Aku dan sahabat

Hari ketiga di Cikarang

Yah, kali ini aku ingin bercerita tentang temanku, bisa dibilang sahabatlah..

Pertama kali kenal ketika kelas 2 SMA, kita tergabung dalam OSIS di SMA 28. Dia pun terkadang bantu-bantu di Rohis juga. Hubungan berlanjut kelas 3, karena udah kenal, duduk sebangkulah kita. Entah kenapa, kita punya chemistri yang sama yaitu duduk paling depan!!
Mau sedikit cerita, jadi ketika di kelas 3 itu, biar tiap anak ngerasain duduk di setiap tempat, jadi ada perpindahan tempat duduk ke samping tiap 1 minggu dan tiap hari perputaran ke depan. Karena kita tidak mau duduk di belakang, jadi gara-gara kita, barisan kita tidak berputar kedepan tiap hari, hanya kesamping tiap satu minggu hehehe…
Duduk paling depan tidak lantas membuat kami selalu serius mendengarkan guru. Ketika pelajaran Pisika, paporitku (ceritanya banyak bergaul ama urang sunda nih), aku dengan serius mendengarkan, sedangkan dia pulas tertidur, hal yang berlawan akan nampak ketika pelajaran Kimia ^_^
Biar begitu, mimpi kita untuk masuk ITB sangat besar. Belajar bersama, ikut bimbel yang sama, tuker-tukeran soal, saling mengajarkan dan sebagainya, dan alhamdulillah kita berdua keterima di salah satu kampus bergengsi itu.
Kuliah pada jurusan yang beda, membuat aktipitas kita pun berbeda. Namun kita tetap berhubungan baek, pernah tinggal se-asrama, sering gantian minjem uang, sekedar lunch/dinner bareng, dsb. Karena jauh dari keluarga (sebenarnya ga jauh-jauh amat sih, apalagi sejak ada cipularang), tidak hanya hubungan kita jadi makin dekat, tapi juga keluarga-keluarga kita. Aku sering tuh jadi inporman ibunya, kalo lagi susah dihubungin ama ibunya… 😀
Udah tahun kelima kita sama-sama sadar, harus segera lulus, dan mengejar ketertinggal, khususnya IP!. Setelah berjibaku dengan kuliah yang banyak diulang, riset yang berdarah-darah (lebai dech), serta aktipitas lain, akhirnya kita dapat menyelesaikan kewajiban kita sebagai mahasiswa. Waktu sidang kita hanya selang 1 hari (sama-sama ude deadline tuh). Dan akhirnya kita di wisuda pada periode yang sama pula. IPK kita pun tidak jauh beda, aku hanya unggul 0,05 diatas IPK dia 
Pekan lalu, ketika aku mulai training di salah satu perusahaan swasta, beberapa hari kemudian dia ngabarin kalo dia juga keterima sebagai PNS di salah satu departemen.
Bagiku, dia salah satu sahabat terbaik yang pernah ku kenal. Ngebantu dengan tulus, berkata sejujurnya, dan selalu saling menghargai.. Mudah-mudahan hubungan (ataukah kebetulan-kebetulan ini) akan tetap terpelihara sampai akhir hayat.. Amin..
Pasti udah tau kan siapa dia?

Alumni SMA 28

Sepenggal kisah hidupku dilalui dengan mengeyam di salah satu SMA favorit di bilangan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ya tepat, SMA 28. Lulus dari SMP 41, seperti pindahan sekolah, kamipun pindah ke SMA 28.

Ketika itu SMA 28 mempunyai peringkat yang cukup baik, yah, bisa dibilang salah satu unggulan Jakarta Selatan. Namun kini katanya, SMA 28 ini termasuk salah satu SMA unggulan Jakarta. Orang-orang pandai berebut ingin masuk sekolah ini. Bersyukurlah kala itu aku bisa menjadi bagian dari SMA favorit ini.

Di 28, aku mulai mengenal aktivitas luar akademik. Aku bergabung dengan ekstrakulikuler OSIS, dan ROHIS. Di situ aku di tempa menjdi seorang yang mempunyai skill leadership, kerjasama, dan mulai memiliki visi untuk menempuh kehidupan selanjutnya.

Cukup menyenangkan sekolah di SMA 28, teman-teman yang asik, berkomitmen, serta selalu ringan tangan untuk membantu. Pun dengan guru-guru yang selalu welcome terhadap murid-muridnya. Mungkin faktor itulah yang menjadikan sekolah kami menjadi sekolah favorit, dan bisa menjadi unggulan.

Kelas 3 adalah saat-saat fokus terhadap pelajaran, maklum saja, inilah momen yang paling menenetukan masa depan hidup kami. Kami berjuang sepenuh hati belajar, mengejar ketertinggalan/mengulang pelajaran untuk menghadapi ujian masuk perguruan tinggi negri.

Alhamdulillah aku akhirnya keterima di ITB, yang kata orang Institut Terbaik Bangsa, ya, walaupun namanya sedikit tercoreng dengan kasus meninggalnya salah satu mahasiswa karena OSPEK, tapi toh tetap tidak menyurutkan kebanggaan ku terhadap ITB!!

Back to topic, aku mau cerita tentang keunikan atau suatu kebetulan. Pernah suatu ketika, aku di utus oleh GAMAIS ITB ke suatu acara di Samarinda, Kalimantan Timur. Aku menjadi moderator suatu seminar. Ketika membaca biodata orang tersebut, ternyata beliau alumni SMA 28. Bayangkan, betapa senangnya bertemu dengan alumni 28, di luar pulau Jawa, dan kita duduk bersama mengisi suatu seminar.

Cerita lain, aku pernah jadi relawan kemanusiaan di Jogja pasca kejadian gempa Jogja. Kita akan mengadakan pengobatan gratis, kita undanglah teman-teman kedokteran UNS yang tergabung dalam Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI). Lagi-lagi, ternyata salah satu dokternya alumni 28. Senang sekali bisa ketemu dengan pa dokter di Jogja yang ternyata satu almamater SMA.

Tidak lama setelah lulus kuliah, setelah gagal keterima di suatu lembaga penelitian, dan belum berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah, aku memutuskan untuk memulai usaha. Aku dikenalkan oleh ayahku dengan salah seorang temannya yang berprofesi sebagai dosen hukum di UI untuk menjadi rekan usaha. Setalah ngobrol panjang, ternyata orang itu juga alumni 28. Wah, kaget juga mendengarnya. Beliau sempat cerita, bahwa beliau merupakan salah satu angkatan ketiga di SMA 28. Kala itu SMA 28 benar-benar seperti di hutan. Di sekeliling sekolah merupakan kebon penelitian Dept Pertanian. Masih sepi sekali. Itu sekitar tahun 73an.. (he he he, jadul bangetlah)

Sekarang aku mulai mengembangkan usaha. Ayahku lagi-lagi mengenalkanku ke salah seorang temannya, pemilik suatu warung sederhana di daerah Ciganjur. Lagi-lagi kaget, setelah ngobrol macam-macam, ternyata beliau juga alumni 28..

Memang benar pribahasa, dunia tidak selebar daun kelor. Kita tidak pernah bertemu sebelumnya, tiba-tiba bisa menjadi akrab. Ya, salah satunya karena kita satu almamater, alumni SMA 28 tercinta.

Kamil

16 Februari 2009

Cerita Kehidupan 1 & 2

Bismillah..

Tulisan ini sudah di upload pula di facebook.

Cerita kehidupan 1

Beberapa waktu yang lalu, aku bertandang ke tempat bu Yuni. Bu Yuni ini anak seorang letkol, yang menghabiskan masa kecil di jalan Cendana, yah, mungkin tetangganya Pa Harto lah. Kemudian sempat mengenyam pendidikan di Amerika selama sekitar 17 tahun. Mempunyai suami tentara juga (ga tau deh pangkatnya apaan), serta 3 anak yang sudah pada menikah.

Kegiatan beliau sekarang mengelola sebuah yayasan di rumahnya di bilangan Cilandak. Yayasan tersebut bernama Merah Putih, bergerak di bidang pendidikan tuk anak-anak kurang mampu. Banyak juga murid-muridnya, sampai ratusan. Selain membina murid-murid yang putus sekolah, gelandangan, pengamen, sampai psk, yayasan tersebut juga sering membina keluarganya, dan mengadakan pengobatan gratis. Bahkan konser kemanusiaan pun digelar. Tanggal 8 Februari nanti, beliau bekerja sama dengan beberapa artis ibukota kan menggelar konsernya di tempat Dik Doang… Salut untuk Ibu Yuni dan keluarga. Beliau juga menawarkan bagi teman-teman yang memiliki waktu luang untuk dapat berpartisipasi. Macem-macem deh solusinya.

Selain hal tersebut, Bu Yuni menyampaikan 2 pesan yang menarik untuk diperhatikan. Pesan pertama, bahwa dengan berbuat baik kepada dhuafa, maka yakinlah ALLAH akan senantiasa memberikan keberkahan dalam kehidupan, rizki yang berlimpah, dan kebahagiaan yang tiada tara. Tidak mungkin ALLAH akan pelit terhadap hambaNya yang dermawan. Tidak bisa menyumbangkan harta, ya sumbanglah tenaga. Seperti dalam surat At Taubah 41: Dan berjihadlah di Jalan ALLAH dengan harta dan jiwamu.

Kemudian pembicaraan berlanjut ke masalah rumah tangga. Dia berkata, kamu kalau mencari istri ambillah 2 syarat, berjiwa sosial dan sayang kepada ibumu. (Tentunya ini diluar yang 4 itu loh, Agamanya, Keturunannya, Hartanya, dan Kecantikannya). Kemudian beliau menjelaskan. Seseorang yang berjiwa sosial, dia pasti dermawan. Dia akan paham kalau kamu banyak aktivitas di luar menjalani kegiatan-kegiatan sosial.

Syarat kedua adalah dia mencintai ibumu, sama seperti mencintai ibunya. Kenapa seperti itu? Karena itulah salah satu kunci dari rumah tangga. Karena ibumu yang akan menasihati kamu, dan kamu pasti menurut sama ibumu. Misal: Kamu dan istrimu sedang bermasalah, dan mungkin menuju perpisahan. Kalau ibumu sayang terhadap istrimu, pasti ibumu akan membela supaya rumah tanggamu tetap langgeng, tetapi kebalikannya kalau ibumu tidak suka dengan istrimu, maka yakinlah ibumu tidak akan ikut campur.

Ini adalah tentang ilmu kehidupan. Ilmu yang tidak akan didapatkan di sekolah atau pendidikan formal..Semoga bermanfaat

Kamil, 28 Januari 2009

————————————————————————————————————————–

Cerita kehidupan II

Baru saja tadi siang aku bertemu dengan Bapak Sarjito, aku memanggil beliau Om Jito. Dia teman baik ayahku semasa kuliah hingga sekarang. Beliau seorang dosen UI yang cukup idealis, dan tergolong nyentrik. Pernah kuliah di Belanda, berlatang belakang nasio, mobilnya mobil jaman dulu, mungkin mobil tahun 80an, rumahnya membelakangi jalan utama, halamannya sering dilalui orang yang lalu lalang, karena tidak berpagar dan itu merupakan jalan potong..

Tujuanku datang ke sana untuk berbicara masalah bisnis, bisnis telur. Namun aku tidak akan berbicara telur disini. Yang aku bicarakan adalah tentang pembicaraan kami sebelum dan setelah perbincangan tentang bisnis telur.

Diawal perbincangan, setelah memperkenalkan dirinya (seperti yang diatas aku tulis), dia bertanya kepadaku. San, apa cita-citamu? Aku jawab: Sekarang aku ingin belajar berwirausaha Om, tapi selain itu juga ingin mengaplikasikan ilmu fisika, mungkin dengan ngajar bimbel ato privat. Dia hanya mengangguk.

Kamu tahu, teman saya membeli kamus di Washington seharga 99 dolar Amerika, tapi saya membeli kamus yang sama, hanya berbeda di sampul depannya di Taipe hanya seharga 5 dolar Amerika. Buku lainnya di beli di London seharga 200 poundsterling, tapi harga di India hanya 50 rupee!!!. Dia bilang, dosennya di Belanda suatu saat pergi ke Cina untuk berlibur. Ternyata dosen beliau berlibur ke Cina untuk menghabiskan royaltinya.

Jadi, di negara-negara yang ingin rakyatnya maju, sangat ketat dalam mengawal pendidikan. Harga buku bisa sebegitu murah, namun bukan buku bajakan. Buku resmi, artinya pemerintah membayar royalti kepada penerbitnya. Selain itu harga kertas dan tinta yang luar biasa murah. Jadilah harga buku bisa sangat murah.

Negara seperti Cina menerapkan, penjulan buku yang ditulis oleh asing, hanya 10% keuntungan yang bisa di bawa keluar Cina, 90% royalti harus dihabiskan di Cina. Mangkanya dosen Om Jito yang orang Belanda itu pergi ke Cina untuk menghabiskan royaltinya yang tidak boleh dibawa keluar negri.

Kemudian perbincangan berlanjut ke masalah yang lain, yaitu masalah industri. Dia tanya, San, kamu tau ada 1 hal pokok yang menjadikan negara kita tertinggal dari negara lain dalam bidang industri. Kamu tahu apa itu? Aku jawab : kebijakan politik, inovasi, SDM, ato…. Ternyata saya masih salah. Dia jawab industri logam dasar dan industri kimia dasar kuncinya. Kita lihat, negara-negara yang maju pasti menguasai kedua industri tersebut.

Memang, pemerintahan memegang pernanan penting dalam 2 bidang tersbut. Bidang pendidikan dan bidang pengembangan industri. Tidak hanya dibutuhkan hanya orang pintar dalam pemerintahan, tetapi orang pintar yang ingin membangun negaranya dengan ikhlas.

Kamil, 29 Januari 2009

Final Project – Presentation – Graduation Ceremony

Final Project

Almost more than 2 months, I stayed almost all of my live in my lovely Lab. It’s call Nuclear And Biophysics Laboratory. My research is about Designing High Temperature Engineering Test Reactor With Plutonium And Minor Actinide As Fuel. I used SRAC-Citation code to calculate neutronic aspect of that reactor.

Presentation

Alhamdulillah, my final project was finished on time. End the end of the final project, I presented my final project on September, 26. There was my supervisor, 2 examiner and my friends in the room. I was sleeped at the night before presentation because it was too tired. I just had little practice in the morning. Just do the best as I can!!

That was unforgettable moment. I felt very happy after finished the presentation. It was Ramadhan, 27. My first target was finished, and the next target was finished my quran reading on that Ramadhan. That day, I only read until juz 15.  Alhamdulillah, until the end of Ramadhan, I finished reading quran until juz 30.

Graduation Day

Graduation day on October, 25.  In my campus, there are a big ceremony in each graduation day.

To Be Continued, with picture..

Tujuh Belasan

Yang biasanya ada di acara “tujuh belasan”

Upacara bendera

Beragam atribut merah putih

Lomba balap karung

Lomba panjat pinang

Lomba gotong istri

Lomba makan telor

Yang pasti, Lomba Makan Kerupuk

Daurah Nyetiriah

Alhamdulillah sudah terlaksana daurah nyetiriah untuk pekan ke-1. Ada sekitar 5 peserta yang ikutan dalam kegiatan ini, dan 2 orang trainer. Mangga aja bagi rekan-rekan yang ingin bergabung dalam daurah ini, silahkan langsung menghubungi saya.

Berikut dilampirkan pula petunjuk singkat bagaimana mengendarai mobil.

Kamil

belajar-mobil_kamil_erry

Kesibukanku…

Belakangan ini sibuk dengan Tugas Akhir, tentang pemodelan Reaktor Nuklir Tipe Very High Temperature Reactor. Tipe ini merupakan salah satu tipe reactor masa depan. Para ahli Nuklir menyebutnya Gen-IV reactor. (akan dibahas lebih lanjut)

Kesibukan lain yaitu Pilwakot Kota Bandung. Ada 3 calon yang bertanding di Pilwakot kali ini. Pasangan Dr Taufikurahman-Deni Triesnahadi (TRENDI), pasangan Dada Rosada-Ayi Vivananda (DaI), dan Hudaya-Nahadi (HADI). Pasangan TRENDI diusung oleh PKS, koalisi sapu lidi, ormas Islam, ormas Lingkungan, dan dan organisasi kepemudaan. DaI diusung oleh Golkar,dan PDI-P. HADI mengusung jalur independent. Pertarungan walikota cukup seru.. Rame lah.. Jadilah aku menjadi bagian kecil yang terlibat di dalamnya.

Terakhir sibuk dalam perencanaan bisnis. Beberapa yang sedang di garap bersama teman-teman adalah bagaimana pengolahan limbah batubara. Limbah ini merupakan limbah B3 yang berbahaya bagi lingkungan, tapi ternyata memiliki nilai jual yang lumayan. Bisnis lain yakni menggarap tour bagi anak-anak SMU-SMP. Mudah-mudahan akhir Agustus konsepnya dah beres, dan bisa ditawarkan kepada sekolah-sekolah. Bisnis lain? Masih dalam bayangan, diantaranya jual beli mobil, properti, dsb..

Previous Older Entries