, aku mengakhiri perjalananku. Ku tutup mataku… Ku hembuskan nafas terakhirku… Karena pendidikan mengajarkan kekarasan.

    sumber:http://www.asyiknyaduniakita.blogspot.com/

    Reply

  3. bangkamil
    Feb 16, 2009 @ 09:58:21

    Ya memang, kejadian ini merupakan tamparan keras pendidikan di Indonesia. Banyak pihak yang introspeksi atas kejadian ini.
    Menurut saya pihak kampus ITB yang paling bertanggung jawab terhadap kejadian ini. Seharusnya mereka bisa lebih “concern” terhadap masalah kemahasiswaan, tidak hanya fokus terhadap masalah akademik seperti sekarang ini.
    Memang, ini menjadi ujian berat bagi ITB yang akan menyongsong ulang tahun emasnya yang ke-50…

    Reply

  4. Saipul Anwar Lubis
    Apr 22, 2012 @ 10:30:03

    emang konsep acaranya gimana? boleh gak dikirimkan ke email saya runtun acaranya ospek dan ppab ini email saya : anwar.alfachrie@yahoo.co.id

    Reply

  5. Trivena Goretha
    Aug 30, 2013 @ 11:38:54

    Membaca tulisan ini hati saya sebagai orang tua sangat trenyuh,bagaimana tidak mahasiswa meninggal saat mengikuti ospek. berita ini sangat menakutkan sekali.dan saya jadi kepikiran karena kebenaran anak sayapun tahun ini sedang mengikuti OSJUR di itb, dan saya sangat berharap dan menghimbau kepada kaka – kaka kelas yang ikut bagian dalam meng-ospek adik kelasnya lebih mengarahkan sesuatu yang berguna dan tidak ada kekerasan fisik sehingga membuat orang trauma dan tidak nyaman. Saya lebih senang kalau ospek itu diisi dengan pengetahuan yang berguna sehingga bisa memotivasi mahasiswa baru .

    Reply

  6. Kuya
    Dec 12, 2013 @ 11:04:24

    saya mahasiswa itb. ospek yang diberikan semua himpunan di itb telah dipikirkan matang2, dikaji tidak kurang dari 6 bulan tiap tahunnya. kami bukan orang-orang tidak berpikir. secara garis besar, yang diberikan saat kaderisasi bertujuan untuk membentuk profil standar mahasiswa itb. jadi, di dunia kerja tidak akan ada yang bilang “anak itb kok manja.” itb memang keras, kami dituntut secara fisik dan mental. kami egaliter, keras, dan arogan. yang tidak bisa bertahan pasti tersisih, entah pindah, drop-out, sakit, atau bahkan meninggal. kalo takut, masuk univ lain saja. itb bukan tempat anak manja. btw, mati itu takdir Tuhan, jangan mengkambinghitamkan ospek di itb apapun himpunannya.

    Reply

  7. keceng
    Oct 13, 2014 @ 13:00:07

    sedih sekali melihat pendidikan untuk penerus bangsa ini

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: