Indonesian Parliament Election

April 9 2009 is a big day for Indonesia. At that time, Indonesian people vote their representative for parliament.

The final result in TPS 31 :

Partai Demokrat in the first position, followed by Partai Keadilan Sejahtera. Partai Golkar only in the third position, and followed by Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Here the pictures of the election

p-ngeliat-nama-caleg

Picture of the representative

p-tps-31

My TPS, place for the election. About 200 peoples vote here.

p-persiapan

Preparation before the election..

p-sumpah

Taking the pledge by the official of TPS

p-penjelasan

Official of TPS explain the election process to the voters..

p-pencontrengan

Marking process.

p-masukin-k-kotak

Put on the box

p-nandain-di-tangan

Dipping the finger into ink. People cannot vote two times, because there is a sign if they have vote

p-calculation

Calculation process. I become one of the watch in this TPS

p-di-kecamatan

In vote center, Jagakarsa district. Very crowded. For about 550 TPS collected here..

Advertisements

Pendapat capres tentang opsi nuklir

Menjelang pemilu, banyak parpol mengumbar janji-janji manis. Begitu pula dengan para calon presiden. Kali ini, saya mengajak kawan-kawan tuk melihat janji-janji capres terhadap penggunaan energi nuklir.

Di bawah beberapa berita terkait dengan pernyataan para calon presiden terhadap kemungkinan penggunaan PLTN sebagai sumber energi..

Pak Jusuf Kalla ternyata menolak penggunaan nuklir

(http://pemilu.antara.co.id/view/?tl=kalla-golkar-tak-setuju-kembangkan-energi-nuklir&id=1234774784 , http://www.tekmira.esdm.go.id/currentissues/?p=1693 )

Begitu pula dengan Pak SBY

(http://www.detiknews.com/read/2009/04/05/110012/1110409/10/kampanye-ala-obama-sby,-blt-&-nuklir-jadi-bahan-pertanyaan , http://www.republika.co.id/berita/42174/Listrik_Nuklir_Pilihan_Terakhir )

Sama juga dengan Pak Prabowo, yang menganggap opsi nuklir bukan pilihan yang utama dalam memecahkan masalah energi di Indonesia

(http://www.mail-archive.com/forum-pembaca-kompas@yahoogroups.com/msg70324.html )

Malahan Gus Dur sempat tertidur ketika PM Korea Selatan menawarkan nuklir.

(http://www.surya.co.id/web/Berita-Utama/Di-Balik-Layar-Tingkah-Laku-Para-Presiden-RI-Megawati-Lebih-Bersemangat-Bicara-Soal-%E2%80%98Shopping%E2%80%98.html )

Melihat berita-berita di atas, tampaknya para calon pemimpin bangsa kita belum terlalu serius dalam mengambil opsi penggunaan reaktor nuklir sebagai salah satu sumber energi yang baik untuk pemenuhan kebutuhan energi di Indonesia, paling tidak untuk 5 tahun mendatang.

Sampai kapan kita menunggu para pemimpin ini sadar bahwa reaktor nuklir ini merupakan sumber energi yang memiliki daya yang besar dan sangatlah aman. Tidak ada negara maju yang tidak menggunakan nuklir sebagai sumber energinya.

Sampai kapan teman-temanku yang sudah bersusah payah riset tentang nuklir, bahkan banyak yang sampai ke luar negri sana harus gigit jari ketika pulang ke Indonesia belum mendapatkan kepastian pekerjaan karena PLTN nya belum ada… (he he he, asli paragraph yg ini Cuma becanda lho peace ^_^.)

Salam

Kamil