Khutbah Rasulullah SAW Menyambut Bulan Ramadhan

Ketika Ramadhan kan tiba, Rasulullah dan para sahabat menyambutnya dengan sangat gembira laksana tamu istimewa. Beliau pun menyerukan beberapa nasihat kepada kita tentang apa yang harus dilakukan di bulan yang penuh berkah ini. Inilah seruannya…

Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan-Nya. Di bulan ini napas-napasmu menjadi tasbih, tidurmu adalah ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah.

Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan, dan kehausan di hari Kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin.

Muliakanlah orang-orang tuamu, sayangilah yang muda, sambunglah tali persudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya, dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarkannya.

Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hambanya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya, dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-pungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb Al-‘Alamin.

Wahai manusia! Barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.

(Sahabat-sahabat bertanya, ” Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan)

Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan ahlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirath pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.

Barangsiapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari Kiamat.

Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-nya.

Barangsiapa menyambungkan tali persudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardhu baginya adalah ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardhu dibulan yang lain.

Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.

Barangsiapa pada bulan ini membaca satu ayat Al-Qur’an, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Qur’an pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.

Amirul Mukminin r.a. berdiri dan berkata,”Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi, “Ya abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah.”

File tentang panduan Ramadhan dari Dewan Syariah PKS & kumpulan ayat serta hadist tentang Ramadhan :

panduanramadhan-dsp-pks

ayat-hadist-tentang-ramadhan

mengapa_kita_berpuasa

Advertisements

Ujian ALLAH

KENAPA AKU DIUJI?

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:” Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS : Al-Ankabut 2-3)

KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN?

Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS : Al-Baqarah 216)

KENAPA UJIAN SEBERAT INI?

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

(QS : Al-Baqarah 286)

RASA FRUSTASI?

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) , jika kamu orang-orang yang beriman. (QS : Al-Imran 139)

BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (QS : Al-Imran 200)

Wahai orang-orang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang yang sabar. (QS : Al-Baqarah 153)

APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. (QS : At-Taubah 111)

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal. (QS : At-Taubah 129)

AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI….

Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang kafir. (QS : Yusuf 87)

Doa Ustadz Rahmat Abdullah

”Ya ALLAH, dengan kasih sayang-Mu …

Engkau kirimkan kepada kami da’i penyeru iman…Kepada nenek moyang kami penyembah berhala…Dari jauh mereka datang karena cinta mereka kepada da’wah…Berikan kami kesempatan dan kekuatan, keikhlasan dan kesabaran…Untuk menyambung risalah suci dan mulia ini kepada generasi berikut kami…Jangan jadikan kami pengkhianat yang memutuskan mata rantai kesinambungan ini…Dengan sikap malas dan enggan berda’wah…Karena takut rugi dunia dan dibenci bangsa”.

Menyongsong Tanda-Tanda Besar Kiamat

Karena Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam merupakan Nabi terakhir, maka ia sering dijuluki sebagai Nabi Akhir Zaman. Dan ummatnya dijuluki sebagai Ummat Akir Zaman. Kita merupakan ummat yang bakal menyongsong kedatangan hari Kiamat. Suka maupun tidak suka begitulah faktanya.

Ummat Muhamad shollallahu ’alaih wa sallam sama dengan ummat Nabi-nabi terdahulu. Yakni terbelah menjadi dua kelompok besar. Kelompok pertama mendapat hidayah dari Allah subhaanahu wa ta’aala sehingga menjadi orang-orang beriman. Dan kelompok kedua mengingkari ajakan dan ajaran para Nabiyullah ’alaihimus-salaam. Mereka tersesat dalam hidupnya di dunia.

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah ta’aala (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah ta’aala dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya.” (QS An-Nahl ayat 36)

Ummat Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam yang beriman kepadanya dijuluki Ummat Islam. Walaupun ummat Islam merupakan bagian dari ummat Akhir Zaman, namun mereka dijamin tidak bakal mengalami hari Kiamat. Allah ta’aala tidak membiarkan seorangpun muslim-mu’min masih hidup saat hari Kiamat terjadi. Pada hari tersebut hanya orang-orang yang tidak memiliki iman-lah yang dibiarkan tersiksa mengalami hari dahsyat Kiamat. Pada saat sudah dekat sekali kiamat akan terjadi, Allah ta’aala cabut nyawa setiap orang beriman di muka bumi melalui suatu angin yang amat lembut.

إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ رِيحًا مِنْ الْيَمَنِ أَلْيَنَ مِنْ الْحَرِيرِ فَلَا تَدَعُ أَحَدًا فِي قَلْبِهِ قَالَ أَبُو عَلْقَمَةَ مِثْقَالُ حَبَّةٍ و قَالَ عَبْدُ الْعَزِيزِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ إِيمَانٍ إِلَّا قَبَضَتْهُ

”Sesungguhnya Allah subhaanahu wa ta’aala akan mengutus suatu angin yang lebih lembut dari sutera dari arah Yaman. Maka tidak seorangpun (karena angin tersebut) yang akan disisakan dari orang-orang yang masih ada iman walau seberat biji dzarrah kecuali akan dicabut ruhnya.” (HR Muslim 1098)

Ummat Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam yang bakal mengalami dahsyatnya hari Kiamat hanyalah mereka yang tidak beriman. Mereka akan tampil menjadi kumpulan orang yang paling jahat saat kehancuran total dunia berlangsung.

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا عَلَى شِرَارِ النَّاسِ

Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Kiamat tidak akan berlangsung kecuali menimpa atas orang-orang yang paling jahat.” (HR Muslim 5243)

Secara garis besar tanda-tanda Kiamat terbagi dua. Ada tanda-tanda kecil Kiamat dan ada tanda-tanda besar Kiamat. Tanda-tanda kecil Kiamat jumlahnya sangat banyak. Tanda kecil paling pertama adalah diutusnya Nabi Muhamad shollallahu ’alaih wa sallam. Semenjak saat itu ummat Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam telah menyaksikan banyak sekali tanda-tanda kecil Kiamat dari abad ke abad.

Kondisi dunia dewasa ini sudah berada di ambang menjelang munculnya tanda-tanda besar Kiamat. Sebab hampir seluruh tanda-tanda kecil Kiamat yang Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam prediksikan sudah pada bermunculan di zaman ini. Di antaranya adalah:

1. Perceraian banyak terjadi

2. Banyak terjadi kematian mendadak (tiba-tiba)

3. Banyak mushaf diberi hiasan (ornamen)

4. Masjid-masjid dibangun megah

5. Berbagai perjanjian dan transaksi dilanggar sepihak

6. Berbagai peralatan musik dimainkan

7. Berbagai jenis khamr diminum manusia

8. Perzinaan merebak

9. Para pengkhianat dipercaya menjadi pemimpin

10. Orang yang amanah dianggap pengkhianat

11. Banyak buku diterbitkan

12. Muncul banyak pasar berdekatan satu sama lain

13. Penumpahan darah dianggap perkara ringan

14. Merebaknya fenomena makan riba

Sebagian ulama berpendapat bahwa tanda-tanda besar Kiamat ada sepuluh. Tanda besar yang paling pertama adalah munculnya seorang lelaki di akhir zaman yang bakal menjadi pemimpin ummat. Ia akan mengeluarkan ummat dari kondisi dunia yang penuh kesewenang-wenangan dan kezaliman menjadi penuh keadilan dan perdamaian. Atau dengan kata lain ia bakal mengalihkan kita dari babak mulkan jabriyyan (kepemimpinan para penguasa yang memaksakan kehendak) menuju babak khilafatun ’ala minhaj an-Nubuwwah (kekhalifahan yang mengikuti pola kenabian).

Dialah sosok Imam Mahdi. Seorang lelaki yang namanya mirip dengan nama Nabi shollallahu ’alaih wa sallam dan nama ayahnya mirip nama ayah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam. Kurang lebih ia bernama Muhammad bin Abdullah rahimahullah.

لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا يَوْمٌ لَطَوَّلَ اللَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ حَتَّى يَبْعَثَ
فِيهِ رجل مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمُ أَبِي
يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا

“Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah ta’aala akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan.”(HR Abu Dawud 9435)

Oleh Ust Ikhsan Tanjung, http://www.eramuslim.com

My opinion :

wah, artinya kita sedang mendekati kiamat nih.. Be prepare my bro & sis

Taujih

Ust Haru pada taujih P2B ketika kebakaran

“Sesungguhnya jika antum semua melakukan ini semua untuk meraih simpati masyarakat di sana, maka antum akan sakit hati. Jangan lupakan bahwa apapun kondisinya, semua amal tersebut hanyalah bagian dari usaha kita untuk mencari cara tercepat dalam meraih ridho Allah saja. Segala usaha yang antum lakukan telah mengorbankan dana, waktu, dan tenaga (sebagian relawan telah beranak istri dengan mata pencaharian yang bisa dikatakan minim dalam hitungan materil, tapi satu kelebihan yang saya syukuri, mereka kaya akan kefahaman tarbiyah dan militansi), akan menjadi tidak ada artinya jika yang mendasarinya adalah harapan agar mereka disana memilih PKS.

Jangan antum sekali-kali mengharapkan terimakasih atau simpati apapun dari mereka. Sesungguhnya apa yang kita lakukan sama sekali bukan untuk itu Akh…! Mereka berterimakasih pada kita atau justru sebaliknya… entah mereka memilih kita ataupun tidak, itu bukan urusan kita. Itu semua bergantung pada seberapa ridho Allah terhadap amal-amal dakwah kita. Tugas kita hanya satu, berusaha sebaik-baiknya dilapangan untuk membantu mereka dengan keikhlasan untuk Allah semata. Biar nantinya Allah yang menilai amal tersebut di sisinya. Jika Allah berkehendak dari silaturahmi dan amal-amal dakwah kita tersebut untuk membawa hati-hati mereka (masyarakat Bandung) pada dakwah maka dengan insyaAllah kemenangan dakwah akan datang dengan sendirinya.”

http://ardee.cmsku.org/tag/cinta/

Thanks bro, you are one of my best friend ever..

Rahasia Dalam Laut

laut.jpg

Allah Ta’ala berfirman: Dia membiarkan dua buah laut mengalir, kemudian keduanya bertemu; diantara keduanya ada batas yang tidak bisa dilampaui oleh masing-masingnya; maka nikmat Rabb-mu manakah yang kalian dustakan?; dari keduanya keluar mutiara dan marjan. (Q.S. Ar-Rahmaan)

Maksudnya adalah bahwa kedua laut itu adalah asin. Sebab, ayat-ayat di atas berbicara tentang laut dan apa yang keluar dari salah satu laut berupa marjan dan dari laut lainnya lagi berupa mutiara. Laut yang pertama rasanya asin, demikian juga yang kedua. Dan kapan manusia mengetahui bahwa laut yang asin itu berbeda-beda, dan bukannya laut yang memiliki kandungan sama. Hal ini tidak diketahui oleh manusia kecuali setelah mereka memasuki tahun 1942. Pada tahun 1873 manusia mengetahui bahwa ada tempat tertentu di dalam laut yang kandungan airnya berbeda-beda.

Ketika para peselancar melakukan selancar dan mengelilingi lautan dunia selama 3 tahun dengan menggunakan kapal, maka ini menjadi tonggak pembatas antara ilmu kelautan kuno, penuh dengan khurafat, dengan penelitian mendalam yang didasarkan kepada penelaahan atas fakta laut tersebut. Dan ini merupakan awal dari gelombang kemajuan ilmu pengetahuan bahwa laut yang asin memiliki kandungan air yang berbeda-beda. Dan sudah pernah dilakukan penelitian dan evaluasi terhadap penelitian ini bahwa air laut berbeda-beda kadar panas, berat jenis (BJ air), kandungan oksigen.

Dan pada tahun 1942, muncul untuk yang pertama kalinya sebuah hasil penelitian yang sangat panjang. Penelitian ini dilakukan oleh ratusan para peneliti dasar laut, dan mereka menemukan bahwa samudera atlantik bukanlah laut yang hanya merupakan satu lautan, akan tetapi samudera atlantik ternyata terdiri atas beberapa laut yang masing-masing berbeda. Masing-masing peneliti menemukan perbedaan dari masing-masing air laut yang mereka temui. Air laut di sebelah sana memiliki keistimewaan dan karakteristik tersendiri, demikian juga air laut bagian lainnya; masing-masing berbeda kadar suhu, BJ air, oksigennya, semuanya bersatu dalam satu samudera, altlantik……

Apalagi dengan laut-laut lain yang berbeda dan kemudian bertemu, seperti laut tengah, laut merah, laut atlantik, dan seperti laut merah dan teluk ‘adn juga bertemu di satu tempat yang sempit.
Maka pada tahun 1942, untuk pertama kalinya kita mengetahui ada satu laut yang masing-masing bagian laut tersebut memiliki perbedaan dalam kandungan dan sifat-sifatnya, dan
bertemu pada satu tempat tertentu.

Pada pakar kelautan (oceanolog) mengatakan bahwa sifat yang paling kentara dari laut dan airnya adalah bahwa laut dan airnya tidak pernah tetap … tidak pernah tenang, dan hal yang paling terlihat adalah ia selalu bergerak, … panjangnya, dan lebarnya, dan gelombang airnya, arah pergerakannya adalah diantara faktor-faktor yang sangat banyak yang mempengaruhi keadaan air laut.

Dari sini ada satu pertanyaan: Bila memang demikian keadaannya, maka kenapa air-air yang berbeda itu tidak bercampur dan tidak menyatu (melebur) menjadi satu jenis?” maka mereka pun mempelajari, meneliti, dan menelahnya. Dan akhirnya pun mereka menemukan jawabannya, yaitu bahwa ada “dinding air pembatas” yang memisahkan setiap pertemuan dua laut dalam satu tempat, baik di dasar samudera atau pun di dalam palung (jurang di dalam lautan). Tempat inilah yang ternyata memisahkan antara laut yang satu dengan laut yang lainnya. Akhirnya mereka pun dapat mengetahui batas laut ini dan bagaimana karakteristiknya. Akan tetepi dengan apakah mereka bisa mengetahuinya ? Apakah dengan kedua mata kita …? Tidak, … akan tetapi dengan meneliti secara mendetail dan rinci terhadap kandungan kadar garam, kadar suhu, BJ air. Dan hal-hal inilah yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang.

( Rabu, 24 Ramadhan 1424H/19112003M )

Diambil dari ebook

Ikhlas

Ikhlas

Bismillahirrahmanirrahim…

Janganlah kalian berbantah-bantahan hingga menyebabkan kalian berbantah-bantahan hingga menyebabkan kalian menjadi gentar dan kehilangan kekuatan (Al Anfal 46)

Berdirilah karena ALLAH (dalam shalatmu) secara khusyu (Al Baqarah 238)

Sungguh beruntung orang yang mensucikan jiwanya dan sungguh merugi orang yang mengotorinya (Asy Syams 9-10)

Pentingnya keIkhlasan

Wahai saudara seiman, bahwa ikhlas dalam amal, apalagi amal ukhrawi merupakan landasan paling penting, kekuatan paling besar, penolong yang paling bisa diharapkan, sandaran yang paling kokoh, jalan paling singkat menuju kebenaran, seruan yang paling benar, sarana paling mulia, perangai paling utaqma serta pengabdian paling suci.

Karena ikhlas merupakan cahaya yang bersinar terang dan merupakan kekuatan kokoh seperti yang disebutkan di atas, juga karena karunia Ilahi yang telah membebani kita dengan tugas suci dan berat serta pengabdian yang agung yaitu tugas keimanan dan tugas menda’wahkan Al Quran, sementara jumlah kita yang sedikit, lemah, papa menghadapi musuh yang kuat.

Maka tidak ada jalan lain bagi kita kecuali mengerahkan segala upaya dan kemampuan untuk bisa menjadi ikhlas. Jika tidak, maka tugas yang dibebankan itu akan menjadi sia-sia. Pengabdian kita tidak akan bertahan lama. Lalu kita akan dihisab dengan hisab yang berat, sebagaimana yang telah difirmankan dalam Al Quran

Janganlah kalian menukar ayat-ayatKu dengan harga yang rendah (Al Baqarah 41)

Hal itu karena kita tidak bersikap ikhlas sehingga merusak kebahagiaan abadi hanya demi keinginan duniawi yang hina. Setan bersungguh-sungguh dan tekun dalam menghalangi kita dalam melaksanakan tugas mulia tersebut. Karenanya, keihklasan memegang peranan yang penting dalam tugas ini.

Prinsip-prinsip keihklasan

Prinsip pertama : Mencari Ridho ALLAH dalam beramal

Mencari ridho ALLAH dalam bermal, apabila ALLAH Taala sudah ridho, biarpun seluruh alam berpaling, itu tidak akan masalah. Kalau ALLAH sudah menerima, biarpun seluruh manusia menolak, itu tidak akan berpengaruh. Karena itu, ridho ALLAH sajalah yang menjadi tujuan utama bagi setiap kita yang mengabdikan dirinya pada Al Qur’an

Prinsip kedua : Tidak mengkritik saudara-saudaramu yang menda’wahkan Al Quran

Kita harus mencontoh kondisi tubuh manusia, dimana kedua tangannya tidak pernah saling mendengki, kedua matanya tidak pernha saling mencela, lisannya tidak menentang telingannya, kalbunya tidak melihat aib jiwanya. Tetapi masing-masing saling melengkapi, menutup aib yang lain, serta berusaha membantu dan menolongnya.

Kita merupkan bagian-bagian dalam satu tubuh yang membutuhkan adanya persatuan, kerja sama , dan rahasia keIkhlasan sehingga layak untuk disebut Insan Kamil.

Mereka lebih mengutamakan oranga lain ketimbang diri mereka sendiri (Al Haysr 9)

Prinsip ketiga : Kekuatan kebenaran

Kekuatan dalam menjalankan tugas mulia itu selalu datang dari keIkhlasan dan kebenaran. Kaum batil pun memperoleh kekuatan karena mereka menampakkan keteguhan dan keIkhlasan dalam hal kebatilan.

Prinsip keempat : Bangga dengan keistimewaan para saudara seagama

Berbangga sambil bersyukur dengan kemuliaan yang dimiliki oleh saudara seiman, dan berbangga terhadap kemuliaan tersebut. Lebur dalam persaudaraan merupakan prinsip yang indah yang sesuai dengan perjalan kita.

Landasan konsep kita adalah ukhuwah Islamiah (persaudaraan dalam Islam). Hubungan yang mengikat bukanlah hubungan ayah dan anak, ataupun guru dengan muridnya. Hubungan yang dibangun adalah hubungan percintaan yang tulus yang didasarkan pada keikhlasan dalam lingkaran persaudaraan.

Sarana mencapai keIkhlasan

Pertama : Rabithatul maut (mengingat maut)

Mengingat maut merupakan sarana terpenting untuk mendapatkan dan memelihara keIkhlsan. Setiap kita yang mengingat akan kematian akan mudah untuk menjaga nafsu yang memerintahkan kepada keburukan. Ahli sufi selalu mengingat maut dalam kehidupannya. Dengan mengingat kematian, mereka tidak akan berfikir kekal abadi sebagai cikal bakal dari panjangnya angan-angan. Al Quran berfirman

Setiap nafs (diri) pasti merasakan kematian (Ali Imran 185)

Kedua : Merenungi makhluk

Sumber lain yang dapat digunakan untuk mencapai keIkhlsan dari merenungi seluruh makhluk. Perenungan tersebut bisa mengantarkan seseorang untuk mengenal Sang Maha Pencipta, sehingga kalbunya bisa tenang dan tentram. Perenungan yang dilakukan seseorang akan membuatnya merasa diawasi dan dilihat ALLAH Taala.

Dengan demikian, ALLAH akan senantiasa hadir dalam setiap langkah kita. Kita akan selalu bertindah hati-hati, karena merasa ada yang mengawasi kita dimanapun dan kapanpun kita berada.

Penghalang keIkhlasan

Pertama, rasa dengki yang muncul dari keuntungan yang bersifat materi

Kedengkian akan merusak keIkhlasan secara perlahan. Ia bisa mengubah hasil suatu amal. Lebih dari itu, ia akan menghapus keuntungan dari perbuatan yang telah dilakukan. Kedengkian yang muncul dari amal-amal yang diperbuat akan merusak nilai amal terebut. Disinilah kembali ditegaskan pentingnya keIkhlasan dalam beramal.

Kedua, cinta kedudukan

Penghalang Ikhlas yang lain adalah membiarkan nafsu, ego dalam mencari pangkat dan kedudukan supaya mendapat perhatian dari manusia, senang mendapat sanjungan orang, serta memiliki motivasi untuk menjadi terkenal dan populer. Sikap seperti ini merupakan pintu dari syirik, yaitu riya dan ujub yang jelas bisa menhancurkan nilai keIhklasan.

Ketiga, takut dan tamak

Takut dan tamak dalam menjalani kehidupan, dalam mengatakan kebenaran, dalam menyebarkan Al Quran di seluruh penjuru dunia merupakan penyakit yang bisa menghalangi keIkhlasan. Pejuang Al Quran seharusnya tidak takut dengan halang rintang yang selalu menjadi tantangan bagi prajurit-prajurit ALLAH, karena yakin bahwa ALLAh selalu bersama orang-orang yang berjuang di jalanNya.

Risalah khusus untuk para pejuang da’wah

Risalah ini ditujukan kepada para pemuda yang merasa jemu dan bosan dalam berda’wah. Mereka lebih mementingkan beribadah dari pada bergerak untuk menyebarkan kalimat-kalimat ALLAH di muka bumi.

Hadis 1 :

“Tinta para ulama ditimbang dengan darah para syuhada”

Hadis ini memiliki pengertian bahwa tinta yang digunakan oleh ulama yang mengabdikan dirinya kepada ALLAH sepanjang hidupnya bisa disamai oleh darah syuhada yang berjuang di jalan ALLAH dengan keIkhlasan.

Hadis 2 :

“Siapa yang berpegang pada sunnahku di saat rusaknya umatku, ia mendapatkan pahala seratus orang yang mati syahid”

Sungguh, berjuang di jalan ALLAH disaat orang-orang terlena dengan berbagai kebahagiaan dunia merupakan suatu perbuatan yang mulia. ALLAH akan membalas setiap langkah yang dilakukan dengan berlipat kali pahala dari pada orang yang hanya beribadah bagi dirinya sendiri.K@

Sumber : Risalah An Nur, karangan Said Nursi

(Said Nursi merupakan ulama besar Turki. Beliau seorang Hafiz Al Quran. Beberapa kali di penjara karena tindakannya menentang pemerintah Turki demi tegaknya Al Islam)