Jika Aku diberikan uang 10 juta untuk traveling

Ya.. Jika aku diberi uang Rp. 10 Juta untuk travelling, aku akan langsung berkata Ambon!

Ambon, salah satu kota di Kepulauan Maluku, Timur Indonesia menawarkan tujuan wisata yang berbeda dari objek wisata lainnya.

Ambon

Waktu yang cocok untuk menikmati keindahan alam Ambon yaitu dari tanggal 14 Mei 2015 hingga 17 Mei 2015 karena hari Kamis tanggal 14 Mei 2015 dan hari Sabtu 16 Mei 2015 merupakan hari Libur nasional, tinggal mengambil cuti hari Jumat

Day 1

Pergi

Tiba menjelang sore hari di Ambon dengan pesawat Garuda Indonesia, langsung menuju hotel untuk bebersih dan meletakkan barang. Hotel yang dipilih yaitu Budget Hotel Amaris Ambon.

Harga Kamar Review Hotel

Hari pertama yaitu mengunjungi Land Mark Kota Ambon di Lapangan Merdeka untuk melihat Patung Pattimura, kemudian Patung Martha Chirstina Tiahahu dan Gong Perdamaian dunia.

Gong Perdamaian Dunia Patung Christina Martatiahahu Patung Pattimura

Malam di akhiri dengan makan malam yang indah di sekitaran Land Mark Kota Ambon.

Day 2

City Tour Ambon

Beberapa lokasi yang akan dihampiri pada hari ini antara lain Benteng Ferangi atau Benteng Victoria yang dibangun tahun 1575 oleh Portugis digunakan sebagai pusat pemerintahan pada waktu itu. Perjalanan dilanjutkan Benteng Amsterdam yang dibangun pada tahun 1512 dan digunakan oleh Belanda untuk Pos Pemantauan.

Benteng Amsterdam Benteng Ferangi

Karena ini Hari Jumat, tak lupa disempatkan untuk dapat Sholat Jumat di Masjid Wapauwe, masjid yang dibangun pada tahun 1414 di Wawane. Di dalam Masjid ini terdapat Al Quran yang ditulis tangan dan timbangan beras kuno untuk zakat fitrah.

Masjid Wapauwe

Menyempatkan diri untuk memancing di Pantai adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Pantai Natsepa di kawasan Liang merupakan tempatyang tepat untuk melakukan hal tersebut. Tak lupa untuk Ngerujak di pinggir Pantai adalah cara yang indah untuk melengkapi hari.

Sebelum pulang ke Hotel mampir ke toko oleh-oleh untuk membeli oleh-oleh khas Maluku antara lain Minyak Kayu Putih, kue khas Ambon seperti Kue Kenari, Kue Tumbu dan Bagea)

Day 3

Menuju Pulau Nusa Pombo, Pulau yang tidak berpenghuni berjarak 1 jam perjalanan menggunakan speed boat dari pelabuhan Ambon untuk menikmati pulau yang sangat indah. Di dalam pulau ini terdapat hewan endemik Maluku yaitu Purung Pombo.

Pulau Nusa Pombo

Aktivitas yang dilakukan antara lain trekking mengelilingi Pulau, berenang dan menyelam menikmati keindahan alam bawah laut yang sangat indah.

Day 4

Pulang Review Pesawat

Perjalan pulang menggunakan pesawat pagi dan tiba di Jakarta pukul 11.15, masih cukup banyak waktu untuk berberes dan beristirahat untuk menghadapi rutinitas esok hari.

Kesan menggunakan Traveloka App

Pertama kali mengetahui traveloka dari iklan di media massa online, ketika itu langsung membuka traveloka.com nya, mendaftar menjadi anggota dan berlangganan newsletter. Ketika itu mencoba untuk memesan tiket pesawat, ternyata sangat mudah, simple dan tanpa biaya tambahan.

Kemudian dari newsletter menginformasikan bahwa Traveloka mengeluarkan Aplikasi untuk android, saya langsung saja download. Sekarang setiap pemesanan pesawat terbang saya pasti menggunakan aplikasi Traveloka.

Kesimpulan biaya

  • Tiket Garuda Indonesia JKT – AMQ untuk 1 orang Rp2.043.400
  • Tiket Garuda Indonesia AMQ- JKT untuk 1 orang Rp1.746.000
  • Menginap di Amaris Hotel Ambon selama 3 malam Rp1.345.671
  • Taksi dari rumah ke Bandara Soekarno Hatta dan sebaliknya Rp. 500.000
  • Taksi dari Bandara Pattimura ke Hotel dan sebaliknya Rp. 400.000
  • Biaya makan @40ribu x 8 = Rp. 320.000
  • Biaya transportasi selama di Ambon Rp. 500.000
  • Biaya masuk objek wisata selama di Ambon Rp. 250.000
  • Menyewa boat dan peralatan menyelam Rp. 1.500.000
  • Beli oleh-oleh untuk keluarga Rp. 500.000
  • Sisa bujet 10 juta yang tersisa Rp 894.929

Visa Jepang Pemegang E-Passport

Ini merupakan tulisan lanjutan setelah E-Passport nya selesai.

Persyaratan umum membuat passport Jepang ada di sini : http://www.id.emb-japan.go.jp/visa.html

Panjang kan hehee..

Mangkanya baca yang ini aja (khusus pemegang E-Passport) : http://www.id.emb-japan.go.jp/news14_30.html

Gampangkan..

Jadi, intinya kalau sudah punya E-Passport ga usah capek capek lagi ngumpulin berkas macem-macem spt passport biasa, udah gitu gratisss tiss tiss..

Jadi ada 2 proses, yaitu proses penyerahan berkas dan proses pengambilan berkas.

Untuk penyerahan berkas sangat simple, hanya perlu bawa E-Passport dan isian yang bisa di download di  http://www.id.emb-japan.go.jp/visa_waiver_form.PDF .

Untuk menuju Kedubes Jepang susah susah gampang, mereka tidak menyediakan tempat parker motor / mobil, so kalau mau parkir mobil bisa di Grand Indonesia / Plaza Indonesia. Kalau mau pake Busway, paling enak turun di Dukuh Atas, trus naek kopaja / metronimi yang jurusan tanah abang, nanti turun di depan kedubes Jepang persis deh hehe..

Bawa deh kedua dokumen itu, mereka buka dari jam 08.30 – 13.30. Pengalaman waktu mengurus, karena mau berangkat lagi peak season yaitu pas bunga sakura, jadi agak penuh. Aku datang sekitar jam 10 an. Itu sudah mengantri di depan kedubesnya, setelah menyerahkan KTP tinggal masuk ke dalam. Didalam kedutaan masuk ambil antrian, ada 2 nomor antrian untuk orang Indonesia, WNA, Travel yang satu lagi untuk orang Jepang.  Intinya adalah sampai di kedutaan sebelum jam 12, kalau sudah di dalam jalan terus, mereka shift istirahatnya.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya dipanggil juga nomor antrian, di depan petugas kita hanya disuruh menyerahkan E-Passport dan data isianya kita dikasih kertas kecil untuk bukti pengambilan Passport dan visanya disuruh kembali lagi besok nya.. (cepet banget ya)..

Aku baru bisa mengambil Visanya besok lusanya, untuk pengambilan yaitu jam 13.30-15.00, dan jreng-jreng.. antriannya lebih panjang dibandingkan waktu menyerahkan dokumen. Ya sudah, disabarin aja, sambil ngobrol sama orang2.. hehe..

Didalam setelah ngambil nomor antrian, tidak lama kita dipanggil, dikasih deh E-Passport kita yang sudah ditempel Visa Waiver.

20150413_211147

Yeayyy.. Ready to go to Japan!!!

Sepertinya untuk menyerahkan dokumen ini mesti dilakukan sendiri, kecuali memang ngurus lewat travel. Kalau untuk pengambilan bisa diwakilkan, tinggal bawa kertas kecil yang dikasih sama petugas kedutaannya aja.

Selamat Berlibur ke Jepang..

Cara Membuat Passport

Disertakan Tips Membuat Passport

Ada 2 hal yang membuat aku terpaksa membuat passport, yaitu karena dapat hadiah tiket ke Jepang dan setelah membaca buku Self Driving karya Rhenald Kasali.

Setelah membaca2, membrosing2, nanya2, akhirnya diputuskan untuk membuat E-Passport (paspor elektronik). Apa perbedaan E-Passport dengan Passport biasa? Bedanya E-Passport ada tambahan tulisan E- nya hahaha..  Jadi E-Passport ada semacam chip gitu untuk menyimpan data2 kita. Karena katanya akan ada kemudahan ngurus visa Jepang kalau pakai E-Passport (tentang mengurus Visa Jepang akan ditulis dalam tulisan selanjutnya ya…)

passpor biasa Passpor

Source : http://www.id.emb-japan.go.jp/news14_30.html

Nah, setelah dapat info, katanya lebih mudah kalau buat Passport itu daftar dulu lewat online, jadi disana tinggal foto aja..  ini link nya : https://ipass.imigrasi.go.id:8443/xpasinet/faces/PassportFormCustomer.jsp

Ternyata eh ternyata, pas mau milih E-Passport kok ga ada, akhirnya email deh ke Dirjen Imigrasi yang tertera di websitenya. Jawabnya mesti datang langsung..

Setelah dapat info dari sana sini, di suruh dateng jam 7 pagi… Ya udah, untuk menyiasati aku dateng kira2 jam 06.30 dan jreng.. jreng.. antrian udah mengular. Ada 3 antrian di sana, untuk orang tua, untuk yang sudah registrasi online dan yang belum registrasi online.. Dapat dipastikan yang antriannya paling panjang yang belum registrasi online… Just FYI, aku datang ke kantor Imigrasi Jakarta Selatan.

Udah tu ngantri deh, karena istri baru kerja malamnya, jam 7 lewat baru sampe imigrasi, antrinya lebih belakang lagi..  Jam 7 pagi mulai dibuka Imigrasinya, satu persatu pemohon masuk. Jam 7.30 sebagian pemohon sudah di dalam. Biar cepet siapkan KTP, KK, Ijasah /AKte Lahir dan Passport Lama (kalau punya), semua siapkan Asli dan fotokopiannya.  #tips1

Nanti pas masuk akan dicek semua tuh, kalau dokumen lengkap baru dikasih formulir isian (kalau yg sudah daftar online tinggal duduk duduk aja).. Oh iya, yang mengajukan E-Passport jangan lupa cap minta cap E-Passport. Jam 7.30 s.d jam 08.00 dikasih tau petunjuk pengisian formulir.

Beberapa yang menjadi catatan yaitu, untuk yang mau Haji atau Umroh kan namanya mesti 3 suku kata, jadi nanti tinggal beli form di koperasi trus isi form lalu ttd di atas materai untuk perubahan namanya. Perubahan nama nanti mengikuti nama orang tua atau nama kakek (ga bisa nama suami ya..)

Jam 08.00 baru mulai tuh satu2. First come first served. Padahal udah 10 loket dibuka, tapi karena antrian banyakkkk, jadi deh baru dipanggil menjelang zuhur.. Itu masih mending, istri baru dipanggil abis ashar… Jadi kesimpulannya, mesti datang jam 5.30 pagi, antri deh tuh di depan pintu masukk, dari pada dateng siangan pulangnya jauuh lebih lama.. #tips2

Pas di wawancara ditanya2 aja ama mbaknya, mau kemana, data yang perlu diverivikasi dsb, ga ribet kok, abis di input data, Kalau yang sudah daftar onlen duluan, cepet karena ga perlu input data. Setelah itu difoto deh, siapkan muka manis, yang pakai kacamata copot dulu kacamatanya. Abis foto bayar dech. Cara bayarnya gampang, mereka sudah sediain EDC, jadi bisa bayar pakai kartu kredit, atau kartu debit. Sebenarnya bisa aja langsung setor di BNI, tapi ngapain udah ada EDC kok hehe..  #tips3

Setelah bayar kita di kasih tanda bukti untuk pengambilan. Passport biasa 3 hari kerja, passport elektronik 5 hari kerja. Untuk pengambilan dimulai jam 10 sd jam 16. Bapak2 informasi sudah mengingatkan kalau untuk pengambilan disarankan setelah istirahat siang biar antrian ga panjang. (Pengalaman waktu sedang antri wawancara, tiba2 jam 10 datang orang yang mau ambil passport, jadi di meja informasi itu rame jam 7 pagi pas yg mau wawancara datang dan jam 10 pas yg mau ambil passport datang). Jadilah 5 hari setelah wawancara, aku datang jam 14an, ambil nomor antrian, ga sampai 10 menit sudah jadi deh passportnya. Untuk pengambilan passport ini boleh diwakilkan sama keluarga yang namanya tertera di KK.. #tips4

Untuk pembuatan Passport di Imigrasi ini boleh dibilang sudah lebih baik, artinya kita urus sendiri tanpa perantara itu juga bisa dan biaya yang dikeluarkan juga sesuai yang tertera tanpa ada tambahan biaya sedikitpun.

Selamat membuat Passport